BPR kalah bersaing akses tabungan

Rabu, 05 September 2012 - 04:00 WIB
BPR kalah bersaing akses...
BPR kalah bersaing akses tabungan
A A A
Sindonews.com - Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di wilayah DIY kesulitan untuk melakukan penetrasi terhadap produk tabungan. Kenaikan asset yang dimiliki BPR dari menghimpun dana pihak ketiga (DPK), mayoritas berasal dari deposito. BPR kesulitan bersaing dengan bank umum lainnya untuk mengembangkan tabungan.

“Asset kita naik, tetapi untuk tabungan memang sulit,” jelas Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Indonesia (Perbarindo) DIY, Teddy Alamsyah.

Menurutnya, untuk bersaing dengan bank konvensional, sangatlah sulit untuk mendongkrak tabungan. BPR masih kalah dari sisi jumlah nasabah maupun nilai transaksi. Ini tidak lepas dari beberapa fitur yang ditawarkan oleh bank umum. Mulai dari program hadiah, layanan ATM, sistem online di beberapa daerah hingga benefit lain yang ada di bank umum.

Menurutnya program hadiah merupakan salah satu daya tarik yang luar biasa dalam menarik nasabah. Hal ini juga diupayakan dilakukan oleh BPR. Namun tetap saja hadiah ini tidak bisa bersaing dengan hadiah di bank umum. Padahal Perbarindo sendiri telah memiliki tabungan bersama yang bisa diakses dari 64 BPR yang ada di DIY.

Keberadaan ATM, merupakan salah satu fasilitas untuk mempermudah bagi nasabah. Saat ini hampir semua nasabah tabungan bukan untuk tujuan panjang menabung. Namun lebih kepada aspek mudah melakukan transaksi dan ketersediaan uang tunai. “BPR masih minim yang mmeiliki mesin ATM,” jelasnya.

Teddy yang juga menjadi Dirut BPR Danagung ini, mengaku sudah mengupayakan untuk mendukung layanan ATM di BPRnya. Namun layanan inipun masih kalah bersaing. Untuk itulah BPR dituntut untuk memaksimalkan layanan dalam menarik nasabah. Salah satunya dengan program deposito. “Bunga deposito di BPR lebih fleksibel dibaning di bank umum yang hanya 5,5 persen,” jelasnya.

Saat ini komposisi antara deposito dengan tabungan di BPR berbanding 80:20. Untuk yang program tabungannya pesat maksimal hanya 65:35. Di DIY sendiri ada 64 BPR, 10 diantaranya merupakan BPR syariah.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gelar Talkshow, BPR...
Gelar Talkshow, BPR Hasamitra Ajak Tangkap Peluang Pascapandemi
Tahun 2022, BPR Hasamitra...
Tahun 2022, BPR Hasamitra Target Kinerja Tumbuh Double Digit
Usung Konsep Community...
Usung Konsep Community Hub, Universal BPR Resmikan Kantor di Tangerang
Kembangkan Bisnis, Dua...
Kembangkan Bisnis, Dua Pendiri KoinWorks Akuisisi BPR
Dapat Kucuran Dana dari...
Dapat Kucuran Dana dari BJB, BPR Kredit Mandiri Berikan Layanan Prima
Gunakan Teknologi, Cara...
Gunakan Teknologi, Cara BPR Hadapi Era New Normal
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
47 menit yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
1 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
11 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
11 jam yang lalu
Infografis
Eks Letnan Kolonel AS:...
Eks Letnan Kolonel AS: Ukraina Harus Terima Kalah Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved