Wika bangun apartemen midle-end di Bandung
Kamis, 05 Juli 2012 - 16:09 WIB
Wika bangun apartemen midle-end di Bandung
A
A
A
Sindonews.com - PT Wijaya Karya Realty, anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), segera membangun apartemen berkapasitas 700 unit di kawasan Bandung Timur membidik segmen menengah dan bawah (middle-end). Apartemen tersebut dijadwalkan mulai dihuni pada awal tahun 2014.
Project Manager Tamansari Panoramic Apartment Eko Bambang mengatakan, Apartemen Panoramic menyasar segmen masyarakat kelas menengah-bawah di kawasan Bandung Timur. Yaitu masyarakat dengan daya beli perumahan antara Rp160-300 juta.
“Segmen menengah-atas tetap bisa memiliki apartemen ini. Walaupun, kami fokus kepada segmen middle-end, terutama masyarakat di kawasan Bandung Timur,” jelas Eko Bambang di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (5/7/2012).
Dia optimistis, pertumbuhan ekonomi di Bandung akan mendorong masyarakat untuk memiliki apartemen. Terlebih, lanjut Eko, apartemen tersebut dibangun di kawasan Bandung Timur, Gedebage. Kawasan tersebut dipastikan akan terus berkembang, sejalan rencana pemerintah membangun jalur tol tengah kota, SOR Gedebage, dan lainnya.
Tamansari Panoramic Apartment, lanjut dia, dibangun menggunakan dana sharing senilai Rp150 miliar, antara PT Wijaya Karya Realty, PT Jabar Propertindo, dan PT Jasa Sarana. Rencananya, proses ground breaking dimulai pekan ini dan dijadwalkan selesai di akhir 2013 mendatang. “Pekan ini, proses pembangunan segera dimulai. Sehingga, pada awal 2014, apartemen ini sudah bisa ditempati,” jelas dia.
Dijelaskan Eko, Tamansari Panoramic Apartment dibangun di atas lahan seluas 4.143 meter persegi dengan tinggi sekitar 28 lantai, dilengkapi areal parkir. Pembangunan 700 unit apartemen tersebut menggunakan satu tower bangunan.
Diakui Eko, pada tahap awal, pihaknya membangun satu tower berkapasitas 700 unit. Kedepannya, tidak menutup kemungkinan akan bertambah, sejalan dengan pertumbuhan minat masyarakat terhadap tipe perumahan tersebut. “Kedepannya, tidak menutup kemungkinan akan ada pembangunan tower lainnya. Apalagi, lahan di kawasan ini masih cukup tersedia,” beber dia.
Marketing Tamansari Panoramic Apartment Purwanto menjelaskan, apartemen ini mulai dipasarkan satu tahun lalu. Sampai saat ini, tingkat pemesanan telah mencapai 50 persen. Jumlahnya diperkirakan akan terus meningkat, setelah proses pembangunan dimulai. “Sebagian besar pemesan berasal dari Bandung dan Jabodetabek,” kata dia.
Diakui dia, minat masyarakat memiliki apartemen cukup besar. Apalagi, pengajuan kredit kepemilikan apartemen (KPA) tidak terkena aturan pembatasan uang muka (down payment). Untuk memiliki apartemen, pembeli cukup menyertakan DP minimal 20 persen dari harga apartement.
Project Manager Tamansari Panoramic Apartment Eko Bambang mengatakan, Apartemen Panoramic menyasar segmen masyarakat kelas menengah-bawah di kawasan Bandung Timur. Yaitu masyarakat dengan daya beli perumahan antara Rp160-300 juta.
“Segmen menengah-atas tetap bisa memiliki apartemen ini. Walaupun, kami fokus kepada segmen middle-end, terutama masyarakat di kawasan Bandung Timur,” jelas Eko Bambang di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (5/7/2012).
Dia optimistis, pertumbuhan ekonomi di Bandung akan mendorong masyarakat untuk memiliki apartemen. Terlebih, lanjut Eko, apartemen tersebut dibangun di kawasan Bandung Timur, Gedebage. Kawasan tersebut dipastikan akan terus berkembang, sejalan rencana pemerintah membangun jalur tol tengah kota, SOR Gedebage, dan lainnya.
Tamansari Panoramic Apartment, lanjut dia, dibangun menggunakan dana sharing senilai Rp150 miliar, antara PT Wijaya Karya Realty, PT Jabar Propertindo, dan PT Jasa Sarana. Rencananya, proses ground breaking dimulai pekan ini dan dijadwalkan selesai di akhir 2013 mendatang. “Pekan ini, proses pembangunan segera dimulai. Sehingga, pada awal 2014, apartemen ini sudah bisa ditempati,” jelas dia.
Dijelaskan Eko, Tamansari Panoramic Apartment dibangun di atas lahan seluas 4.143 meter persegi dengan tinggi sekitar 28 lantai, dilengkapi areal parkir. Pembangunan 700 unit apartemen tersebut menggunakan satu tower bangunan.
Diakui Eko, pada tahap awal, pihaknya membangun satu tower berkapasitas 700 unit. Kedepannya, tidak menutup kemungkinan akan bertambah, sejalan dengan pertumbuhan minat masyarakat terhadap tipe perumahan tersebut. “Kedepannya, tidak menutup kemungkinan akan ada pembangunan tower lainnya. Apalagi, lahan di kawasan ini masih cukup tersedia,” beber dia.
Marketing Tamansari Panoramic Apartment Purwanto menjelaskan, apartemen ini mulai dipasarkan satu tahun lalu. Sampai saat ini, tingkat pemesanan telah mencapai 50 persen. Jumlahnya diperkirakan akan terus meningkat, setelah proses pembangunan dimulai. “Sebagian besar pemesan berasal dari Bandung dan Jabodetabek,” kata dia.
Diakui dia, minat masyarakat memiliki apartemen cukup besar. Apalagi, pengajuan kredit kepemilikan apartemen (KPA) tidak terkena aturan pembatasan uang muka (down payment). Untuk memiliki apartemen, pembeli cukup menyertakan DP minimal 20 persen dari harga apartement.
(gpr)
Lihat Juga :