September, 2 perusahaan siap IPO
Jum'at, 13 Juli 2012 - 10:41 WIB
September, 2 perusahaan siap IPO
A
A
A
Sindonews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan dua perusahaan telah mengajukan rencana untuk mencatatkan sahamnya atau melaksanakan penawaran umum saham perdana (IPO).
“Kedua calon emiten itu PT Provident Agro dan PT Pelayaran Nelly Dwi Putri. Mereka menggunakan buku keuangan Maret. Jika lancar perkiraan listing pada September,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen, di Jakarta kemarin.
Dia mengemukakan, ke dua perusahaan itu rencananya masing- masing akan melepas sahamnya sekitar 20-25 persen.
Namun, Hoesen belum merinci target emisi ke dua perusahaan itu. Menurutnya, PT Provident Agro telah menunjuk PT Lautan dhana Securindo sebagai penjamin pelaksana emisi. Sedangkan PT Pelayaran Nelly Dwi Putra mempercayakan PT IndoPremier Securities sebagai underwriter. Sementara, PT Mandiri Sekuritas dalam waktu dekat akan menangani dua hingga tiga emiten dalam proses penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) tahun ini.
Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Harry Supoyo mengatakan, dalam pelaksanaan IPO tersebut, salah satunya adalah PT Semen Baturaja pada semester II/2012. “Ada dua hingga tiga penawaran umum perdana saham yang akan ditangani, tetapi IPO tersebut butuh proses,” ujar Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Harry M Supoyo usai acara lísting bank Jatim di Galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta kemarin.
Namun sayangnya, Harry masih enggan menyebutkan berapa total dana yang dicari dari ketiga emiten yang akan melakukan IPO tersebut. Sementara itu, Corporate Communication PT Mandiri Sekuritas Febriani Nadira mengungkapkan, saat ini perseroan menargetkan 18 obligasi dan tujuh IPO tahun ini dengan nilai penjaminan emisi efek berkisar Rp12 triliun-Rp13 triliun. Sebelumnya pada awal tahun ditargetkan sebanyak 11 obligasi dan enam IPO dengan nilai Rp9-10 triliun. Karena menurut dia, sejauh ini IPO masih menarik di mata investor domestik dan asing.
Sebab, didukung dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup baik.“Sektor konsumer dan infrastruktur masih menarik,karena didukung tingginya konsumsi masyarakat Indonesia,” katanya. Febriani melanjutkan, saat ini yang sudah terealisasi untuk IPO tiga emiten termasuk bank Jatim. Dan untuk obligasi hingga sekarang sudah lebih 50 persen dari yang ditargetkan. Sayangnya, mengenai nilai,pihaknya belum bisa mengungkapkan lebih ditel.
“Di semester satu buat obligasi lebih terealisasi,” paparnya. Selain itu, PT Bahana Securities juga memastikan akan menangani IPO untuk tiga perusahaan.“ Saat ini kami sedang mengerjakan proses listing tiga perusahaan, diharapkan salah satunya bisa listing pada kuartal III/2012 mendatang,”ujar President Director PT Bahana Securities ko Yuliantoro usai listing Bank Jatim di Galeri bursa efek indonesia,Jakarta kemarin.
Tercatat, sepanjang 2012 terdapat 13 emiten yang mencatatkan sahamnya di BEI,yakni PT Minna Padi Investama Tbk (PADI),PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE),PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA),PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC). Selain itu, PT Trisula International Tbk (TRIS), PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX), PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA), PT MNC Sky Vision (MSKY), PT Global Teleshop (GLOB), PT Tri Banyan Tirta (ALTO), PT Gading Development (GAMA), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BJTM).
“Kedua calon emiten itu PT Provident Agro dan PT Pelayaran Nelly Dwi Putri. Mereka menggunakan buku keuangan Maret. Jika lancar perkiraan listing pada September,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen, di Jakarta kemarin.
Dia mengemukakan, ke dua perusahaan itu rencananya masing- masing akan melepas sahamnya sekitar 20-25 persen.
Namun, Hoesen belum merinci target emisi ke dua perusahaan itu. Menurutnya, PT Provident Agro telah menunjuk PT Lautan dhana Securindo sebagai penjamin pelaksana emisi. Sedangkan PT Pelayaran Nelly Dwi Putra mempercayakan PT IndoPremier Securities sebagai underwriter. Sementara, PT Mandiri Sekuritas dalam waktu dekat akan menangani dua hingga tiga emiten dalam proses penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) tahun ini.
Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Harry Supoyo mengatakan, dalam pelaksanaan IPO tersebut, salah satunya adalah PT Semen Baturaja pada semester II/2012. “Ada dua hingga tiga penawaran umum perdana saham yang akan ditangani, tetapi IPO tersebut butuh proses,” ujar Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Harry M Supoyo usai acara lísting bank Jatim di Galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta kemarin.
Namun sayangnya, Harry masih enggan menyebutkan berapa total dana yang dicari dari ketiga emiten yang akan melakukan IPO tersebut. Sementara itu, Corporate Communication PT Mandiri Sekuritas Febriani Nadira mengungkapkan, saat ini perseroan menargetkan 18 obligasi dan tujuh IPO tahun ini dengan nilai penjaminan emisi efek berkisar Rp12 triliun-Rp13 triliun. Sebelumnya pada awal tahun ditargetkan sebanyak 11 obligasi dan enam IPO dengan nilai Rp9-10 triliun. Karena menurut dia, sejauh ini IPO masih menarik di mata investor domestik dan asing.
Sebab, didukung dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup baik.“Sektor konsumer dan infrastruktur masih menarik,karena didukung tingginya konsumsi masyarakat Indonesia,” katanya. Febriani melanjutkan, saat ini yang sudah terealisasi untuk IPO tiga emiten termasuk bank Jatim. Dan untuk obligasi hingga sekarang sudah lebih 50 persen dari yang ditargetkan. Sayangnya, mengenai nilai,pihaknya belum bisa mengungkapkan lebih ditel.
“Di semester satu buat obligasi lebih terealisasi,” paparnya. Selain itu, PT Bahana Securities juga memastikan akan menangani IPO untuk tiga perusahaan.“ Saat ini kami sedang mengerjakan proses listing tiga perusahaan, diharapkan salah satunya bisa listing pada kuartal III/2012 mendatang,”ujar President Director PT Bahana Securities ko Yuliantoro usai listing Bank Jatim di Galeri bursa efek indonesia,Jakarta kemarin.
Tercatat, sepanjang 2012 terdapat 13 emiten yang mencatatkan sahamnya di BEI,yakni PT Minna Padi Investama Tbk (PADI),PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE),PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA),PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC). Selain itu, PT Trisula International Tbk (TRIS), PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX), PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA), PT MNC Sky Vision (MSKY), PT Global Teleshop (GLOB), PT Tri Banyan Tirta (ALTO), PT Gading Development (GAMA), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BJTM).
(and)
Lihat Juga :