Indonesia belum mampu kelola Migas sendiri
Sabtu, 04 Agustus 2012 - 12:46 WIB
Indonesia belum mampu kelola Migas sendiri
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini menilai wajar apabila pengerjaan usaha pertambangan minyak dan gas (Migas) Indonesia dilakukan oleh pihak asing. Karena hal tersebut seperti yang terjadi di negara-negara maju.
"Bahwa kita sekarang masih menjadi negara yang tidak mampu mengelola sendiri. Di dunia ini tidak dikerjakan oleh negara sendiri. Di negara lain pun, di Amerika pun, orang lain. Orang inggris dipilih kan juga bukan orang Amerika, di Norwegia juga bukan orang Norwegia. Jadi masalahnya ada di mana?" kata Rudi, mempertanyakan bagian yang dipermasalahkan.
Paparan Rudi tersebut, sekaligus mengkonfirmasi pernyataan sejumlah Ormas Islam yang menyatakan aset-aset pertambangan Indonesia telah dikuasai asing sehingga setiap usaha pertambangan Indonesia menjadi didikte oleh pihak asing tersebut.
Menurut Rudi, pandangan tersebut jelas keliru. Dirinya juga berpendapat, stigma negatif itu muncul, hanya dikarenakan pihak-pihak yang melontarkan tudingan tersebut sebagai pihak yang belum memahami konsep penguasaan asing tersebut.
"Itu karna belum mengerti saja. Kalau mengerti pasti tidak akan mengatakan seperti itu," kata Rudi memberikan tanggapannya.
Dirinya kembali menegaskan, tak ada secuil pun aset negara yang dikuasai pihak asing. "Kita tidak memiliki harta yang digadaikan ke orang lain (pengusaha migas asing) di bidang migas. Mereka hanya kontraktor yang dibayar dengan 15 persen minyak dengan 30 persen gas (dari total hasil produksi tambang), itu sudah sangat jelas. Dan pendapatan semua itu diberikan kepada pemerintah, dan hanya dipotong dengan 15 persen 30 persen itu sebagai upah pertambangan, selebihnya tidak ada lagi," papar Rudi.
"Bahwa kita sekarang masih menjadi negara yang tidak mampu mengelola sendiri. Di dunia ini tidak dikerjakan oleh negara sendiri. Di negara lain pun, di Amerika pun, orang lain. Orang inggris dipilih kan juga bukan orang Amerika, di Norwegia juga bukan orang Norwegia. Jadi masalahnya ada di mana?" kata Rudi, mempertanyakan bagian yang dipermasalahkan.
Paparan Rudi tersebut, sekaligus mengkonfirmasi pernyataan sejumlah Ormas Islam yang menyatakan aset-aset pertambangan Indonesia telah dikuasai asing sehingga setiap usaha pertambangan Indonesia menjadi didikte oleh pihak asing tersebut.
Menurut Rudi, pandangan tersebut jelas keliru. Dirinya juga berpendapat, stigma negatif itu muncul, hanya dikarenakan pihak-pihak yang melontarkan tudingan tersebut sebagai pihak yang belum memahami konsep penguasaan asing tersebut.
"Itu karna belum mengerti saja. Kalau mengerti pasti tidak akan mengatakan seperti itu," kata Rudi memberikan tanggapannya.
Dirinya kembali menegaskan, tak ada secuil pun aset negara yang dikuasai pihak asing. "Kita tidak memiliki harta yang digadaikan ke orang lain (pengusaha migas asing) di bidang migas. Mereka hanya kontraktor yang dibayar dengan 15 persen minyak dengan 30 persen gas (dari total hasil produksi tambang), itu sudah sangat jelas. Dan pendapatan semua itu diberikan kepada pemerintah, dan hanya dipotong dengan 15 persen 30 persen itu sebagai upah pertambangan, selebihnya tidak ada lagi," papar Rudi.
(gpr)
Lihat Juga :