Produksi minyak Irak 3,2 juta barel per hari
Selasa, 14 Agustus 2012 - 09:34 WIB
Produksi minyak Irak 3,2 juta barel per hari
A
A
A
Sindonews.com - Produksi minyak mentah Irak pada bulan lalu mencapai rekor tertinggi dan bahkan melampaui tetangganya, Iran. Pemicunya, investasi yang terus berlanjut di Baghdad serta sanksi ekonomi Barat terhadap Teheran.
Wakil Perdana Menteri (PM) Bidang Energi Irak Hussein al-Shahristani mengatakan, saat ini produksi minyak mentah Iran mencapai 3,2 juta barel per hari (bph),lebih tinggi dibandingkan negara Timur Tengah lain seperti Iran, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.
“Hal tersebut juga membuat Irak menjadi produsen terbesar kedua dalam negaranegara pengekspor minyak atau Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC),” katanya dilansir AFP kemarin.
Dia menambahkan, di saat Barat memberlakukan pengetatan sanksi ekonomi pada sektor perminyakan Iran, saat ini Irak tengah berupaya secara dramatis untuk menaikkan produksi dan ekspor minyak mentah guna meningkatkan pendapatan pemerintah.
Laporan OPEC pada Agustus ini menunjukkan,produksi minyak Irak pada bulan lalu mencapai 3,079 juta bph, lebih tinggi dibandingkan Iran yang hanya 2,817 juta bph.
Bagi Irak, jumlah tersebut dicapai setelah produksi minyak dalam negerinya bertambah 400.000 bph sejak akhir 2011. Sedangkan negara tetangganya, Iran, justru mengalami penurunan produksi sebesar 700.000 bph. Kesenjangan tersebut kemungkinan akan memperluas perbedaan peningkatan produksi minyak mentah Irak lebih lanjut pada tahun-tahun mendatang.
Di antaranya dengan memperbanyak kontrak dengan perusahaan-perusahaan energi asing guna mengekstrasi minyak mentah sehingga meningkatkan produksinya.
Menteri Perminyakan Irak Abdelkarim al-Luaybi mengungkapkan, Baghdad berencana meningkatkan produksi menjadi 3,4 juta bph dan ekspor sebesar 2,6 juta bph. Saat ini Irak memiliki cadangan minyak mentah sebesar 143,1 miliar barel serta 3,2 triliun meter kubik gas,di mana keduanya termasuk yang tertinggi di dunia.
Pada saat yang sama,Badan Energi Internasional (IEA) menyatakan, produksi minyak mentah Irak yang beringsut naik di atas 3 juta barel itu lebih tinggi 300.000 bph dari output rata-rata negara tersebut pada tahun lalu.
“Peningkatan pada Juli banyak disebabkan oleh pembukaan fasilitas tanker lepas pantai di Teluk Persia,” imbuh IEA.
Lembaga tersebut menambahkan, meskipun perlahan, produksi minyak Negeri 1001 Malam naik sejak akhir masa perang sejalan dengan banyaknya kerja sama antara Pemerintah Irak dengan mitranya seperti Exxon Mobil, BP, Chevron, dan Total.
CNN Money melaporkan, dengan harga minyak mentah sekitar USD90 per barel, tingkat produksi minyak Irak akan menambah pendapatan negara sekitar USD100 miliar.
Dana tersebut sebagian besar untuk Pemerintah Irak, sebagian lagi untuk membayar tarif royalti yang tinggi dengan perusahaan minyak asing.
Sebelumnya, memburuknya perekonomian di sejumlah negara mendorong IEA menurunkan proyeksi permintaan minyak dunia untuk tahun 2012 dan 2013.
Menurut lembaga yang berbasis di Paris tersebut, permintaan minyak dunia tahun ini diperkirakan turun 0,9 juta barel per hari (bph) menjadi 89,6 juta bph.
Sedangkan untuk 2013,diperkirakan permintaan minyak turun 0,8 juta bph menjadi 90,5 juta bph. Sebelumnya, dalam laporan IEA bertajuk Oil Market Report, permintaan minyak dunia pada 2012 dan 2013 diperkirakan masing-masing sebesar 98,9 juta bph dan 90,9 juta bph.
Dalam laporan tersebut, IEA memberikan catatan penurunan signifikan bakal terjadi di AS dan China yang merupakan negara dengan perekonomian terbesar pertama dan kedua di dunia.
Berbeda dengan IEA,OPEC memprediksi tahun ini permintaan minyak mentah dunia bakal meningkat menjadi 88,72 bph, naik dibanding proyeksi sebelumnya 88,68 juta bph.
Sedangkan, OPEC memperkirakan permintaan minyak akan mencapai 98,5 juta bph pada 2013,naik dibanding proyeksi Juli lalu sebesar 88,68 juta bph.
