Rusia resmi jadi anggota WTO ke-156
Minggu, 22 Juli 2012 - 19:09 WIB
Rusia resmi jadi anggota WTO ke-156
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Rusia Vladimir Putin telah menandatangani RUU yang menandai masuknya Moskow sebagai anggota World Trade Organization (WTO).
Rusia kini resmi menjadi negara anggota WTO yang ke-156. Rusia berharap langkahnya dapat membantu mengurangi ketergantungan pada ekspor minyak dan gas.
Seperti diberitakan oleh kantor berita Kremlin, penanandatangan keanggotaan Rusia dalam WTO sekaligus menjadi akhir bagi perundingan panjang negara beruang merah ini selama 18 tahun.
Majelis rendah parlemen Duma, dan majelis tinggi Dewan Federasi di WTO menyetujui keputusan itu awal bulan ini. Keputusan itu akan masuk dalam undang-undang dasar dalam waktu 30 hari.
Sebelumnya, Rusia menjadi satu-satunya kekuatan ekonomi besar dunia yang tidak masuk dalam WTO setelah China diterima menjadi anggota WTO pada 2001 lalu.
Seperti dilansir dalam presstv, Minggu (22/7/2012), kritikus memperingatkan, hal ini bagi sejumlah industri menengah Rusia mungkin tidak akan mampu bersaing dengan produk impor yang murah menyusul penurunan bea cukai.
Rusia telah menyetujui pemotongan bea cukai yang akan mencapai 6,0 persen dari tingkat rata-rata saat ini 9,5 persen dalam tiga tahun, ketentuan ini merupakan syarat utama dalam keanggotaan Rusia dalam WTO.
Namun, para pakar memprediksi bahwa keanggotaan Rusia akan mendorong kompetisi dan produk domestik bruto sebesar 11 persen dalam jangka panjang.
Rusia kini resmi menjadi negara anggota WTO yang ke-156. Rusia berharap langkahnya dapat membantu mengurangi ketergantungan pada ekspor minyak dan gas.
Seperti diberitakan oleh kantor berita Kremlin, penanandatangan keanggotaan Rusia dalam WTO sekaligus menjadi akhir bagi perundingan panjang negara beruang merah ini selama 18 tahun.
Majelis rendah parlemen Duma, dan majelis tinggi Dewan Federasi di WTO menyetujui keputusan itu awal bulan ini. Keputusan itu akan masuk dalam undang-undang dasar dalam waktu 30 hari.
Sebelumnya, Rusia menjadi satu-satunya kekuatan ekonomi besar dunia yang tidak masuk dalam WTO setelah China diterima menjadi anggota WTO pada 2001 lalu.
Seperti dilansir dalam presstv, Minggu (22/7/2012), kritikus memperingatkan, hal ini bagi sejumlah industri menengah Rusia mungkin tidak akan mampu bersaing dengan produk impor yang murah menyusul penurunan bea cukai.
Rusia telah menyetujui pemotongan bea cukai yang akan mencapai 6,0 persen dari tingkat rata-rata saat ini 9,5 persen dalam tiga tahun, ketentuan ini merupakan syarat utama dalam keanggotaan Rusia dalam WTO.
Namun, para pakar memprediksi bahwa keanggotaan Rusia akan mendorong kompetisi dan produk domestik bruto sebesar 11 persen dalam jangka panjang.
(gpr)
Lihat Juga :