KRAS tambah saham di Indo Japan Steel
Selasa, 24 Juli 2012 - 09:27 WIB
KRAS tambah saham di Indo Japan Steel
A
A
A
Sindonews.com – PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) akan menambah kepemilikan saham di PT Indo Japan Steel Center menjadi 20 persen pada pekan ini. Penambahan saham tersebut bertujuan akan meningkatkan sektor baja automotif.
Direktur Utama Krakatau Steel Irvan Kamal Hakim mengatakan, perseroan menambah penyertaan modal sebesar Rp10 miliar untuk merealisasikan aksi korporasi tersebut. “Dana penyertaan modal untuk menambah 10 persen saham berasal dari kas internal perusahaan,” kata dia di Jakarta kemarin.
Sekedar mengingatkan, perseroan bersama dengan Nippon Steel Trading Co Ltd, PT Adyawinsa Dinamika, dan PT Dwijaya Sentosa Abadi membentuk perusahaan patungan yang diberi nama PT Indo Japan Steel Center pada kuartal IV tahun lalu.
Adapun, kepemilikan saham Krakatau Steel hanya 10 persen, sedangkan tiga perusahaan lain masing-masing memiliki 30 persen saham.Perusahaan patungan yang dibangun dengan investasi awal senilai Rp100 miliar tersebut memproduksi baja lembaran dengan prioritas pembuatan baja lembaran untuk komponen kendaraan bermotor (automotif). Irvan menjelaskan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baja tersebut berencana meningkatkan porsi saham secara bertahap di Indo Japan.
Namun, disinggung mengenai porsinya,dia masih belum mau mengungkapkan lantaran masih dipelajari. “Secara bertahap tentu kami akan meningkatkan jumlah kepemilikan saham di sana, tapi belum bisa dipastikan berapa besarnya dan apakah akan mayoritas atau tidak,” ujarnya. Menurutnya, dengan bertambahnya jumlah saham di Indo Japan akan memberi imbas positif terhadap perusahaan lantaran pangsa pasar perseroan untuk sektor automotif akan meningkat.
Analis Capital Price Deddy Ertanto menilai, naiknya kebutuhan baja domestik dan luar negeri seiring meningkatnya pembangunan infrastruktur akan memberi dampak positif terhadap kinerja perseroan.
Direktur Utama Krakatau Steel Irvan Kamal Hakim mengatakan, perseroan menambah penyertaan modal sebesar Rp10 miliar untuk merealisasikan aksi korporasi tersebut. “Dana penyertaan modal untuk menambah 10 persen saham berasal dari kas internal perusahaan,” kata dia di Jakarta kemarin.
Sekedar mengingatkan, perseroan bersama dengan Nippon Steel Trading Co Ltd, PT Adyawinsa Dinamika, dan PT Dwijaya Sentosa Abadi membentuk perusahaan patungan yang diberi nama PT Indo Japan Steel Center pada kuartal IV tahun lalu.
Adapun, kepemilikan saham Krakatau Steel hanya 10 persen, sedangkan tiga perusahaan lain masing-masing memiliki 30 persen saham.Perusahaan patungan yang dibangun dengan investasi awal senilai Rp100 miliar tersebut memproduksi baja lembaran dengan prioritas pembuatan baja lembaran untuk komponen kendaraan bermotor (automotif). Irvan menjelaskan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baja tersebut berencana meningkatkan porsi saham secara bertahap di Indo Japan.
Namun, disinggung mengenai porsinya,dia masih belum mau mengungkapkan lantaran masih dipelajari. “Secara bertahap tentu kami akan meningkatkan jumlah kepemilikan saham di sana, tapi belum bisa dipastikan berapa besarnya dan apakah akan mayoritas atau tidak,” ujarnya. Menurutnya, dengan bertambahnya jumlah saham di Indo Japan akan memberi imbas positif terhadap perusahaan lantaran pangsa pasar perseroan untuk sektor automotif akan meningkat.
Analis Capital Price Deddy Ertanto menilai, naiknya kebutuhan baja domestik dan luar negeri seiring meningkatnya pembangunan infrastruktur akan memberi dampak positif terhadap kinerja perseroan.
(and)
Lihat Juga :