Pemerintah belum ajukan penambahan kuota BBM
Senin, 03 September 2012 - 19:55 WIB
Pemerintah belum ajukan penambahan kuota BBM
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah mengaku belum melakukan pertemuan kembali dengan Dewan Perwakilan Rayat (DPR) untuk pengajuan tambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, meski kuota BBM tahun ini hampir habis.
Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini mengatakan, pihaknya belum mengadakan pertemuan untuk pengajuan tambahan kuota BBM bersubsdi. Padahal, sisi kuota BBM bersubsidi tahun ini tinggal 10 kiloliter (kl) dari kuota yang ditetapkan sebesar 40 kl. "Belum dapat jadwal," ungkap Rudi di Graha Sawala, Jakarta, Senin (3/9/2012).
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menyatakan sisa kuota BBM bersubsidi hanya akan memenuhi kebutuhan masyarakat hingga November mendatang.
Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir menjelaskan, kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) besubsidi hanya tinggal 10 juta kilo liter (kl) dari kuota yang telah ditetapkan sebesar 40 juta kilo liter (kl). Sehingga pemerintah berencana untuk meminta tambahan kuota BBM bersubsidi agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ali mengatakan, hingga Agustus 2012 lalu, realisasi konsumsi BBM subsidi sudah mencapai 29,32 juta kl, sehingga kuota BBM bersubsidi hanya tinggal sekitar 10 juta kl.
Sedikitnya sisa kuota BBM bersubsidi ini terjadi karena konsumsi BBM masyarakat saat ini yang telah mencapai 3,6 juta kl per bulan. "Stok BBM subsidi saat ini tinggal sekitar 10 juta kl lagi," kata Ali saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (3/9/2012).
Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini mengatakan, pihaknya belum mengadakan pertemuan untuk pengajuan tambahan kuota BBM bersubsdi. Padahal, sisi kuota BBM bersubsidi tahun ini tinggal 10 kiloliter (kl) dari kuota yang ditetapkan sebesar 40 kl. "Belum dapat jadwal," ungkap Rudi di Graha Sawala, Jakarta, Senin (3/9/2012).
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menyatakan sisa kuota BBM bersubsidi hanya akan memenuhi kebutuhan masyarakat hingga November mendatang.
Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir menjelaskan, kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) besubsidi hanya tinggal 10 juta kilo liter (kl) dari kuota yang telah ditetapkan sebesar 40 juta kilo liter (kl). Sehingga pemerintah berencana untuk meminta tambahan kuota BBM bersubsidi agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ali mengatakan, hingga Agustus 2012 lalu, realisasi konsumsi BBM subsidi sudah mencapai 29,32 juta kl, sehingga kuota BBM bersubsidi hanya tinggal sekitar 10 juta kl.
Sedikitnya sisa kuota BBM bersubsidi ini terjadi karena konsumsi BBM masyarakat saat ini yang telah mencapai 3,6 juta kl per bulan. "Stok BBM subsidi saat ini tinggal sekitar 10 juta kl lagi," kata Ali saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (3/9/2012).
(gpr)
Lihat Juga :