Pertamina-BP Migas kompak soal nasionalisasi Migas

Kamis, 09 Agustus 2012 - 21:20 WIB
Pertamina-BP Migas kompak...
Pertamina-BP Migas kompak soal nasionalisasi Migas
A A A
Sindonews.com - Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mendukung wacana nasionalisasi blok yang hampir habis masa kontraknya di Indonesia oleh Pertamina. Harapannya ke depan BUMN tersebut mampu melakukan optimalisasi produksi minyak dan gas.

“Kami mendukung Pertamina mengambil alih semua blok yang habis masa kontraknya. Tetapi kami juga harus membaginya dengan perusahaan asing karena kami juga ingin Pertamina bermain di bisnis hulu Migas internasional," kata Kepala BP Migas, R Priyono saat meresmikan Floating Storage and Offloading (FSO) Pertamina Abherka sebagai fasilitas penampung produksi minyak di Blok PHE WMO, Kamis (9/8/2012).

Dukungan itu dianggap lampu hijau bagi Pertamina yang berharap kedepan akan lebih banyak lagi blok yang bisa mereka kelola. Apalagi kini Pertamina mulai membuktikan bahwa mereka pun mampu melakukan pencarian minyak dan gas di lepas pantai dengan suksesnya kinerja Pertamina EP dan PHE.

Bahkan, Pertamina resmi memiliki kapal penampung minyak bernama Aberkha yang ditempatkan di dekat fasilitas Poleng Process Production facility area sekitar 70 mil lepas pantai Bangkalan, Madura.

Direktur Utama PT Pertamina, Karen Agustiawan mengatakan, demi menunjang produksi tetap optimal, pihaknya menyulap kapal tanker menjadi kapal FSO dengan pengerjaan hampir 10 bulan di China. Ke depan kapal FSO Pertamina Abherka ini mampu menampung 600 ribu barrel minyak mentah yang nantinya akan dioleh dibeberapa tempat seperti di Cilacap.

“Ini sejarah bagi Pertamina, karena proyek Pertamina shipping dan kami lakukan dalam waktu relatif singkat. Ini merupakan proyek konversi kapal tanker menjadi FSO pertama kali yang Pertamina lakukan,” ujarnya seraya menambahkan, Proses konversi kapal Abherka dilakukan di Cosco Shipyard, Guangdong, China.

Kapal ini nantinya akan menampung produksi minyak dari Blok West Madura Offshore yang dikelola Pertamina Hulu Energi (PHE) WMO dengan kapasitas 35.000 barel per hari.

Selain itu, Pertamina ingin menunjukkan komitmen dalam optimalisasi lifting untuk keseluruhan perseroan khususnya. Mengingat, fasilitas FSO Abherka merupakan bagian dari rencana peningkatan fasilitas untuk meningkatkan kapasitas produksi maksimal Blok West Madura Offshore (WMO).

Setelah itu dalam satu dua hari ke depan, FSO Abherka akan pindah dan dipasang pada single pointy mouring (SPM) yang ada di lapangan Poleng sebelah barat Pulau Madura untuk menggantikan fungsi MT Gebang sebagai penampung minyak produksi Blok WMO

Menurut Karen Agustiawan, Pertamina Perkapalan telah berkomitmen mengoperasikan FSO tersebut selama 10 tahun di daerah operasi PHE WMO tanpa proses docking. Dengan penggantian FSO diharapkan PHE WMO dapat meminimalisasi downtime pada saat melaksanakan lifting minyak

“FSO Pertamina Abherka yang merupakan proyek pertama Pertamina Perkapalan untuk pekerjaan konversi dari tanker menjadi FSO ini juga dilengkapi fasilitas akomodasi untuk pekerja offshore sampai 150 orang. Tak pelak seluruh pekerja offshore yang sekarang ditampung di atas barge akomodasi "SIMGOOD 1" bisa dipindah ke FSO yang baru ini,” ungkap dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
SKK Migas Tanda Tangani...
SKK Migas Tanda Tangani Kerja Sama Wilayah Kerja Amanah dan Melati
ConocoPhillips Hengkang...
ConocoPhillips Hengkang dari Blok Corridor, Pilih Investasi di Australia
301 Blok Migas Tak Kunjung...
301 Blok Migas Tak Kunjung Beroperasi, Bahlil Ultimatum Siap Cabut Kontrak
Rampungkan Proyek KLD,...
Rampungkan Proyek KLD, PHE ONWJ Berkontribusi 16 MMSCFD
Siap-siap! Kontrak Hulu...
Siap-siap! Kontrak Hulu Migas Bakal Direvisi
SKK Migas Sesuaikan...
SKK Migas Sesuaikan Pelaporan NGL, Lifting Minyak Berpotensi Tambah 11.693 BPH
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
1 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
11 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
12 jam yang lalu
Infografis
Jejak Pendidikan Stella...
Jejak Pendidikan Stella Christie, Wamen yang Jadi Komisaris Pertamina Hulu Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved