Harga sembako naik, Disperindag Indramayu gelar sidak
Senin, 23 Juli 2012 - 16:44 WIB
Harga sembako naik, Disperindag Indramayu gelar sidak
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop & UKM) Kabupaten Indramayu melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau pergerakan harga sembako di sejumlah pasar tradisional pada awal Ramadan. Pemantauan harga sembako tersebut dilakukan untuk menjaga kestabilan harga sembako di pasaran.
Dari hasil pemantauan harga sembako di sejumlah pasar tradisional sejumlah harga masih mengalami kenaikan di awal Ramadan ini.
Harga beras IR 64 sebesar Rp8.500 per kg. Harga ini masih cukup tinggi dibandingkan harga sebelum Ramadan yakni Rp8.000 per kg.
Selain itu harga daging sapi juga tetap berada pada kisaran Rp75-80 ribu per kg. Harga ini lebih tinggi dibandingkan harga sebelum Ramadan yakni Rp72 ribu per kg.
Meski begitu, sejumlah harga sembako lainnya relatif mengalami penurunan. Gula pasir saat ini sebesar Rp12.500 per kg dibandingkan harga sebelum Ramadan sebesar Rp13.000 per kg.
Sementara itu harga telor sebesar Rp18.500 per kg. Meski masih cukup tinggi, namun harga telor lebih rendah dibandingkan satu pekan sebelum Ramadan sebesar Rp19.000 per kg.
Kepala disperindagkop & UKM Kabupaten Indramayu, Warjo mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan, kenaikan harga sembako masih di bawah 10 persen atau dalam kategori ambang batas kewajaran. "Kalau kenaikannya di atas sepuluh persen, kita akan siapkan operasi pasar," katanya.
Warjo menilai kenaikan harga sembako saat awal Ramadan lebih dikarenakan tingginya permintaan dari konsumen. "Meski begitu, kita akan terus pantau harga sembako hingga akhir Ramadan nanti," katanya.
Sementara itu, selain memantau harga sembako, Disperindagkop & UKM Kabupaten Indramayu juga mengecek kadaluarsa makanan kemasan di sejumlah toserba. "Sejauh ini sejumlah toserba memiliki quality control yang baik sehingga regulasi dan tanggal kadaluarsa selalu dilakukan pengecekan secara berkala," katanya.
Disperindagkop & UKM kabupaten Indramayu juga telah memberikan surat resmi kepada toserba dan minimarket untuk melakukan pengawasan makanan dan minuman yang akan digunakan konsumen untuk kebutuhan Ramadan serta Idul fitri. "Pengelola minimarket serta toserba diharapkan mampu melakukan pengecekan secara internal sehingga produk yang dijual di pasaran telah sesuai dengan ketentuan," katanya.
Pihaknya juga tidak segan-segan untuk menarik produk atau makanan yang kadaluarsa dan tidak sesuai dengan aturan peredaran makanan dan minuman.
Sementara itu, sejumlah daging baik daging ayam dan daging sapi secara kualitas cukup baik. "Kesehatan daging juga sesuai dengan ketentuan," ungkap Dian Daju, dokter hewan dinas pertanian dan peternakan kabupaten Indramayu. Artinya, daging ayam, kambing serta sapi yang dijual di pasaran tidak mengandung zat atau penyakit berbahaya.
Dari hasil pemantauan harga sembako di sejumlah pasar tradisional sejumlah harga masih mengalami kenaikan di awal Ramadan ini.
Harga beras IR 64 sebesar Rp8.500 per kg. Harga ini masih cukup tinggi dibandingkan harga sebelum Ramadan yakni Rp8.000 per kg.
Selain itu harga daging sapi juga tetap berada pada kisaran Rp75-80 ribu per kg. Harga ini lebih tinggi dibandingkan harga sebelum Ramadan yakni Rp72 ribu per kg.
Meski begitu, sejumlah harga sembako lainnya relatif mengalami penurunan. Gula pasir saat ini sebesar Rp12.500 per kg dibandingkan harga sebelum Ramadan sebesar Rp13.000 per kg.
Sementara itu harga telor sebesar Rp18.500 per kg. Meski masih cukup tinggi, namun harga telor lebih rendah dibandingkan satu pekan sebelum Ramadan sebesar Rp19.000 per kg.
Kepala disperindagkop & UKM Kabupaten Indramayu, Warjo mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan, kenaikan harga sembako masih di bawah 10 persen atau dalam kategori ambang batas kewajaran. "Kalau kenaikannya di atas sepuluh persen, kita akan siapkan operasi pasar," katanya.
Warjo menilai kenaikan harga sembako saat awal Ramadan lebih dikarenakan tingginya permintaan dari konsumen. "Meski begitu, kita akan terus pantau harga sembako hingga akhir Ramadan nanti," katanya.
Sementara itu, selain memantau harga sembako, Disperindagkop & UKM Kabupaten Indramayu juga mengecek kadaluarsa makanan kemasan di sejumlah toserba. "Sejauh ini sejumlah toserba memiliki quality control yang baik sehingga regulasi dan tanggal kadaluarsa selalu dilakukan pengecekan secara berkala," katanya.
Disperindagkop & UKM kabupaten Indramayu juga telah memberikan surat resmi kepada toserba dan minimarket untuk melakukan pengawasan makanan dan minuman yang akan digunakan konsumen untuk kebutuhan Ramadan serta Idul fitri. "Pengelola minimarket serta toserba diharapkan mampu melakukan pengecekan secara internal sehingga produk yang dijual di pasaran telah sesuai dengan ketentuan," katanya.
Pihaknya juga tidak segan-segan untuk menarik produk atau makanan yang kadaluarsa dan tidak sesuai dengan aturan peredaran makanan dan minuman.
Sementara itu, sejumlah daging baik daging ayam dan daging sapi secara kualitas cukup baik. "Kesehatan daging juga sesuai dengan ketentuan," ungkap Dian Daju, dokter hewan dinas pertanian dan peternakan kabupaten Indramayu. Artinya, daging ayam, kambing serta sapi yang dijual di pasaran tidak mengandung zat atau penyakit berbahaya.
(gpr)
Lihat Juga :