Pemerintah dituntut cabut bea masuk kedelai
Selasa, 24 Juli 2012 - 14:33 WIB
Pemerintah dituntut cabut bea masuk kedelai
A
A
A
Sindonews.com - Selama tiga hari ini mulai besok para pengrajin tahu tempe akan berhenti sementara memproduksi tahu tempe, menyusul tingginya harga kedelai yang melambung tinggi.
"Kita mogok mulai besok," kata Khairun, Ketua Paguyuban Pengrajin Tempe Tahu di Kampung Rawa Jakarta Pusat di kediamannya, Selasa (24/7/2012).
Saat ini, lanjutnya, harga kedelai mencapai Rp8.500 per kilogramnya, sebelumnya hanya kisaran antara Rp5.500 hingga Rp5.600.
"Sekarang ini, gejolak dua bulan sampai sekarang, ini di luar Jakarta sudah Rp8.500. Jadi kita sebagai pengrajin tahu tempe itu kan sangat keberatan, ya gini kayak kerja bakti aja," ujarnya.
Khairun meminta agar pajak bea masuk komoditas kedelai dicabut oleh Kementerian Perdagangan. "Pajak bea masuk harus nol persen, karena pajak ini penyebab tingginya harga kedelai, ke depannya Bulog juga harus bisa ikut dalam pengadaan kedelai ini seperti masa lalu," harapnya.
Sebelumnya, para pengrajin tahu tempe ini melakukan sweeping untuk mengajak para pengrajin tahu tempe yang lain agar tidak memproduksi tahu tempe.
"Nanti malam kita akan sweeping lagi, kalau ada tahu tempe yang dibikin ya kita buang-buangin, tapi kita tidak anarkis," pungkasnya.
"Kita mogok mulai besok," kata Khairun, Ketua Paguyuban Pengrajin Tempe Tahu di Kampung Rawa Jakarta Pusat di kediamannya, Selasa (24/7/2012).
Saat ini, lanjutnya, harga kedelai mencapai Rp8.500 per kilogramnya, sebelumnya hanya kisaran antara Rp5.500 hingga Rp5.600.
"Sekarang ini, gejolak dua bulan sampai sekarang, ini di luar Jakarta sudah Rp8.500. Jadi kita sebagai pengrajin tahu tempe itu kan sangat keberatan, ya gini kayak kerja bakti aja," ujarnya.
Khairun meminta agar pajak bea masuk komoditas kedelai dicabut oleh Kementerian Perdagangan. "Pajak bea masuk harus nol persen, karena pajak ini penyebab tingginya harga kedelai, ke depannya Bulog juga harus bisa ikut dalam pengadaan kedelai ini seperti masa lalu," harapnya.
Sebelumnya, para pengrajin tahu tempe ini melakukan sweeping untuk mengajak para pengrajin tahu tempe yang lain agar tidak memproduksi tahu tempe.
"Nanti malam kita akan sweeping lagi, kalau ada tahu tempe yang dibikin ya kita buang-buangin, tapi kita tidak anarkis," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :