Pasar modal berbasis syariah masih sepi investor
Rabu, 08 Agustus 2012 - 12:03 WIB
Pasar modal berbasis syariah masih sepi investor
A
A
A
Sindonews.com - Meski pertumbuhan ekonomi nasional tumbuh siginifikan, namun pasar modal berbasis syariah belum menunjukan tren yang baik. Hal ini disebabkan minat calon investor yang belum percaya untuk berinvestasi di pasar modal, khususnya berbasis syariah.
Meski ekonomi global belum menunjukan grafik yang stabil, namun laju pertumbuhan ekonomi nasional menunjukan perkembangan yang signifikan. Tentu tren perkembangan ekonomi yang positif itu, turut mempengaruhi pasar saham di Indonesia termasuk yang berbasis syariah.
Namun, pasar modal berbasis syariah justru membutuhkan kerja keras lebih tinggi untuk menjaring investor. Hal ini disebabkan, karena minat calon investor yang mayoritas muslim di Indonesia, masih menganggap investasi di pasar modal adalah bisnis yang tidak sesuai dengan syariat agama Islam.
Direktur Keuangan BNI Securities, Mohamad Rubani mengatakan, meski minat investor terbilang sepi namun pihaknya optimis mampu menjaring investor baru hingga akhir tahun sebanyak 750 investor yang saat ini baru terdata 10 investor. Untuk menggapai target tersebut, BNI Securities terus melakukan pemahaman maupun edukasi pada masyarakat di beberapa daerah terkait investasi di pasar modal yang berbasis syariah, mengingat potensinya masih sangat tinggi.
"Kalau kita bicara potensi, potensi besar sekali. Karena kalau kita lihat data di bursa, 60 persen transaksi kita itu asing, sementara jumlah investor lebih kurang 170 ribu. Nah ini potensi besar sekali untuk mengembangkan pasar modal khususnya yang syariah, karena kita mayoritas muslim kan," ujar Mohamad Rubani.
Sementara itu, menindaklajuti target hingga akhir tahun sekaligus meramaikan pasar modal berbasis syariah, dilakukan BNI Securities dengan melakukan roadshow atau edukasi ke beberapa daerah seperti Banda Aceh dan Banjarmasin. Kedepan, BNI Securities juga akan lakukan hal sama di beberapa kota besar seperti Bandung, Surabaya dan lainnya.
Meski ekonomi global belum menunjukan grafik yang stabil, namun laju pertumbuhan ekonomi nasional menunjukan perkembangan yang signifikan. Tentu tren perkembangan ekonomi yang positif itu, turut mempengaruhi pasar saham di Indonesia termasuk yang berbasis syariah.
Namun, pasar modal berbasis syariah justru membutuhkan kerja keras lebih tinggi untuk menjaring investor. Hal ini disebabkan, karena minat calon investor yang mayoritas muslim di Indonesia, masih menganggap investasi di pasar modal adalah bisnis yang tidak sesuai dengan syariat agama Islam.
Direktur Keuangan BNI Securities, Mohamad Rubani mengatakan, meski minat investor terbilang sepi namun pihaknya optimis mampu menjaring investor baru hingga akhir tahun sebanyak 750 investor yang saat ini baru terdata 10 investor. Untuk menggapai target tersebut, BNI Securities terus melakukan pemahaman maupun edukasi pada masyarakat di beberapa daerah terkait investasi di pasar modal yang berbasis syariah, mengingat potensinya masih sangat tinggi.
"Kalau kita bicara potensi, potensi besar sekali. Karena kalau kita lihat data di bursa, 60 persen transaksi kita itu asing, sementara jumlah investor lebih kurang 170 ribu. Nah ini potensi besar sekali untuk mengembangkan pasar modal khususnya yang syariah, karena kita mayoritas muslim kan," ujar Mohamad Rubani.
Sementara itu, menindaklajuti target hingga akhir tahun sekaligus meramaikan pasar modal berbasis syariah, dilakukan BNI Securities dengan melakukan roadshow atau edukasi ke beberapa daerah seperti Banda Aceh dan Banjarmasin. Kedepan, BNI Securities juga akan lakukan hal sama di beberapa kota besar seperti Bandung, Surabaya dan lainnya.
(and)
Lihat Juga :