“Permintaan minyak dunia telah melebihi perkiraan kendati sedikit melambat. Tetapi, ke depan akan jauh lebih stabil dipicu musim panas dan impor Jepang untuk menggantikan energi nuklirnya,” kata OPEC dikutip AFP pekan lalu.
Wakil Perdana Menteri (PM) Bidang Energi Irak Hussein al-Shahristani mengatakan, saat ini produksi minyak mentah Iran mencapai 3,2 juta barel per hari (bph),lebih tinggi dibandingkan negara Timur Tengah lain seperti Iran, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.
“Hal tersebut juga membuat Irak menjadi produsen terbesar kedua dalam negaranegara pengekspor minyak atau Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC),” katanya dilansir AFP kemarin.
Dia menambahkan, di saat Barat memberlakukan pengetatan sanksi ekonomi pada sektor perminyakan Iran, saat ini Irak tengah berupaya secara dramatis untuk menaikkan produksi dan ekspor minyak mentah guna meningkatkan pendapatan pemerintah.
Laporan OPEC pada Agustus ini menunjukkan,produksi minyak Irak pada bulan lalu mencapai 3,079 juta bph, lebih tinggi dibandingkan Iran yang hanya 2,817 juta bph.
Bagi Irak, jumlah tersebut dicapai setelah produksi minyak dalam negerinya bertambah 400.000 bph sejak akhir 2011. Sedangkan negara tetangganya, Iran, justru mengalami penurunan produksi sebesar 700.000 bph. Kesenjangan tersebut kemungkinan akan memperluas perbedaan peningkatan produksi minyak mentah Irak lebih lanjut pada tahun-tahun mendatang.
Di antaranya dengan memperbanyak kontrak dengan perusahaan-perusahaan energi asing guna mengekstrasi minyak mentah sehingga meningkatkan produksinya.
Menteri Perminyakan Irak Abdelkarim al-Luaybi mengungkapkan, Baghdad berencana meningkatkan produksi menjadi 3,4 juta bph dan ekspor sebesar 2,6 juta bph. Saat ini Irak memiliki cadangan minyak mentah sebesar 143,1 miliar barel serta 3,2 triliun meter kubik gas,di mana keduanya termasuk yang tertinggi di dunia.
Pada saat yang sama,Badan Energi Internasional (IEA) menyatakan, produksi minyak mentah Irak yang beringsut naik di atas 3 juta barel itu lebih tinggi 300.000 bph dari output rata-rata negara tersebut pada tahun lalu.
“Peningkatan pada Juli banyak disebabkan oleh pembukaan fasilitas tanker lepas pantai di Teluk Persia,” imbuh IEA.
Lembaga tersebut menambahkan, meskipun perlahan, produksi minyak Negeri 1001 Malam naik sejak akhir masa perang sejalan dengan banyaknya kerja sama antara Pemerintah Irak dengan mitranya seperti Exxon Mobil, BP, Chevron, dan Total.
CNN Money melaporkan, dengan harga minyak mentah sekitar USD90 per barel, tingkat produksi minyak Irak akan menambah pendapatan negara sekitar USD100 miliar.
Dana tersebut sebagian besar untuk Pemerintah Irak, sebagian lagi untuk membayar tarif royalti yang tinggi dengan perusahaan minyak asing.
Sebelumnya, memburuknya perekonomian di sejumlah negara mendorong IEA menurunkan proyeksi permintaan minyak dunia untuk tahun 2012 dan 2013.
Menurut lembaga yang berbasis di Paris tersebut, permintaan minyak dunia tahun ini diperkirakan turun 0,9 juta barel per hari (bph) menjadi 89,6 juta bph.
Sedangkan untuk 2013,diperkirakan permintaan minyak turun 0,8 juta bph menjadi 90,5 juta bph. Sebelumnya, dalam laporan IEA bertajuk Oil Market Report, permintaan minyak dunia pada 2012 dan 2013 diperkirakan masing-masing sebesar 98,9 juta bph dan 90,9 juta bph.
Dalam laporan tersebut, IEA memberikan catatan penurunan signifikan bakal terjadi di AS dan China yang merupakan negara dengan perekonomian terbesar pertama dan kedua di dunia.
Berbeda dengan IEA,OPEC memprediksi tahun ini permintaan minyak mentah dunia bakal meningkat menjadi 88,72 bph, naik dibanding proyeksi sebelumnya 88,68 juta bph.
Sedangkan, OPEC memperkirakan permintaan minyak akan mencapai 98,5 juta bph pada 2013,naik dibanding proyeksi Juli lalu sebesar 88,68 juta bph.
“Permintaan minyak dunia telah melebihi perkiraan kendati sedikit melambat. Tetapi, ke depan akan jauh lebih stabil dipicu musim panas dan impor Jepang untuk menggantikan energi nuklirnya,” kata OPEC dikutip AFP pekan lalu.
(gpr)
Lihat Juga :