Disperindag Tangsel toleransi kenaikan harga sayur 20%
Rabu, 11 Juli 2012 - 12:56 WIB
Disperindag Tangsel toleransi kenaikan harga sayur 20%
A
A
A
Sindonews.com - Harga sayuran yang ikut naik hingga 15 persen dari harga awal jelang puasa ini, mulai diwarning Disperindag Tangerang Selatan (Tangsel).
Disperindag akan langsung melakukan penelitian ke Dinas Pertanian untuk mengetahui penyebab kenaikan apabila kenaikan harga di pasaran mencapai 20 persen.
"Saat ini kenaikan masih 15 persen untuk sayuran dan komoditi lain, masih relatif normal. Kalau kami dapatkan laporan kenaikan mencapai 20 persen kami akan teliti langsung ke dinas terkait," kata Kadisperindag Tangsel, Muhammad saat melakukan sidak di pasar tradisonal Serpong.
Muhammad juga mengatakan, kenaikan ini disebabkan hasil pertanian yang berkurang di wilayahnya, sehingga berpengaruh terhadap pasokan ke daerah-daerah.
Pantauan di lokasi, beberapa sayuran yang mengalami kenaikan seperti kentang dari Rp48 ribu kini jadi Rp55 ribu, timun yang semula Rp6 ribu kini dijual Rp7 ribu, sementara untuk cabai dan bawang masih standar.
Diketahui, hari ini, Rabu (11/7/2012) Disperindag Tangsel melakukan sidak di beberapa pasar tradisonal di Tangsel.
"Kenaikan saat ini masih relatif dan dianggap wajar. Naiknya harga disebabkan stok barang yang berkurang," kata Muhammad.
Disperindag akan langsung melakukan penelitian ke Dinas Pertanian untuk mengetahui penyebab kenaikan apabila kenaikan harga di pasaran mencapai 20 persen.
"Saat ini kenaikan masih 15 persen untuk sayuran dan komoditi lain, masih relatif normal. Kalau kami dapatkan laporan kenaikan mencapai 20 persen kami akan teliti langsung ke dinas terkait," kata Kadisperindag Tangsel, Muhammad saat melakukan sidak di pasar tradisonal Serpong.
Muhammad juga mengatakan, kenaikan ini disebabkan hasil pertanian yang berkurang di wilayahnya, sehingga berpengaruh terhadap pasokan ke daerah-daerah.
Pantauan di lokasi, beberapa sayuran yang mengalami kenaikan seperti kentang dari Rp48 ribu kini jadi Rp55 ribu, timun yang semula Rp6 ribu kini dijual Rp7 ribu, sementara untuk cabai dan bawang masih standar.
Diketahui, hari ini, Rabu (11/7/2012) Disperindag Tangsel melakukan sidak di beberapa pasar tradisonal di Tangsel.
"Kenaikan saat ini masih relatif dan dianggap wajar. Naiknya harga disebabkan stok barang yang berkurang," kata Muhammad.
(gpr)
Lihat Juga :