Dewan desak asosiasi garam segera dibentuk

Sabtu, 14 Juli 2012 - 14:17 WIB
Dewan desak asosiasi...
Dewan desak asosiasi garam segera dibentuk
A A A
Sindonews.com – Perlindungan terhadap kalangan petani garam, menjelang masa panen, mendapat perhatian dari kalangan DPRD Sumenep. Terbaru, dewan mendesak agar segera dibentuk asosiasi garam yang diakui oleh semua kalangan, guna menghindari permainan harga.

Ketua Komisi B DPRD Sumenep, Bambang Prayogi menyatakan, selama ini kebedaraan assosiasi garam sangat banyak dan bermacam-macam. Akibatnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tidak tahu secara pasti nilai serap garam yang dilakukan para pengusaha garam.

Banyaknya assosiasi garam tersebut, menurutnya, menjadi salah satu tidak adanya data penyerapan garam. Sebalinya, diduga terjadi manipulasi data sebesar mungkin, agar pengusaha garam bisa mendapat ijin impor garam.

“Makanya, kami ingin secepatnya dibentuk assosiasi garam yang diakui secara bersama. Baik itu diakui kalangan petani dan pengusaha,” ujarnya.

Bambang menilai, adanya asosiasi garam yang diakui bersama tersebut, kepentingan petani dan pengusaha bisa dikomunikasikan. Terlebih lagi, untuk melindungi petani garam terhadap permainan penyerapan garam oleh pengusaha garam, yang sering terjadi menjelang masa panen.

Guna mewujudkan adanya asosiasi garam tersebut. Dia juga akan mendesak mendesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat, untuk bisa menjadi fasilitator, sehingga bisa segera terwujud. Tentunya, assosiasi yang diakui bersama, baik petani dan pengusaha garam, maupun Pemkab.

“Assosiasi garam yang diakui bersama harus dibentuk dulu. Baru bisa diterbitkan Perbup tentang tata niaga garam, untuk melindungi Petani Garam,” ungkapnya.

Sementara itu, aktivis peduli garam rakyat Sumenep, Ahmad Sofyan, menyatakan, fenomena yang sering terjadi menjelang musim panen, adalah terkait harga beli. Di mana, biasanya daya beli garam terhadap petani cukup rendah, sehingga antara modal dan hasil penjualan tidak maksimal.

“Itu belum terkedala gempuran garam impor, yang membuat kalangan petani kelabakan karena garam dibeli dengan harga rendah,” ucapnya.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Produksi Garam Sulsel...
Produksi Garam Sulsel Terus Turun Dalam 2 Tahun Terakhir
Produksi dan Kebutuhan...
Produksi dan Kebutuhan Jomplang, RI Bakal Kecanduan Impor Garam
Pakar UI: Garam Bermutu...
Pakar UI: Garam Bermutu Dihasilkan Dari Panen di Atas Meja Garam
APGRI Beberkan Penyebab...
APGRI Beberkan Penyebab Indonesia Selalu Impor Garam
Industri Pengguna Garam...
Industri Pengguna Garam Bisa Tenang, Ada Jaminan Pasokan dari Kemenperin
KPPU Endus Ada potensi...
KPPU Endus Ada potensi Rente di Impor Garam
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
33 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
48 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Trump Segera Bertemu...
Trump Segera Bertemu Putin untuk Rundingkan Akhir Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved