Permintaan motor matic bekas meningkat di Aceh
Senin, 09 Juli 2012 - 14:11 WIB
Permintaan motor matic bekas meningkat di Aceh
A
A
A
Sindonews.com - Permintaan motor bekas di Banda Aceh dan Aceh Besar meningkat drastis jelang bulan suci Ramadan dan hari raya Idul Fitri. Toko-toko penjual motor bekas terlihat ramai dikunjungi warga.
Sejumlah pedagang mengaku sejak dua pekan terakhir, mampu menjual dua hingga tiga sepeda motor bekas setiap harinya. Sementara biasanya, hanya terjual satu sepeda motor.
Firman, salah seorang agen sepeda motor bekas di pasar Lambaro, Aceh Besar, mengaku meningkatnya permintaan sepeda motor sering terjadi jelang Ramadan. Warga yang mendatangi toko-toko sepeda motor bekas karena harganya miring.
"Permintaan mokas ini rata-rata masyarakat menengah kebawah, karena menurut mereka harganya tak begitu mahal," kata Firman, Senin (9/7/2012).
Menurut Firman, sepeda motor bekas yang paling digemari warga Banda Aceh dan Aceh Besar jenis bebek matic. Kendati permintaan meningkat, namun harga sepeda motor bekas tidak melonjak, berkisar Rp8 juta hingga Rp11 juta.
"Harga jual mokas tidak berubah tetap memasang harga lama, tidak mengambil keuntungan dengan banyaknya permintaan," ungkap Firman.
Firman mengaku tidak kesulitan mendapatkan sepeda motor bekas, ia menerima pasokan dari seluruh Aceh. Menurutnya, walau permintaan meningkat ramai juga warga yang menjual sepeda motornya jelang Ramadan tahun ini.
Sejumlah pedagang mengaku sejak dua pekan terakhir, mampu menjual dua hingga tiga sepeda motor bekas setiap harinya. Sementara biasanya, hanya terjual satu sepeda motor.
Firman, salah seorang agen sepeda motor bekas di pasar Lambaro, Aceh Besar, mengaku meningkatnya permintaan sepeda motor sering terjadi jelang Ramadan. Warga yang mendatangi toko-toko sepeda motor bekas karena harganya miring.
"Permintaan mokas ini rata-rata masyarakat menengah kebawah, karena menurut mereka harganya tak begitu mahal," kata Firman, Senin (9/7/2012).
Menurut Firman, sepeda motor bekas yang paling digemari warga Banda Aceh dan Aceh Besar jenis bebek matic. Kendati permintaan meningkat, namun harga sepeda motor bekas tidak melonjak, berkisar Rp8 juta hingga Rp11 juta.
"Harga jual mokas tidak berubah tetap memasang harga lama, tidak mengambil keuntungan dengan banyaknya permintaan," ungkap Firman.
Firman mengaku tidak kesulitan mendapatkan sepeda motor bekas, ia menerima pasokan dari seluruh Aceh. Menurutnya, walau permintaan meningkat ramai juga warga yang menjual sepeda motornya jelang Ramadan tahun ini.
(and)