Likuiditas SUN diharapkan meningkat
Senin, 06 Agustus 2012 - 08:51 WIB
Likuiditas SUN diharapkan meningkat
A
A
A
Sindonews.com – Rencana Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam- LK) menjadikan bank umum sebagai anggota bursa (AB) diyakini akan berimbas pada peningkatan likuiditas pada efek surat utang negara (SUN).
Dengan terdaftar sebagai AB,perbankan nantinya lebih leluasa dalam bertransaksi surat obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan demikian, pasar obligasi semakin likuid dan lebih banyak ditransaksikan di pasar modal.
Pengamat pasar modal, David Ferdinandus, mengatakan, karena perbankan belum terdaftar sebagai AB, maka belum bisa bertransaksi obligasi di dalam bursa.Selama ini transaksi obligasi dilakukan di luar bursa (over the counter/OTC).
“Kalau nanti sudah bisa transaksi di dalam bursa, ya itu bagus,” ujar dia, di Jakarta, akhir pekan lalu. Menurut David, selama ini transaksi obligasi di dalam bursa cenderung minim dengan volume transaksi masih dalam kisaran miliaran rupiah. Sementara, volume transaksi yang kerap kali dilakukan perbankan di luar bursa cenderung lebih besar. Sehingga, kehadiran perbankan diharapkan bisa memicu lonjakan transaksi surat utang di BEI.
Sedangkan, pengamat perbankan Ahmad Deni Daruri menuturkan, ada beragam keuntungan yang didapat pihak perbankan bila rencana tersebut benar-benar bisa direalisasikan. Antara lain membuat proses transaksi menjadi lebih baik, lebih transparan, serta mengurangi adanya hot money. Keuntungan juga bisa didapat dari penambahan transaksi perbankan dalam hal pendanaan.
Dengan terdaftar sebagai AB,perbankan nantinya lebih leluasa dalam bertransaksi surat obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan demikian, pasar obligasi semakin likuid dan lebih banyak ditransaksikan di pasar modal.
Pengamat pasar modal, David Ferdinandus, mengatakan, karena perbankan belum terdaftar sebagai AB, maka belum bisa bertransaksi obligasi di dalam bursa.Selama ini transaksi obligasi dilakukan di luar bursa (over the counter/OTC).
“Kalau nanti sudah bisa transaksi di dalam bursa, ya itu bagus,” ujar dia, di Jakarta, akhir pekan lalu. Menurut David, selama ini transaksi obligasi di dalam bursa cenderung minim dengan volume transaksi masih dalam kisaran miliaran rupiah. Sementara, volume transaksi yang kerap kali dilakukan perbankan di luar bursa cenderung lebih besar. Sehingga, kehadiran perbankan diharapkan bisa memicu lonjakan transaksi surat utang di BEI.
Sedangkan, pengamat perbankan Ahmad Deni Daruri menuturkan, ada beragam keuntungan yang didapat pihak perbankan bila rencana tersebut benar-benar bisa direalisasikan. Antara lain membuat proses transaksi menjadi lebih baik, lebih transparan, serta mengurangi adanya hot money. Keuntungan juga bisa didapat dari penambahan transaksi perbankan dalam hal pendanaan.
(and)
Lihat Juga :