Bikin anak usaha, Len-Pertamina gelontorkan USD4,4 juta
Minggu, 29 Juli 2012 - 17:23 WIB
Bikin anak usaha, Len-Pertamina gelontorkan USD4,4 juta
A
A
A
Sindonews.com - PT Len Industri (Persero) dan PT Pertamina (Persero) berencana menginvestasikan dana senilai USD4,4 juta lebih untuk mendirikan anak perusahaan baru. Anak perusahaan tersebut akan memproduksi solar photovoltaik atau panel sel surya untuk pengadaan energi terbarukan di luar energi yang berumber dari fosil.
Manajer Hukum dan Humas PT Len Industri Wargita menjelaskan, rencana pembentukan anak usaha baru kerjasama Len dan Pertamina sudah masuk tahap akhir. Saat ini, pihaknya masih membahas soal nama perusahaan dan bentuk perusahannya. Rencananya, anak perusahaan itu bernama PT Lenperta dengan badan hukum perseroan.
"Nama ini gabungan dari nama Len Industri dan Pertamina. Tapi saat ini masih dalam proses finalisasi," jelas Wargita. Setelah semua proses administratif rampung, dia berharap, perusahaan tersebut bisa segera beroperasi.
"Tahun 2014, kami berharap perusahaan ini sudah mulai beroperasi. Saat ini, proses pendirian perusahaan telah mencapai tahap final," jelas dia. Rencananya, perusahaan ini akan berada di Jawa Barat, tepatnya Teluk Jambe Karawang.
Bagi PT Len, apabila rencana tersebut terealisasi, maka PT Lenperta adalah usaha keempat yang dimiliki PT Len, setelah PT Eltran Indonesia, PT Surya Energi Indotama, dan PT Len Railway Systems. Ketiganya memiliki garapan usaha berbeda.
Diakui dia, anak perusahaan itu akan memakan investasi sekitar USD4,4 juta. Dana tersebut berasal dari kedua BUMN yang begerak pada tekenologi dan bahan bakar itu. Perusahaan ini, akan menjadi pabrik solar sel terbesar di Indonesia. "Kawasan pabrik akan dibuat dengan konsep industri hijau," timpal Wargita.
Menurut dia, potensi pengembangan energi solar masih cukup menjanjikan. Permintaan produk terhadap teknologi ini cukup besar. Tidak hanya di pasar domestik, tapi juga di pasar internasional.
Di Indonesia, kebutuhan solar panel mencapai 65 megawatt peak peak (WMp) per tahun. Untuk sektor penerangan jalan, bandara, infrastruktur serta untuk kebutuhan listrik di pemukiman penduduk yang terpencil dan tidak memungkinan terjangkau jaringan listrik PLN.
Manajer Hukum dan Humas PT Len Industri Wargita menjelaskan, rencana pembentukan anak usaha baru kerjasama Len dan Pertamina sudah masuk tahap akhir. Saat ini, pihaknya masih membahas soal nama perusahaan dan bentuk perusahannya. Rencananya, anak perusahaan itu bernama PT Lenperta dengan badan hukum perseroan.
"Nama ini gabungan dari nama Len Industri dan Pertamina. Tapi saat ini masih dalam proses finalisasi," jelas Wargita. Setelah semua proses administratif rampung, dia berharap, perusahaan tersebut bisa segera beroperasi.
"Tahun 2014, kami berharap perusahaan ini sudah mulai beroperasi. Saat ini, proses pendirian perusahaan telah mencapai tahap final," jelas dia. Rencananya, perusahaan ini akan berada di Jawa Barat, tepatnya Teluk Jambe Karawang.
Bagi PT Len, apabila rencana tersebut terealisasi, maka PT Lenperta adalah usaha keempat yang dimiliki PT Len, setelah PT Eltran Indonesia, PT Surya Energi Indotama, dan PT Len Railway Systems. Ketiganya memiliki garapan usaha berbeda.
Diakui dia, anak perusahaan itu akan memakan investasi sekitar USD4,4 juta. Dana tersebut berasal dari kedua BUMN yang begerak pada tekenologi dan bahan bakar itu. Perusahaan ini, akan menjadi pabrik solar sel terbesar di Indonesia. "Kawasan pabrik akan dibuat dengan konsep industri hijau," timpal Wargita.
Menurut dia, potensi pengembangan energi solar masih cukup menjanjikan. Permintaan produk terhadap teknologi ini cukup besar. Tidak hanya di pasar domestik, tapi juga di pasar internasional.
Di Indonesia, kebutuhan solar panel mencapai 65 megawatt peak peak (WMp) per tahun. Untuk sektor penerangan jalan, bandara, infrastruktur serta untuk kebutuhan listrik di pemukiman penduduk yang terpencil dan tidak memungkinan terjangkau jaringan listrik PLN.
(and)
Lihat Juga :