Krisis utang rusak zona Euro

Selasa, 07 Agustus 2012 - 10:23 WIB
Krisis utang rusak zona...
Krisis utang rusak zona Euro
A A A
Sindonews.com – Lambannya penyelesaian krisis utang zona euro membuat Perdana Menteri Italia Mario Monti bereaksi keras. Menurutnya, ketegangan yang dipicu krisis utang di Benua Biru bisa memecah belah blok pengguna mata uang tunggal itu.

Monti menganggap, kesombongan Jerman sebagai negara terkuat di zona euro dalam menangani krisis utang telah menimbulkan keprihatinan. Majalah berita Jerman Der Spiegel melaporkan, kemarahan Italia bukan hanya ditujukan kepada Negeri Panser melainkan juga terhadap Uni Eropa yang belum mampu menyelesaikan krisis utang di Eropa. Menurut Montir, masalah krisis utang sudah jauh melampaui hubungan antara Jerman dan Italia.

Tekanan yang dihadapi zona euro dalam beberapa tahun terakhir juga telah lebih dulu memutus hubungan psikologis Eropa sehingga pihaknya harus bekerja keras mempertahankan blok mata uang tunggal. “Jika euro menjadi alasan bagi negara anggota Eropa untuk menjauh satu sama lain, maka dasar-dasar dari proyek Eropa akan dihancurkan,”ujar Monti dikutip AFP, Minggu 5 Agustus 2012 malam waktu setempat.

Kendati demikian, Monti menyambut baik pernyataan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) pekan lalu yang menyatakan bahwa pasar obligasi pemerintah, di mana biaya pinjaman Italia dan Spanyol meningkat tajam, telah terdistorsi. “Masalah di balik ini harus cepat diselesaikan guna mencegah ketidakpastian lebih lanjut mengenai kemampuan zona euro dalam menangani krisis,”imbuhnya.

Dia menambahkan, pemerintah harus mempertahankan ruang yang jelas untuk melakukan gerak dalam kaitannya dengan parlemen nasional Eropa. Jika pemerintah membiarkan Italia terikat dengan keputusan parlemen tanpa mempertahankan lingkupnya sendiri untuk bernegosiasi,maka Eropa lebih cenderung terpecah daripada terintegrasi. Menanggapi komentar Monti, pemimpin Partai Christian Democratic Union (CDU) Jerman Michael Grosse-Broemer mengungkapkan, kemampuan Pemerintah Eropa untuk bertindak dalam masa krisis saat ini tidak diragukan lagi.

“Membenarkan upaya dalam membatasi peran parlemen yang demokratis sangat diperlukan,”paparnya. Pada saat yang sama, analis mengutarakan, Spanyol dan Italia berharap bahwa ECB akan bertindak dalam mendukung kebijakan penghematan yang sudah ada tanpa harus menanggung akibat politik dalam mengajukan permohonan bailout. “Spanyol dan Italia tampaknya berpikir bahwa mereka bisa mendapatkan ‘tumpangan gratis’ dari ECB tanpa syarat, namun hal itu tidak akan pernah terjadi,” tukas pembuat kebijakan senior zona euro.

Sementara itu,Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle kemarin memperingatkan agar para politisi dapat mengendalikan pernyataan terkait krisis utang zona euro. Imbauan itu disampaikan sehari setelah PM Italia Mario Monti menyampaikan kritikan tajam kepada Jerman yang dimuat pada sebuah majalah berita terkemuka di Negeri Panser. Dalam keterangan resminya yang dikutip AFP,Westerwelle mengingatkan bahwa perdebatan tentang cara penanganan krisis hanya akan membuat kondisi lebih buruk.

”Kita harus berhati-hati bahwa kita tidak berbicara Eropa sampai mati. Kita tidak bisa membiarkan tindakan kita dijadikan upaya dalam meningkatkan profil politik dalam negeri,”ujarnya. Dia menambahkan, situasi di Eropa terlalu serius sehingga ada banyak hal yang dipertaruhkan. Sebelumnya politikus dari Partai Christian Social Union (CSU) Markus Soeder mengatakan bahwa Jerman harus “mengakhiri” Yunani dengan segera sebelum akhir tahun ini.

Dengan nada menyindir, Soeder juga mengatakan,“Pada titik tertentu, semua orang harus pindah dari rumah ibunya dan untuk orang Yunani saat ini sudah waktunya untuk pergi,”ujar dia merujuk masalah utang di Yunani yang tidak kunjung selesai. Selain itu, kondisi ekonomi di Spanyol juga dianggap bisa mengganggu ekonomi Eropa secara keseluruhan.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mengapa Jerman Dijuluki...
Mengapa Jerman Dijuluki sebagai The Sickman of Europe?
Eropa Tak Punya Alternatif...
Eropa Tak Punya Alternatif untuk Gantikan Energi Rusia
Jerman Kesal, Perusahaan...
Jerman Kesal, Perusahaan Energi Minta Bantuan Padahal Untung Besar
Kekuatan Industri Eropa...
Kekuatan Industri Eropa Digerogoti Krisis Energi, Ancaman Eksodus Menghantui
Harga Energi Selangit...
Harga Energi Selangit Bisa Membunuh Ekonomi Uni Eropa
Ledakan Guncang Pipa...
Ledakan Guncang Pipa Gas Utama Rusia, Harga Energi di Eropa Kian Menggila
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
1 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
1 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
1 jam yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
2 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
2 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
3 jam yang lalu
Infografis
3 Negara Mayoritas Islam...
3 Negara Mayoritas Islam Terjebak Utang China, Indonesia Tembus Rp326 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved