Winteq ekspor perdana mesin kendaraan
Jum'at, 10 Agustus 2012 - 10:36 WIB
Winteq ekspor perdana mesin kendaraan
A
A
A
Sindonews.com – Workshop for Industrial Equipment (Winteq), salah satu divisi usaha PT Astra Otoparts Tbk akan segera melakukan ekspor mesin komponen kendaraan produksinya secara perdana.
Untuk tahap awal,Winteq akan mengekspor sebanyak tiga unit mesin precision grinding ke Nittan Valve Corp Japan, yang nantinya akan dipasang di anak perusahaannya di Thailand. Mesin tersebut akan digunakan untuk proses tip end grinding pada pembuatan engine valve yang merupakan komponen presisi penting di dalam setiap mesin pembakaran yang biasanya digunakan dalam setiap kendaraan, baik roda empat maupun roda dua.
“Tiga unit mesin tersebut akan diberangkatkan pada 26 Agustus 2012, kemudian akan dikapalkan pada 2 September 2012. Setelah itu,Winteq akan mengekspor 10 unit mesin dengan tipe yang sama pada Februari tahun depan. Nantinya, mesin-mesin itu akan diinstal di Vietnam,” ungkap Direktur in Charge Winteq Gustav A Husein seusai acara “Export Ceremony and Seven Years of Winteq” di Bogor kemarin.
Sejak tujuh tahun berdiri, total mesin yang diproduksi perusahaan sebanyak 616 unit.Saat ini produksi Winteq dalam satu tahun adalah 100 sampai 120 unit. Mulai 2013 ditargetkan perusahaan mampu memproduksi 150 unit mesin dengan kebutuhan investasi Rp40–50 miliar.
Dalam lima tahun mendatang, imbuh dia, pihaknya menargetkan bisa memproduksi 200-300 unit mesin. Penjualan Winteq selama semester I/2012 sekitar Rp70–80 miliar. “Mesin ini special purpose jadi bukan mesin umum yang dijual secara massal. Setidaknya kita tunggu 1–2 tahun baru bisa produksi massal.Jenis mesin umum sudah ada yang produksi. Mesin industri khusus, teknologi tinggi, range kuat saya rasa hanya Winteq. Pembeli kami juga akan mampu bersaing dan proses pemesanan mesin sangat cepat karena di dalam negeri,”jelasnya.
Menurutnya, untuk membangun pabrik mesin tersebut memang tidak mudah.Persaingan industri mesin komponen saat ini memang sangat ketat. Indonesia harus bisa bersaing dengan China, India,dan Thailand.
Direktur PT Astra International Tbk sekaligus Presiden Komisaris PT Astra Otoparts Tbk Johnny Darmawan menambahkan, ekspor perdana Winteq menunjukkan bahwa karya dalam negeri telah mulai diterima oleh dunia internasional. Ekspor tersebut memberikan arti yang besar bagi kerja keras dalam membangun industri berbasis teknologi.
Ditambah lagi, usia rata-rata karyawan Winteq adalah 26 tahun sehingga diharapkan kemajuan saat ini akan terus berlanjut di masa mendatang. “Dapat dibayangkan besarnya pertumbuhan industri dalam delapan tahun dari sekarang, betapa sangat dibutuhkan mesin dan teknologi yang dapat mendukung itu,”katanya.
Untuk tahap awal,Winteq akan mengekspor sebanyak tiga unit mesin precision grinding ke Nittan Valve Corp Japan, yang nantinya akan dipasang di anak perusahaannya di Thailand. Mesin tersebut akan digunakan untuk proses tip end grinding pada pembuatan engine valve yang merupakan komponen presisi penting di dalam setiap mesin pembakaran yang biasanya digunakan dalam setiap kendaraan, baik roda empat maupun roda dua.
“Tiga unit mesin tersebut akan diberangkatkan pada 26 Agustus 2012, kemudian akan dikapalkan pada 2 September 2012. Setelah itu,Winteq akan mengekspor 10 unit mesin dengan tipe yang sama pada Februari tahun depan. Nantinya, mesin-mesin itu akan diinstal di Vietnam,” ungkap Direktur in Charge Winteq Gustav A Husein seusai acara “Export Ceremony and Seven Years of Winteq” di Bogor kemarin.
Sejak tujuh tahun berdiri, total mesin yang diproduksi perusahaan sebanyak 616 unit.Saat ini produksi Winteq dalam satu tahun adalah 100 sampai 120 unit. Mulai 2013 ditargetkan perusahaan mampu memproduksi 150 unit mesin dengan kebutuhan investasi Rp40–50 miliar.
Dalam lima tahun mendatang, imbuh dia, pihaknya menargetkan bisa memproduksi 200-300 unit mesin. Penjualan Winteq selama semester I/2012 sekitar Rp70–80 miliar. “Mesin ini special purpose jadi bukan mesin umum yang dijual secara massal. Setidaknya kita tunggu 1–2 tahun baru bisa produksi massal.Jenis mesin umum sudah ada yang produksi. Mesin industri khusus, teknologi tinggi, range kuat saya rasa hanya Winteq. Pembeli kami juga akan mampu bersaing dan proses pemesanan mesin sangat cepat karena di dalam negeri,”jelasnya.
Menurutnya, untuk membangun pabrik mesin tersebut memang tidak mudah.Persaingan industri mesin komponen saat ini memang sangat ketat. Indonesia harus bisa bersaing dengan China, India,dan Thailand.
Direktur PT Astra International Tbk sekaligus Presiden Komisaris PT Astra Otoparts Tbk Johnny Darmawan menambahkan, ekspor perdana Winteq menunjukkan bahwa karya dalam negeri telah mulai diterima oleh dunia internasional. Ekspor tersebut memberikan arti yang besar bagi kerja keras dalam membangun industri berbasis teknologi.
Ditambah lagi, usia rata-rata karyawan Winteq adalah 26 tahun sehingga diharapkan kemajuan saat ini akan terus berlanjut di masa mendatang. “Dapat dibayangkan besarnya pertumbuhan industri dalam delapan tahun dari sekarang, betapa sangat dibutuhkan mesin dan teknologi yang dapat mendukung itu,”katanya.
(and)
Lihat Juga :