BUMI bangkrut itu cuma rumor
Kamis, 30 Agustus 2012 - 11:32 WIB
BUMI bangkrut itu cuma rumor
A
A
A
Sindonews.com - Kabar ancaman kebangkrutan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) disinyalir hanya rumor belaka. Analis pasar modal PT Indosurya Reza Priyambada menilai hal tersebut tak akan terjadi karena dari sisi pendapatan, BUMI masih mencatatkan kenaikan yang cukup berarti.
"Pencatatan kerugian yang dilakukan oleh perseroan hanyalah potensi kerugian dan secara finansial tidak mengganggu keuangan perusahaan," ujar Reza di di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (30/8/2012).
Menurut Reza, BUMI tetap berpotensi mencapai target kinerja perusahaannya dan tetap on track untuk mencapai 100 juta ton di 2014. Bahkan pembayaran utang juga tidak ada yang default.
Reza menambahkan, sebetulnya rugi bersih BUMI hanya kerugian secara pencatatan, jadi sifatnya masih potential loss, belum direalisasikan karena itu menyangkut posisi portofolio derivatif perusahaan yang tidak mengganggu cash flow perusahaan.
"Jika dilihat dari segi pendapatan, sebetulnya BUMI masih mencatat kenaikan sebesar sembilan persen dari USD1,792 miliar menjadi USD 1,946 miliar. Pada posisi laba usaha pun masih mencatat angka positif USD239,165 juta. Dari angka ini, artinya perseroan masih mencatatkan keuntungan," tegasnya.
Hanya saja Reza mengakui pada pos beban lain-lain, laba tersebut seolah terpangkas karena adanya kerugian derivatif yang sifatnya masih berupa potensi.
"Dalam pencatatan akuntansi, posisi portofolio derivatif itu tetap dicatatkan hanya untuk menggambarkan posisi keuangan per akhir periode dengan asumsi kerugian portofolio tersebut direalisasi. Tapi sebetulnya itu belum terealisasi. Kalau di triwulan III, nilai derivatifnya normal kembali, BUMI tidak akan rugi,” paparnya.
Reza menjelaskan, secara industri, harga batubara memang sedang dalam tren penurunan. Namun demikian, BUMI dinilainya tetap memiliki prospek, khususnya mengingat pendapatan BUMI masih meningkat di tengah penurunan harga batubara global.
"Pencatatan kerugian yang dilakukan oleh perseroan hanyalah potensi kerugian dan secara finansial tidak mengganggu keuangan perusahaan," ujar Reza di di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (30/8/2012).
Menurut Reza, BUMI tetap berpotensi mencapai target kinerja perusahaannya dan tetap on track untuk mencapai 100 juta ton di 2014. Bahkan pembayaran utang juga tidak ada yang default.
Reza menambahkan, sebetulnya rugi bersih BUMI hanya kerugian secara pencatatan, jadi sifatnya masih potential loss, belum direalisasikan karena itu menyangkut posisi portofolio derivatif perusahaan yang tidak mengganggu cash flow perusahaan.
"Jika dilihat dari segi pendapatan, sebetulnya BUMI masih mencatat kenaikan sebesar sembilan persen dari USD1,792 miliar menjadi USD 1,946 miliar. Pada posisi laba usaha pun masih mencatat angka positif USD239,165 juta. Dari angka ini, artinya perseroan masih mencatatkan keuntungan," tegasnya.
Hanya saja Reza mengakui pada pos beban lain-lain, laba tersebut seolah terpangkas karena adanya kerugian derivatif yang sifatnya masih berupa potensi.
"Dalam pencatatan akuntansi, posisi portofolio derivatif itu tetap dicatatkan hanya untuk menggambarkan posisi keuangan per akhir periode dengan asumsi kerugian portofolio tersebut direalisasi. Tapi sebetulnya itu belum terealisasi. Kalau di triwulan III, nilai derivatifnya normal kembali, BUMI tidak akan rugi,” paparnya.
Reza menjelaskan, secara industri, harga batubara memang sedang dalam tren penurunan. Namun demikian, BUMI dinilainya tetap memiliki prospek, khususnya mengingat pendapatan BUMI masih meningkat di tengah penurunan harga batubara global.
(and)
Lihat Juga :