Minyak mentah stabil, bensin berjangka AS turun

Jum'at, 20 April 2012 - 09:20 WIB
Minyak mentah stabil,...
Minyak mentah stabil, bensin berjangka AS turun
A A A


Sindonews.com - Harga minyak mentah cenderung stabil, sementara bensin berjangka Amerika Serikat (AS) kembali turun untuk empat hari beruntun. Penurunan tersebut, dipicu krisis pasokan di Pantai Timur yang mulai mereda.

Bensin berjangka memperpanjang kerugian lebih dari 6 persen selama lima hari terakhir, setelah para pedagang dan analis memperkirakan ConocoPhillips (COP.N) akan melego kilang Trainer, di Pennsylvania, dengan kapasitas produksi 185.000 barel per hari kepada Delta Air Lines (DAL.N).

"Bensin berjangka sempat naik tajam karena adanya kekhawatiran kekurangan pasokan pada kilang Pantai Timur, tapi berita tentang kilang Trainer telah mengubah persepsi tersebut," kata analis energi Citi Futures Perspective, Tim Evans, di New York seperti dilansir dari Reuters, Jumat (20/4/2012).

Minyak mentah AS, turun tajam pada awal perdagangan, setelah data ekonomi dari konsumen minyak nomor satu ini, menunjukkan menyusutnya klaim pengangguran lebih rendah dari ekspektasi, sementara penjualan rumah turun tak terduga.

Sebenarnya, harga minyak masih dibayangi oleh kekhawatiran pasokan akibat serangkaian gangguan di seluruh dunia tahun ini, serta kekhawatiran tentang potensi kehilangan minyak dari Iran karena Uni Eropa dan AS tetap memberikan sanksi terhadap Iran.

Di London, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni hanya naik 3 sen dan menetap di USD118 per barel, setelah sempat merosot ke USD117,68 per barel, Brent sendiri sempat menyentuh kisaran USD116,70 per barel, harga perdagangan terendah sejak 10 Februari.

Sementara minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI), untuk pengiriman Mei ditutup turun 40 sen lebih rendah dari rata-rata 100 harian sebesar USD101,92 per barel, kemudian kembali merosot ke USD101,67 per barel. Sedangkan untuk pengiriman Juni, berada pada pada USD102,72 per barel.

Premi Brent terhadap minyak mentah AS untuk Juni melebar menjadi USD15,28 per barel, dari sebelumnya USD14,85 per barel, di tengah ekspektasi pasokan minyak di Midwest AS akan bertambah.

Volume perdagangan Brent melampaui minyak mentah AS dan berada di atas rata-rata 30 hari perdagangan. Sementara volume perdagangan minyak mentah AS turun hampir 16 persen dari rata-rata 30 hari perdagnagan. bensin RBOB AS untuk pengiriman Mei ditutup turun 4,86 sen menjadi USD3,1541 per galon. Dalam lima hari ini, telah merosot lebih dari 20 sen atau 6,05 persen. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
5 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
6 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
6 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
6 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
7 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved