Apindo Sulsel antisipasi dampak krisis Eropa

Jum'at, 29 Juni 2012 - 10:26 WIB
Apindo Sulsel antisipasi...
Apindo Sulsel antisipasi dampak krisis Eropa
A A A
Sindonews.com – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel mengimbau kepada seluruh pengusaha yang ada di daerah ini agar mengantisipasi krisis yang melanda Eropa. Sebab dampaknya bisa sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Sulsel jika tidak melakukan inovasi usaha.

Ketua Apindo Sulsel La Tunreng mengatakan,Apindo Sulsel hingga kini terus melakukan penguatan basis bisnis dari terpaan krisis Eropa. Ironisnya, kata dia, banyaknya peraturan baru yang diterapkan pemerintah malah memberatkan para pengusaha

“Jika tidak memperkuat basis bisnis saat ini, dampak ekonomi terpuruk bisa dirasakan di Sulsel. Itu terlihat dari krisis yang terjadi di Eropa. Ada sejumlah bidang usaha di Sulsel malah lesu atau bahkan terancam gulung tikar terutama yang melakukan aktivitas ekspor-impor,” ujar La Tunreng yang ditemui di Wisma Kalla, kemarin.

Selain krisis yang terjadi di Eropa, aturan pemerintah soal ekspor biji nikel mentah per Mei tahun ini yang resmi dihentikan, menurut La Tunreng juga mengancam industri tambang. Mereka akan gulung tikar karena tidak siap dalam hal pendanaan pengembangan usaha. Hal tersebut membuat resah pengusaha tambang, khususnya yang memiliki banyak peralatan berat yang pembiayaanya masih berjalan di bank, namun tidak lagi melakukan produksi.

“Ini tidak bisa dipungkiri karena memang sedang banyak pengusaha tambang berhenti berproduksi,” kata dia. Oleh karena itu dia berharap, hasil rapat koordinasi yang menghimpun banyak masukan dari anggota Apindo terkait persoalan ekonomi yang dihadapi tersebut bisa dicarikan jalan keluar terbaiknya.Khususnya pemerintah provinsi yang bisa membantu memberikan regulasi atau jalan keluar.

“Khusus untuk pertambangan misalnya, pemerintah sudah harus memikirkan nasib para petambang, terutama tenaga kerja yang ada didalamnya. Aturan yang menghentikan produksi nikel sementara waktu itu harus dicarikan jalan keluar agar tidak tertahan begitu saja,”kata dia.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mengapa Jerman Dijuluki...
Mengapa Jerman Dijuluki sebagai The Sickman of Europe?
Eropa Tak Punya Alternatif...
Eropa Tak Punya Alternatif untuk Gantikan Energi Rusia
Jepang Resesi Bikin...
Jepang Resesi Bikin Pengusaha Nasional Ketar-ketir, Apa Penyebabnya?
Jerman Kesal, Perusahaan...
Jerman Kesal, Perusahaan Energi Minta Bantuan Padahal Untung Besar
Kekuatan Industri Eropa...
Kekuatan Industri Eropa Digerogoti Krisis Energi, Ancaman Eksodus Menghantui
Harga Energi Selangit...
Harga Energi Selangit Bisa Membunuh Ekonomi Uni Eropa
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
8 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Antisipasi NATO, Putin...
Antisipasi NATO, Putin Panggil 160.000 Pemuda untuk Wajib Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved