Telat sampaikan Lapkeu 2011, BEI suspend 5 emiten
Rabu, 04 Juli 2012 - 09:51 WIB
Telat sampaikan Lapkeu 2011, BEI suspend 5 emiten
A
A
A
Sindonews.com – Bursa EFek Indonesia (BEI) masih menghentikan sementara (suspend) perdagangan saham lima emiten yang belum menyampaikan laporan keuangan (lapkeu) audit 2011.
Kelima perusahaan tersebut, PT Buana Listya Tama Tbk (BULL), PT Davomas Abadi Tbk (DAVO),PT Mitra International Resources Tbk (MIRA), PT Panca Wiratama Sakti Tbk (PWSI),dan PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB).
Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan,tiga di antaranya dikenakan denda atas keterlambatan laporan keuangan tersebut. “Bursa juga telah memberikan peringatan tertulis III dan tambahan denda sebesar Rp150 juta, atas keterlambatan penyampaian laporan keuangan dimaksud,” ujar dia kepada wartawan di Jakarta kemarin.
Dia menjelaskan, BULL belum menyampaikan laporan keuangan audit 2011 dan belum membayar denda. DAVO belum menyampaikan laporan keuangan auditan 2011 dan belum melakukan pembayaran denda. Saham DAVO sudah disuspensi di seluruh pasar sejak 9 Maret 2012.
Emiten MIRA belum menyampaikan laporan keuangan auditan 2011 dan di-suspend di pasar reguler dan pasar tunai sejak 30 Juni 2011. Selanjutnya, PWSI belum menyampaikan laporan keuangan auditan 2011, belum melakukan pembayaran denda dan di-suspend di seluruh pasar sejak 4 April 2011.
Sementara untuk status TRUB belum menyampaikan laporan keuangan auditan 2011. Mengacu pada ketentuan II.6.4 Peraturan Pencatatan Nomor: I-H tentang Sanksi,BEI dapat melakukan suspensi apabila mulai hari kalender ke- 91 sejak lampaunya batas waktu penyampaian Laporan Keuangan Perusahaan Tercatat tidak memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan.
Selain itu, perusahaan tercatat telah menyampaikan laporan keuangan namun tidak memenuhi kewajiban untuk membayar denda sebagaimana dimaksud dalam ketentuan II.6.2.dan II.6.3.Peraturan Pencatatan Nomor I-H tentang Sanksi. Menanggapi itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Isaka Yoga mengaku tidak mengetahui persis penyebab keterlambatan penyampaian laporan tahunan audit 2011.
Tapi menurut dia, biasanya karena belum masuknya laporan keuangan konsolidasi serta pergantian akuntan publik. “Itu ada proses yang bisa mengganggu atau membuat keterlambatan,”kata dia.
Kelima perusahaan tersebut, PT Buana Listya Tama Tbk (BULL), PT Davomas Abadi Tbk (DAVO),PT Mitra International Resources Tbk (MIRA), PT Panca Wiratama Sakti Tbk (PWSI),dan PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB).
Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan,tiga di antaranya dikenakan denda atas keterlambatan laporan keuangan tersebut. “Bursa juga telah memberikan peringatan tertulis III dan tambahan denda sebesar Rp150 juta, atas keterlambatan penyampaian laporan keuangan dimaksud,” ujar dia kepada wartawan di Jakarta kemarin.
Dia menjelaskan, BULL belum menyampaikan laporan keuangan audit 2011 dan belum membayar denda. DAVO belum menyampaikan laporan keuangan auditan 2011 dan belum melakukan pembayaran denda. Saham DAVO sudah disuspensi di seluruh pasar sejak 9 Maret 2012.
Emiten MIRA belum menyampaikan laporan keuangan auditan 2011 dan di-suspend di pasar reguler dan pasar tunai sejak 30 Juni 2011. Selanjutnya, PWSI belum menyampaikan laporan keuangan auditan 2011, belum melakukan pembayaran denda dan di-suspend di seluruh pasar sejak 4 April 2011.
Sementara untuk status TRUB belum menyampaikan laporan keuangan auditan 2011. Mengacu pada ketentuan II.6.4 Peraturan Pencatatan Nomor: I-H tentang Sanksi,BEI dapat melakukan suspensi apabila mulai hari kalender ke- 91 sejak lampaunya batas waktu penyampaian Laporan Keuangan Perusahaan Tercatat tidak memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan.
Selain itu, perusahaan tercatat telah menyampaikan laporan keuangan namun tidak memenuhi kewajiban untuk membayar denda sebagaimana dimaksud dalam ketentuan II.6.2.dan II.6.3.Peraturan Pencatatan Nomor I-H tentang Sanksi. Menanggapi itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Isaka Yoga mengaku tidak mengetahui persis penyebab keterlambatan penyampaian laporan tahunan audit 2011.
Tapi menurut dia, biasanya karena belum masuknya laporan keuangan konsolidasi serta pergantian akuntan publik. “Itu ada proses yang bisa mengganggu atau membuat keterlambatan,”kata dia.
(and)
Lihat Juga :