TBIG raih pendapatan Rp647 M
Jum'at, 03 Agustus 2012 - 10:03 WIB
TBIG raih pendapatan Rp647 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) meraih pendapatan hingga enam bulan pertama tahun ini Rp647 miliar,atau meningkat 47 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp440 miliar.
CEO TBIG Hardy Wijaya Liong mengatakan, sepanjang kuartal II/2012 sebanyak 904 penyewaan berasal dari pertubuhan organik.Sebagian besar dari penyewaan baru ini merupakan kolokasi pada menara-menara yang perseroan miliki.Sehingga rasio kolokasi perseroan meningkat dari 1,71 di triwulan pertama 2012 menjadi 1,80 di triwulan ini.
Menurutnya, sejalan dengan pertumbuhan yang kuat dalam penyewaan dan pendapatan, perseroan juga berhasil meningkatkan EBITDA dari 79,2% di kuartal pertama 2012 menjadi 80,1 persen di kuartal ini.
“Akuisisi 2.500 menara Indosat yang akan terlaksana di awal kuartal ketiga akan semakin memperkuat performa financial kami,” ujarnya di Jakarta Rabu(8/8) malam. Sedangkan, total pinjaman bersih per akhir Juni sebesar Rp3,59 triliun.
Sehingga rasio pinjaman bersih terhadap EBITDA triwulan kedua yang disetahunkan menjadi 3,3x. Rasio ini masih berada di bawah ketentuan program pembiayaan perseroan yaitu 4,5x.
Direktur Keuangan TBIG Helmy Yusman Santoso mengatakan, terus berkembangnya industri telekomunikasi menyebabkan bisnis penyediaan towerterus berkembang.
“Ini peluang yang baik bagi perusahaan seperti kita. Karena banyak operator tambah BTS dan tentunya membutuhkan menara. Di daerah padat, layanan data motor merupakan pendapatan penting operator,” papar dia.
Analis Woori Korindo Securities, Bernard Setyadi, memperkirakan, menara yang diakuisisi dari PT Indosat Tbk (ISAT) akan menjadi salah satu sumber pendapatan terbesar bagi TBIG pada 2012.
“Hal itu akan menjadi katalisator positif bagi kinerja perseroan di masa mendatang,” kata dia dalam risetnya.
CEO TBIG Hardy Wijaya Liong mengatakan, sepanjang kuartal II/2012 sebanyak 904 penyewaan berasal dari pertubuhan organik.Sebagian besar dari penyewaan baru ini merupakan kolokasi pada menara-menara yang perseroan miliki.Sehingga rasio kolokasi perseroan meningkat dari 1,71 di triwulan pertama 2012 menjadi 1,80 di triwulan ini.
Menurutnya, sejalan dengan pertumbuhan yang kuat dalam penyewaan dan pendapatan, perseroan juga berhasil meningkatkan EBITDA dari 79,2% di kuartal pertama 2012 menjadi 80,1 persen di kuartal ini.
“Akuisisi 2.500 menara Indosat yang akan terlaksana di awal kuartal ketiga akan semakin memperkuat performa financial kami,” ujarnya di Jakarta Rabu(8/8) malam. Sedangkan, total pinjaman bersih per akhir Juni sebesar Rp3,59 triliun.
Sehingga rasio pinjaman bersih terhadap EBITDA triwulan kedua yang disetahunkan menjadi 3,3x. Rasio ini masih berada di bawah ketentuan program pembiayaan perseroan yaitu 4,5x.
Direktur Keuangan TBIG Helmy Yusman Santoso mengatakan, terus berkembangnya industri telekomunikasi menyebabkan bisnis penyediaan towerterus berkembang.
“Ini peluang yang baik bagi perusahaan seperti kita. Karena banyak operator tambah BTS dan tentunya membutuhkan menara. Di daerah padat, layanan data motor merupakan pendapatan penting operator,” papar dia.
Analis Woori Korindo Securities, Bernard Setyadi, memperkirakan, menara yang diakuisisi dari PT Indosat Tbk (ISAT) akan menjadi salah satu sumber pendapatan terbesar bagi TBIG pada 2012.
“Hal itu akan menjadi katalisator positif bagi kinerja perseroan di masa mendatang,” kata dia dalam risetnya.
(gpr)