BTEL klaim bayar obligasi sesuai jatuh tempo

Rabu, 05 September 2012 - 12:45 WIB
BTEL klaim bayar obligasi...
BTEL klaim bayar obligasi sesuai jatuh tempo
A A A
Sindonews.com - Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi tadi mengangkat suspensi yang diberlakukan atas saham PT Bakrie Telecom, Tbk (BTEL) setelah perseroan menyerahkan bukti pembayaran utang obligasi yang jatuh tempo tanggal 4 September 2012 kemarin.

Bukti pembayaran tertanggal 3 September 2012 tersebut menunjukkan bahwa BTEL menyelesaikan utang obligasi sesuai jatuh tempo. Hal ini membuktikan pernyataan spekulatif beberapa analis bahwa BTEL gagal bayar sama sekali tidak berdasar.

"Kami minta maaf karena target pembayaran sehari lebih cepat tidak bisa terealisir karena kendala teknis yaitu terpotong Hari Buruh di AS dan proses konversi dollar yang membutuhkan waktu sehingga pembayaran diterima pemegang obligasi pada pagi ini, tanggal 5 September," kata Wakil Direktur Utama dan Direktur Keuangan BTEL, Jastiro Abi dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sindonews, Rabu (5/9/2012).

Kemarin, lanjut Jastiro, otoritas Bursa mensuspensi saham perdagangan saham BTEL untuk menghindari spekulasi oleh pelaku pasar baik melalui pernyataan maupun perbuatan yang justru akan merugikan pemegang saham publik.

"Kami sangat menyayangkan spekulasi beberapa analis yang tanpa didukung dasar yang kuat dan fakta yang akurat. Untuk itulah kami sepakat saham disuspensi supaya pelaku pasar yang berniat tidak baik tidak bisa memanfaatkan kesempatan dan merugikan pemegang saham lainnya," kata Presiden Direktur BTEL Anindya Bakrie dalam rilis yang sama.

Selain pembayaran hutang obligasi yang akan meringankan beban keuangan perseroan, BTEL juga melakukan pemulihan kinerja perseroan melalui program "back on track" melalui revitalisasi organisasi, efisiensi operasi, penguatan distribusi di wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat (JBJB), perluasan jaringan, dan pengembangan layanan data baik secara organik maupun unorganik melalui akuisisi Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI).

Untuk itu, perseroan melakukan peningkatan modal melalui transaksi non-preemptive right issue (NPR) senilai hampir Rp900 miliar serta pinjaman dari konsorsium yang difasilitasi Credit Suisse senilai USD 50 juta.

Dari total transaksi NPR, Rp557 miliar merupakan dana tunai yang berasal dari Bakrie Global Ventura, dan sisanya ditukar dengan saham STI. Dengan transaksi NPR di harga saham Rp265 atau hampir dua kali lipat dari harga saham BTEL di pasar, Grup Bakrie berkomitmen penuh terhadap pengembangan perseroan ke depan dan menjadi pemegang 6,8 persen saham BTEL.

Dari total dana tunai yang terkumpul, Rp650 miliar digunakan untuk pembayaran obligasi yang jatuh tempo tanggal 4 September 2012 dan sisanya untuk pengembangan usaha mendukung revitalisasi perseroan.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PT. Bakrie & Brothers...
PT. Bakrie & Brothers Tbk Siap Bangun Proyek Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon-Semarang
Saham Bakrie Telecom...
Saham Bakrie Telecom Kena Suspend BEI, Pihak Berkepentingan Pantau Terus
Jadi Komisaris di BRMS,...
Jadi Komisaris di BRMS, Ini Sepak Terjang Keponakan Abu Rizal Bakrie
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan...
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan Terbesar PLN
Pemkab Terima Bantuan...
Pemkab Terima Bantuan Tabung Oksigen dari PT Timah Tbk
Dipolisikan, PT Darmi...
Dipolisikan, PT Darmi Bersaudara Tbk Nilai Ada Upaya Kriminalisasi
Berita Terkini
IHSG Berakhir Menghijau...
IHSG Berakhir Menghijau di 6.041, Transaksi Tembus Rp11,3 Triliun
13 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Strategi...
Tips MotionTrade: Strategi Buy on Weakness & Buy on Breakout Sesuai Kondisi Pasar
24 menit yang lalu
Akhirnya! Blok Masela...
Akhirnya! Blok Masela Bakal Diresmikan Besok usai Puluhan Tahun Mangkrak
44 menit yang lalu
Sokong Mandatori B50...
Sokong Mandatori B50 Diproyeksi Butuh Anggaran Rp32,3 T, BPDP Beri Garansi Kesiapan Dana
1 jam yang lalu
Progres Tol Japek II...
Progres Tol Japek II Selatan Paket 2A Capai 84%, Siap Jadi Jalur Alternatif
2 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat
2 jam yang lalu
Infografis
25 Drone Kamikaze yang...
25 Drone Kamikaze yang Dioperasikan India Ditembak Jatuh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved