Permintaan tempat parcel meningkat

Senin, 20 Agustus 2012 - 08:00 WIB
Permintaan tempat parcel...
Permintaan tempat parcel meningkat
A A A
Sindonews.com - Banyak rezeki yang bisa diraih bagi usaha kecil saat perayaan hari besar umat beragama seperti Lebaran. Berbagai pernak-pernik yang banyak diburu saat perayaan lebaran membuat peluang usaha semakin terbuka lebar. Salahsatunya pengrajin rotan yang mengolah rotan menjadi tempat parcel.

Anis, warga Jalan Abdul Muthalib, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota, Samarinda, Kalimantan Timur, usaha yang didapat secara turun temurun dari keluarganya ini kini mampu menghidupi dirinya. Saat hari besar seperti Lebaran, bahkan mendapatkan order hingga ribuan tempat parcel.

Dengan kios kecil sekaligus bengkel, Anis kini mampu mempekerjakan empat orang pegawai. Jika musim lebaran seperti sekarang, ia harus mempersiapkan ribuan tempat parcel untuk memenuhi kebutuhan di Kota Samarinda saja.

"Kadang kalau Lebaran seperti ini kami kewalahan. Sebab pesanan membludak. Pesanan paling banyak biasanya datang dari toko penyedia parcel," kata Anis saat ditemui di tokonya, beberapa waktu lalu.

Anis membuat tempat parcel dengan tiga jenis mulai dari satu tingkat hingga tiga tingkat. Harganya tentu berbeda. Untuk tempat parcel satu tingkat ia hargai Rp50 ribu, dua tingkat Rp60 ribu dan tiga tingkat Rp115 ribu.

Meski memberikan pesanan dalam jumlah besar, Anis juga tetap melayani penjualan satuan bagi pembeli yang datang di tokonya. Pembeli yang datang sendiri juga tidak sedikit. Biasanya yang membeli satuan warga yang ingin memberikan hadiah parcel, namun dihias sendiri.

Mengenai bahan baku rotan, Anis mengaku tidak terlalu sulit untuk mendapatkannya. Hutan Kalimantan memang kaya dengan rotan sehingga dia tinggal menghubungi pemasok rotan untuk memenuhi kebutuhan usahanya. "Harga rotan sekarang Rp6 ribu–Rp7 ribu," katanya.

Untuk tempat parcel, Anis mengaku sejauh ini hanya memasok di sekitar Kaltim. Terjauh pemesannya dari Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat. Untuk kerajinan rotan lain seperti tempat duduk anak untuk sepeda motor, dia sudah melayani hingga Surabaya, dan Jakarta.

Terkait pengerjaan, Anis biasanya sudah melakukan perakitan sejak tiga hingga empat bulan sebelum Lebaran. Hal ini untuk memungkinkan ketersediaan stok yang ia miliki. Dalam sehari, Anis mampu menyelesaikan 10 tempat parcel ukuran paling besar, sedangkan paling kecil sebanyak 15 buah. Sedangkan pesanan Natal, Anis mulai bekerja sejak bulan Oktober.

"Paling banyak tentu saat menjelang lebaran. Kalau Natal dan hari raya lainnya tidak sebesar lebaran. Jadi persiapan jelang lebaran harus lebih banyak," tambahnya.

Meski pesanan banyak, ada saja musim saat ia harus kesulitan memasok barang hasil kerajinannya. Kalau sudah demikian, stok yang ia miliki akan menumpuk meski hari raya sudah lewat. Namun, ada juga saat ia akhirnya kewalahan melayani pesanan. Stok yang ia buat beberapa bulan sebelumnya ternyata cepat habis, sementara pesanan masih banyak yang datang.

"Pernah tahun 2010 lalu saya terpaksa menolak pesanan. Karena, memang tidak sanggup. Tapi, ada juga saat sulit, tapi lebih banyak yang kewalahan," terangnya.

Mengenai pendapatan, Anis cukup merendah. Ia hanya mengatakan hasilnya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. "Ini cukup patut disyukuri. Pesanan banyak datang, dan bahan baku mudah didapat," kata Anis.

Jika tidak musim hari raya besar, Anis tidak membuat tempat parcel. Kerajinan yang ia buat hanya tempat duduk anak dari rotan yang dipasang di sepeda motor. Hanya saja jumlahnya tentu tidak sebanyak tempat parcel.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
UMKM Diharapkan Naik...
UMKM Diharapkan Naik Kelas dengan Memanfaatkan Aplikasi Lokal
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
UU Ciptaker Beri Kemudahan,...
UU Ciptaker Beri Kemudahan, Pemberdayaan dan Perlindungan bagi Pelaku UMKM
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun...
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun SRC Kembangkan Aplikasi untuk UMKM
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
7 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
9 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
9 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
10 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
10 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
10 jam yang lalu
Infografis
Jokowi Sampaikan Permintaan...
Jokowi Sampaikan Permintaan Maaf selama Jadi Presiden
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved