Distribusi raskin tuntas sebelum Lebaran
Rabu, 01 Agustus 2012 - 11:44 WIB
Distribusi raskin tuntas sebelum Lebaran
A
A
A
Sindonews.com – Sub Divisi Regional Dolog Subang mengimbau pengelola beras untuk warga miskin (raskin) ke-13 untuk mendistribusikan kepada masyarakat kurang mampu sebelum Lebaran tahun ini.
Hal itu sebagai antisipasi tingginya permintaan beras saat Ramadan dan Idul Fitri. Kepala Sub Divre Subang Apip Djajadisastra mengatakan, pengelolaan raskin ke-13 ini, baik di desa maupun kelurahan harus terlebih dahulu melunasi tunggakan bulan sebelumnya. Sebab,dalam pendistribusiannya berasiniharus cash dan tidak ada beban lain yang menjadi syarat sebelumnya.
“Raskin ke-13 merupakan program pemerintah untuk mengantisipasi tingginya permintaan pasar saat Ramadan dan Lebaran.Beras ini bisa juga digunakan untuk operasi pasar sebagai bentuk pengendalian harga,” jelas Apip kepada SINDO,kemarin. Volume raskin ke-13 ini, kata dia,sama dengan beras reguler dalam satu bulan,yakni untuk Kabupaten Subang se-banyak 2.248.500 kg dan Kabupaten Purwakarta 867.750 kg.
Seharusnya memasuki pekan kedua Ramadan, sejumlah desa dan kelurahan sudah mulai memproses pengambilan beras tersebut. Akan tetapi, raskin ke-13 ini belum diambil lantaran ada tunggakan beberapa bulan ke belakang. Untuk Kabupaten Purwakarta, tunggakan Mei terdapat di Desa Cirangkong, Kecamatan Cibatu; serta Desa Salem,Kecamatan Pondoksalam yang masih menyisakan Rp2,1 juta.
Sementara tunggakan Juni Rp117,447 juta; dan pada Juli Rp396,743 juta. Kabag Perekonomian Serda Purwakarta Taufik Rahman mengaku jika raskin ke-13 belum diambil. Alasannya masih menunggu surat edaran Gubernur Jawa Barat. Akan tetapi, pihaknya optimistis pekan ini raskin ke-13 sudah didistribusikan ke-17 kecamatan yang ada.
Terkait dengan tunggakan, dia mengaku,jumlah kewajiban yang harus dibayar kepada Dolog merupakan tunggakan berjalan. Artinya,bukan tunggakan yang sudah lama mengendap. “Begitu pula saat raskin ke-13 ini datang, kita bayar kontan,” ujarnya.
Hal itu sebagai antisipasi tingginya permintaan beras saat Ramadan dan Idul Fitri. Kepala Sub Divre Subang Apip Djajadisastra mengatakan, pengelolaan raskin ke-13 ini, baik di desa maupun kelurahan harus terlebih dahulu melunasi tunggakan bulan sebelumnya. Sebab,dalam pendistribusiannya berasiniharus cash dan tidak ada beban lain yang menjadi syarat sebelumnya.
“Raskin ke-13 merupakan program pemerintah untuk mengantisipasi tingginya permintaan pasar saat Ramadan dan Lebaran.Beras ini bisa juga digunakan untuk operasi pasar sebagai bentuk pengendalian harga,” jelas Apip kepada SINDO,kemarin. Volume raskin ke-13 ini, kata dia,sama dengan beras reguler dalam satu bulan,yakni untuk Kabupaten Subang se-banyak 2.248.500 kg dan Kabupaten Purwakarta 867.750 kg.
Seharusnya memasuki pekan kedua Ramadan, sejumlah desa dan kelurahan sudah mulai memproses pengambilan beras tersebut. Akan tetapi, raskin ke-13 ini belum diambil lantaran ada tunggakan beberapa bulan ke belakang. Untuk Kabupaten Purwakarta, tunggakan Mei terdapat di Desa Cirangkong, Kecamatan Cibatu; serta Desa Salem,Kecamatan Pondoksalam yang masih menyisakan Rp2,1 juta.
Sementara tunggakan Juni Rp117,447 juta; dan pada Juli Rp396,743 juta. Kabag Perekonomian Serda Purwakarta Taufik Rahman mengaku jika raskin ke-13 belum diambil. Alasannya masih menunggu surat edaran Gubernur Jawa Barat. Akan tetapi, pihaknya optimistis pekan ini raskin ke-13 sudah didistribusikan ke-17 kecamatan yang ada.
Terkait dengan tunggakan, dia mengaku,jumlah kewajiban yang harus dibayar kepada Dolog merupakan tunggakan berjalan. Artinya,bukan tunggakan yang sudah lama mengendap. “Begitu pula saat raskin ke-13 ini datang, kita bayar kontan,” ujarnya.
(and)
Lihat Juga :