Jangan berharap pasokan kedelai dari Jatim
Minggu, 29 Juli 2012 - 17:28 WIB
Jangan berharap pasokan kedelai dari Jatim
A
A
A
Sindonews.com - Minat petani kedelai tanam kedelai belum optimal, pemerintah pusat jangan berharap pasokan kedelai dari Jawa Timur (Jatim)
Salah satu faktor melambungnya harga kedelai akibat minimnya stok kedelai lokal dari petani kedelai. Di Sidoarjo, Jawa Timur, minat petani kedelai untuk menanam kedelai belum optimal dan belum bisa konsentrasi penuh untuk mengelola tanaman kedelai. Petani lebih cenderung memilih menanam padi atau tebu yang lebih menguntungkan. Sementara terkait kondisi ini, Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta kepada pemerintah pusat untuk tidak berharap pasokan kedelai dari Jawa Timur dan lebih mengoptimalkan petani kedelai di luar Jawa Timur.
Meski keuntungan menanam kedelai saat ini sangat tinggi karena harga kedelai cukup tinggi, namun ratusan petani kedelai di Sidoarjo, Jawa Timur belum bisa mendorong minat petani untuk lebih mengoptimalkan menanam kedelai.
Petani kedelai di kawasan Wonoayu, Sidoarjo misalnya. Mereka masih lebih memilih menanam padi atau tebu dibanding menanam kedelai karena lebih menjanjikan keuntungannya. Petani beranggapan, belum tentu hasil panen kedelai akan menguntungkan seperti yang terjadi saat ini.
Naik turunnya harga jual kedelai di pasaran sangat berpengaruh bagi minat petani kedelai untuk mengolah tanaman kedelai. Dari beberapa musim panen kedelai dua tahun ini misalnya, baru saat ini petani merasakan keuntungan yang tinggi dengan harga jual kedelai bisa tinggi mencapai Rp8.000 per kilogram. Sebelumnya, petani kedelai menjerit karena harga jual kedelai masih dibawah rata-rata hanya sekitar Rp5.000 per kilogram. Apalagi dengan sulitnya pengelolaan tanaman kedelai, membuat petani lokal masih belum bisa konsentrasi untuk menanam kedelai.
Sementara itu. terkait dengan kondisi ini, Gubernur Jawa Timur Soekarwo telah meminta kepada pemerintah pusat untuk lebih mengoptimalkan pengelolaan kedelai di luar Jawa Timur. Gubernur meminta kepada pemerintah pusat untuk tidak terlalu berharap pasokan kedelai dari petani kedelai di Jawa Timur, karena petani di Jawa Timur lebih memilih menanam padi atau tebu yang lebih menjanjikan keuntungannya. "Enggak bisa kalau Jawa Timur diforsir untuk menanam kedelai," tegas Soekarwo, Minggu (29/7/2012).
Sebagai solusi untuk menangani melambungnya harga kedelai, Gubernur telah meminta pemerintah pusat untuk membebaskan bea masuk untuk impor kedelai dari luar negeri.
Salah satu faktor melambungnya harga kedelai akibat minimnya stok kedelai lokal dari petani kedelai. Di Sidoarjo, Jawa Timur, minat petani kedelai untuk menanam kedelai belum optimal dan belum bisa konsentrasi penuh untuk mengelola tanaman kedelai. Petani lebih cenderung memilih menanam padi atau tebu yang lebih menguntungkan. Sementara terkait kondisi ini, Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta kepada pemerintah pusat untuk tidak berharap pasokan kedelai dari Jawa Timur dan lebih mengoptimalkan petani kedelai di luar Jawa Timur.
Meski keuntungan menanam kedelai saat ini sangat tinggi karena harga kedelai cukup tinggi, namun ratusan petani kedelai di Sidoarjo, Jawa Timur belum bisa mendorong minat petani untuk lebih mengoptimalkan menanam kedelai.
Petani kedelai di kawasan Wonoayu, Sidoarjo misalnya. Mereka masih lebih memilih menanam padi atau tebu dibanding menanam kedelai karena lebih menjanjikan keuntungannya. Petani beranggapan, belum tentu hasil panen kedelai akan menguntungkan seperti yang terjadi saat ini.
Naik turunnya harga jual kedelai di pasaran sangat berpengaruh bagi minat petani kedelai untuk mengolah tanaman kedelai. Dari beberapa musim panen kedelai dua tahun ini misalnya, baru saat ini petani merasakan keuntungan yang tinggi dengan harga jual kedelai bisa tinggi mencapai Rp8.000 per kilogram. Sebelumnya, petani kedelai menjerit karena harga jual kedelai masih dibawah rata-rata hanya sekitar Rp5.000 per kilogram. Apalagi dengan sulitnya pengelolaan tanaman kedelai, membuat petani lokal masih belum bisa konsentrasi untuk menanam kedelai.
Sementara itu. terkait dengan kondisi ini, Gubernur Jawa Timur Soekarwo telah meminta kepada pemerintah pusat untuk lebih mengoptimalkan pengelolaan kedelai di luar Jawa Timur. Gubernur meminta kepada pemerintah pusat untuk tidak terlalu berharap pasokan kedelai dari petani kedelai di Jawa Timur, karena petani di Jawa Timur lebih memilih menanam padi atau tebu yang lebih menjanjikan keuntungannya. "Enggak bisa kalau Jawa Timur diforsir untuk menanam kedelai," tegas Soekarwo, Minggu (29/7/2012).
Sebagai solusi untuk menangani melambungnya harga kedelai, Gubernur telah meminta pemerintah pusat untuk membebaskan bea masuk untuk impor kedelai dari luar negeri.
(and)
Lihat Juga :