Bulog diyakini mampu jadi pilar swasembada pangan

Sabtu, 28 Juli 2012 - 13:26 WIB
Bulog diyakini mampu...
Bulog diyakini mampu jadi pilar swasembada pangan
A A A
Sindonews.com - Kembalinya fungsi Perusahaan Umum (Perum) Bulog pada aslinya untuk mengatur harga bahan pokok, memberikan secercah titik cerah dalam persoalan pangan yang semakin rumit di Indonesia. Walaupun masih dalam pembahasan, namun banyak pihak yang pastinya sangat mendukung kebijakan ini.

Direktur Pelayanan Public Perum Bulog, Agusdin Farid menuturkan, proyeksinya nanti, Bulog tidak hanya akan menstabilkan harga, namun juga akan mempercepat proses untuk mencapai swasembada di beberapa bahan pokok, yang salah satunya adalah kedelai.

"Jadi dapat dikatakan sangat erat hubungannya, antara dengan menstabilkan harga dengan swasembada pangan," ungkapnya pada acara Polemik Sindoradio "Memble Tanpa Kedelai" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (28/7/2012).

Menurutnya, dengan kebijakan itu para petani akan sangat bergairah untuk menanam kedelai. Karena pasalnya untuk saat ini, harga kedelai sebelum naik, jauh sangat tidak menguntungkan petani. Kemudian setelah ada kenaikan, dimana harga kedelai mencapai Rp8.000, petani cukup semangat. "Karena menjaga harga sehingga petani bergairah dan kepastian harga yang diperoleh," tuturnya.

Konsep peralihan fungsi Bulog, nantinya akan kembali menetapkan harga batas terendah dan harga batas tertinggi dari kedelai di Indonesia. Jadi, walaupun dunia menarik harga dengan angka yang tinggi, baik petani dan konsumen di Indonesia akan tetap aman.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Suswono menyatakan dalam waktu dekat Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan kembali ke fungsi awalnya, yaitu menjaga kestabilan harga bahan pokok. Walaupun masih dalam pembahasan, namun menurutnya, hal ini sudah disetujui oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Targetnya, bulan depan (Agustus) Bulog sudah kembali ke fungsinya pada era orde baru.

"Nanti untuk tadi menyanggah bahan pokok, sehingga nanti ada semacam Harga Pembelian Pemerintah (HPP), supaya nanti saat kedelai misalnya turun harganya, ada batas turun berapa," ucap Suswanto.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kebijakan Pe­merintah...
Kebijakan Pe­merintah Soal Perberasan Harus Lindungi Petani
Perkuat Ketahanan Pangan...
Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Perum BULOG Siap Dukung Koperasi Merah Putih
Bulog Peduli Gizi Gelontorkan...
Bulog Peduli Gizi Gelontorkan Bantuan Beras Bervitamin kepada Dua Ribu Balita
Kinerja Gemilang BULOG...
Kinerja Gemilang BULOG Jatim: Lampaui Target dan Jadi Tulang Punggung Penyerapan Beras Nasional
Baru Menjabat, Dirut...
Baru Menjabat, Dirut Bulog Langsung Temui Menteri Pertanian Amran Sulaiman
Peringati Hari Gizi...
Peringati Hari Gizi Nasional, BULOG PEDULI Gelontorkan 6 Ton Beras Bervitamin
Berita Terkini
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
10 menit yang lalu
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
35 menit yang lalu
Grab Ambil Alih Kendali...
Grab Ambil Alih Kendali Superbank, Fokus Perluas Akses Pembiayaan Digital
59 menit yang lalu
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
1 jam yang lalu
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
1 jam yang lalu
Prabowo Panggil Chatib...
Prabowo Panggil Chatib Basri ke Istana, Ada Apa?
1 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved