Jakarta terancam kelangkaan BBM
Rabu, 05 September 2012 - 12:11 WIB
Jakarta terancam kelangkaan BBM
A
A
A
Sindonews.com - DKI Jakarta terancam kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya premium. Bila tidak ada penambahan kuota, jatah premium bersubsidi untuk Jakarta habis pada 15 September mendatang.
Berdasarkan data PT Pertamina (Persero), per 30 Agustus 2012, penyaluran premium di Jakarta sudah mencapai 1,41 juta kiloliter (kl). Jumlah itu lebih 37,4 persen dari kuota untuk Jakarta 1,03 juta kl.
”Jika pemerintah berpegang pada kuota BBM bersubsidi yang telah ditetapkan untuk Jakarta, maka akan habis dalam waktu dekat,” ujar Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Sommeng di Jakarta kemarin.
Menurutnya, daerah-daerah yang kuotanya belum terlampaui enggan memberikan BBM bersubsidi ke Jakarta. Mereka juga khawatir akan mengalami kekurangan stok BBM bersubsidi.
”Jatah daerah memang tidak bisa dibagi karena sudah mempunyai perhitungan sendiri-sendiri. Solusinya harus memakai BBM nonsubsidi walaupun harganya masih mahal,”paparnya. Dia menduga sepeda motor merupakan konsumen terbanyak dibandingkan moda transportasi lainnya.
Seharusnya sepeda motor yang sudah berteknologi tinggi mempunyai kesadaran untuk lebih menggunakan BBM nonsubsidi. Di luar itu, demi mencegah kelangkaan, pengajuan tambahan kuota BBM oleh pemerintah ke DPR harus segera disetujui. Jika ada penambahan kuota, daerah-daerah yang rawan kelangkaan BBM akan teratasi. ”Seharusnya Jakarta sebagai ibu kota tidak mengalami kelangkaan,” ujarnya.
Pengamat energi dari Refor- Miner Institute Komaidi Notonegoro berpandangan,setidaknya ada tiga variabel yang menyebabkan tingginya konsumsi BBM di Jakarta. Ketiga variabel dimaksud, yakni peningkatan jumlah penduduk, pertumbuhanekonomi,danpertambahan jumlah kendaraan. ”BPH Migas diharapkan dapat lebih memperketat pengawasan dan pengaturan konsumsi BBM,” paparnya.
Sebelumnya, Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan, realisasi penyaluran BBM bersubsidi hingga 30 Agustus 2012 secara nasional sudah mencapai 29,32 juta kl dari jatah 40 juta kl tahun ini.
Dengan demikian, sisa jatah BBM subsidi yang tinggal 10 juta kl akan habis dalam 2–3 bulan ke depan. Ada lima provinsi yang dalam waktu dekat jatah BBM subsidinya akan habis, khususnya premium (lihat info grafis). Sementara itu, pemerintah mengaku sudah mengajukan tambahan kuota BBM bersubsidi sebesar empat juta kl ke DPR.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini mengatakan, pihaknya sudah mengajukan permintaan pembahasan tambahan kuota BBM subsidi ke Komisi VII DPR. ”Tapi DPR belum memberikan jadwalnya,” katanya.
Menurut dia, sebenarnya Kementerian ESDM berharap tambahan kuota bisa dilakukan bersamaan dengan pembahasan RAPBN 2013 pada pekan depan. ”Namun apakah jadi dibicarakan, saya belum tahu. Sepertinya akan dibahas terpisah,” katanya.
Dia mengatakan, dengan tambahan empat juta kl, total kuota BBM bersubsidi yang akan diajukan pemerintah mencapai 44 juta kl tahun ini. Jumlah itu sudah menggunakan asumsi program penghematan bisa berjalan. ”Kalau tanpa melakukan penghematan, kuota BBM bakal mencapai 46 juta kl,” katanya.
Rudi menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan habisnya kuota APBNP sebesar 40 juta kl. ”Kami akan tetap jamin ketersediaan BBM sampai akhir tahun,” ujarnya.
Anggota Komisi VII DPR Bobby Rizaldy mengatakan, DPR tidak serta-merta memberikan tambahan kuota BBM bersubsidi kepada pemerintah terkait kelebihan kuota premium di Jakarta.
