Kuota BBM bersubsidi Jabar over 24%

Senin, 27 Agustus 2012 - 19:30 WIB
Kuota BBM bersubsidi...
Kuota BBM bersubsidi Jabar over 24%
A A A
Sindonews.com - Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Jabar sampai Agustus 2012 mencapai 2,98 juta kilo liter (KL) atau lebih tinggi 24 persen dari kuota yang ditetapkan pemerintah.

Pertumbuhan kendaraan bermotor serta peningkatan konsumsi BBM bersubsidi saat angkutan Lebaran 2012 diperkirakan menjadi penyebab utamanya.

Asistant Manager External Relation PT Pertamina Region III Susi A Prasetya menyebutkan, sampai 26 Agustus 2012, konsumsi BBM bersubsidi di Jabar mencapai 2,98 KL dari kuota Jabar di 2012 sebesar 3,68 juta KL.

"Konsumsi BBM jenis premium telah mencapai 81 persen," kata Susi di Bandung, Senin (27/8/2012).

Menurut dia, konsumsi BBM premium di Jabar telah melebihi kuota sekitar 24 persen dari alokasi yang direncanakan sampai Agustus 2012.

Tingginya konsumsi premium di Jabar tak lepas dari tingginya konsumsi preium saat angkutan Lebaran 2012. Dijelaskan Susi, selama momen angkutan Lebaran 2012, konsumsi bahan bakar minyak jenis premium naik 23 persen dari konsumsi normal.

Konsumsi BBM berubsidi mulai H-10 sampai H+5 Lebaran rata-rata mencapai 14.990 kilo liter (KL) per hari. Jumlah tersebut naik sekitar 23 persen dari konsumsi normal sekitar 12.176 KL per hari.

"Peningkatan konsumsi BBM berubsidi sebagian besar terjadi di jalur mudik seperti Pantura dan Jawa Barat jalur selatan," kata Susi A Prasetya.

Kendati mengalami lonjakan permintaan, Susi memastikan pasokan untuk semua SPBU lancar. Hal itu sejalan dengan upaya Pertamina mengerahkan tangki premium di beberapa titik rawan macet.

Namun demikian, konsumsi solar menurun dari konsumsi normal. Pada angkutan Lebaran 2012, konsumsi solar sebanyak 4.044 KL per hari. Lebih sedikit dari konsumsi pada hari biasa sebesar 5.488 KL per hari. Turunnya konsumsi solar disebabkan terhentinya operasional angkutan barang seperti truk.

Lebih lanjut Susi mengatakan, walaupun konsumsi BBM bersubsidi telah melebihi kuota, Susi berharap program pembatasan premium ke pertamax untuk kendaraan dinas dapat menyelamatkan over konsumsi di Jabar.

Pertamina, lanjut dia, menambah pasokan pertamax sampai 20 persen dari rata-rata konsumsi harian sebesar 321 KL.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
Kasus Penyalahgunaan...
Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Bareskrim: Pelaku Tampung dari Sejumlah SPBU
Solar Subsidi di Natuna...
Solar Subsidi di Natuna Dinikmati Masyarakat Menengah ke Atas, Pengawasan Pertamina Dinilai Lemah
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Butuh Tambahan 6 Juta KL hingga Akhir 2022
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Tinggal Tersisa 4 Juta Kiloliter
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
1 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
2 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
4 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
5 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
6 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
8 jam yang lalu
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved