Jepang Resesi Bikin Pengusaha Nasional Ketar-ketir, Apa Penyebabnya?
Selasa, 18 Agustus 2020 - 10:03 WIB
loading...
Para pelaku usaha yang tergabung Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengkhawatirkan dampak Jepang yang mengalami resesi ekonomi. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Para pelaku usaha yang tergabung Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengkhawatirkan dampak Jepang yang mengalami resesi ekonomi . Hal ini dikarenakan bisa menurunkan pertumbuhan investasi di Indonesia.
(Baca Juga: Tsunami Wabah Seret Jepang dan Malaysia ke Jurang Resesi, Awas Indonesia )
Sebagai informasi, Jepang merupakan negara penyumbang investasi terbesar di Indonesia. Wakil Ketua Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, masalahnya sekarang adalah seberapa kompetitif Indonesia bisa menarik investasi.
"Dalam krisis, nilai investasi akan turun drastis (UNCTAD sudah memprediksikan bahwa investasi global akan turun 40% di 2020 atau menjadi kurang dari USD 1 triliun) dan profil risiko yang mau diterima oleh investor menjadi terkoreksi ke level risiko yang konservatif (investasi minim risiko atau perlu business certainty yang tinggi agar returnnya pasti meskipun besaran return-nya sedikit)," kata Shinta saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Selasa (18/8/2020).
(Baca Juga: Jepang Resesi meski Tak Lockdown, Ekonomi Minus 7,8% di Kuartal II/2020 )
(Baca Juga: Tsunami Wabah Seret Jepang dan Malaysia ke Jurang Resesi, Awas Indonesia )
Sebagai informasi, Jepang merupakan negara penyumbang investasi terbesar di Indonesia. Wakil Ketua Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, masalahnya sekarang adalah seberapa kompetitif Indonesia bisa menarik investasi.
"Dalam krisis, nilai investasi akan turun drastis (UNCTAD sudah memprediksikan bahwa investasi global akan turun 40% di 2020 atau menjadi kurang dari USD 1 triliun) dan profil risiko yang mau diterima oleh investor menjadi terkoreksi ke level risiko yang konservatif (investasi minim risiko atau perlu business certainty yang tinggi agar returnnya pasti meskipun besaran return-nya sedikit)," kata Shinta saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Selasa (18/8/2020).
(Baca Juga: Jepang Resesi meski Tak Lockdown, Ekonomi Minus 7,8% di Kuartal II/2020 )
Lihat Juga :