DPR akan terlebih dahulu meminta penjelasan dari pemerintah, terutama menyangkut dasar pengajuan tambahan kuota. Anggota Fraksi Partai Golkar ini menegaskan, DPR tidak ingin terus menerus memberikan jalan kepada pemerintah terkait penambahan kuota tersebut.
Berdasarkan data PT Pertamina (Persero), per 30 Agustus 2012, penyaluran premium di Jakarta sudah mencapai 1,41 juta kiloliter (kl). Jumlah itu lebih 37,4 persen dari kuota untuk Jakarta 1,03 juta kl.
”Jika pemerintah berpegang pada kuota BBM bersubsidi yang telah ditetapkan untuk Jakarta, maka akan habis dalam waktu dekat,” ujar Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Sommeng di Jakarta kemarin.
Menurutnya, daerah-daerah yang kuotanya belum terlampaui enggan memberikan BBM bersubsidi ke Jakarta. Mereka juga khawatir akan mengalami kekurangan stok BBM bersubsidi.
”Jatah daerah memang tidak bisa dibagi karena sudah mempunyai perhitungan sendiri-sendiri. Solusinya harus memakai BBM nonsubsidi walaupun harganya masih mahal,”paparnya. Dia menduga sepeda motor merupakan konsumen terbanyak dibandingkan moda transportasi lainnya.
Seharusnya sepeda motor yang sudah berteknologi tinggi mempunyai kesadaran untuk lebih menggunakan BBM nonsubsidi. Di luar itu, demi mencegah kelangkaan, pengajuan tambahan kuota BBM oleh pemerintah ke DPR harus segera disetujui. Jika ada penambahan kuota, daerah-daerah yang rawan kelangkaan BBM akan teratasi. ”Seharusnya Jakarta sebagai ibu kota tidak mengalami kelangkaan,” ujarnya.
Pengamat energi dari Refor- Miner Institute Komaidi Notonegoro berpandangan,setidaknya ada tiga variabel yang menyebabkan tingginya konsumsi BBM di Jakarta. Ketiga variabel dimaksud, yakni peningkatan jumlah penduduk, pertumbuhanekonomi,danpertambahan jumlah kendaraan. ”BPH Migas diharapkan dapat lebih memperketat pengawasan dan pengaturan konsumsi BBM,” paparnya.
Sebelumnya, Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan, realisasi penyaluran BBM bersubsidi hingga 30 Agustus 2012 secara nasional sudah mencapai 29,32 juta kl dari jatah 40 juta kl tahun ini.
Dengan demikian, sisa jatah BBM subsidi yang tinggal 10 juta kl akan habis dalam 2–3 bulan ke depan. Ada lima provinsi yang dalam waktu dekat jatah BBM subsidinya akan habis, khususnya premium (lihat info grafis). Sementara itu, pemerintah mengaku sudah mengajukan tambahan kuota BBM bersubsidi sebesar empat juta kl ke DPR.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini mengatakan, pihaknya sudah mengajukan permintaan pembahasan tambahan kuota BBM subsidi ke Komisi VII DPR. ”Tapi DPR belum memberikan jadwalnya,” katanya.
Menurut dia, sebenarnya Kementerian ESDM berharap tambahan kuota bisa dilakukan bersamaan dengan pembahasan RAPBN 2013 pada pekan depan. ”Namun apakah jadi dibicarakan, saya belum tahu. Sepertinya akan dibahas terpisah,” katanya.
Dia mengatakan, dengan tambahan empat juta kl, total kuota BBM bersubsidi yang akan diajukan pemerintah mencapai 44 juta kl tahun ini. Jumlah itu sudah menggunakan asumsi program penghematan bisa berjalan. ”Kalau tanpa melakukan penghematan, kuota BBM bakal mencapai 46 juta kl,” katanya.
Rudi menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan habisnya kuota APBNP sebesar 40 juta kl. ”Kami akan tetap jamin ketersediaan BBM sampai akhir tahun,” ujarnya.
Anggota Komisi VII DPR Bobby Rizaldy mengatakan, DPR tidak serta-merta memberikan tambahan kuota BBM bersubsidi kepada pemerintah terkait kelebihan kuota premium di Jakarta.
DPR akan terlebih dahulu meminta penjelasan dari pemerintah, terutama menyangkut dasar pengajuan tambahan kuota. Anggota Fraksi Partai Golkar ini menegaskan, DPR tidak ingin terus menerus memberikan jalan kepada pemerintah terkait penambahan kuota tersebut.
(gpr)
Lihat Juga :