Kurang laku, pelelangan WK migas dievaluasi
Rabu, 05 September 2012 - 13:39 WIB
Kurang laku, pelelangan WK migas dievaluasi
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Migas Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Evita Legowo mengakui ada dua kesalahan pada proses pelelangan Wilayah Kerja Konvensional. Kesalahan tersebut menurutnya akan jadi evaluasi penting nantinya. Sebab seperti yang diketahui, dari 5 WK yang ditawarkan ternyata hanya 1 WK yang diminati.
"Jadi nanti ada dua, apakah ini kita beri waktu tambahan walaupun kita terbatas karena target kita sekitar setahun dua kali artinya empat bulan seperti ini. Jadi kita berpikir apakah akan kita perpanjang untuk memberikan waktu lebih lama," kata Evita di kantornya, Kuningan, Jakarta, Rabu (5/9/2012).
Kemudian, menurutnya adalah persoalan data. Baik dari segi kelengkapan data maupun kemudahan akses, Evita mengakui sebagai kebutuhan wajib.
"Mereka juga minta ada kemudahan akses data. Karena ada beberapa data harus dibeli, itu mereka akan mempermudah. Tapi kami sedang berdiskusi bagaimana caranya ini tetap kita penuhi, tapi bagaimana juga kita beri kesempatan untuk investor mengevaluasi data lebih lama," paparnya.
Sedangkan terkait keamanan, Evita membantah hal itu menjadi kendala. "Enggak. Mereka hanya merasa kurang waktu. Terus terang saat ini kami mendekat ke mereka," pungkasnya.
"Jadi nanti ada dua, apakah ini kita beri waktu tambahan walaupun kita terbatas karena target kita sekitar setahun dua kali artinya empat bulan seperti ini. Jadi kita berpikir apakah akan kita perpanjang untuk memberikan waktu lebih lama," kata Evita di kantornya, Kuningan, Jakarta, Rabu (5/9/2012).
Kemudian, menurutnya adalah persoalan data. Baik dari segi kelengkapan data maupun kemudahan akses, Evita mengakui sebagai kebutuhan wajib.
"Mereka juga minta ada kemudahan akses data. Karena ada beberapa data harus dibeli, itu mereka akan mempermudah. Tapi kami sedang berdiskusi bagaimana caranya ini tetap kita penuhi, tapi bagaimana juga kita beri kesempatan untuk investor mengevaluasi data lebih lama," paparnya.
Sedangkan terkait keamanan, Evita membantah hal itu menjadi kendala. "Enggak. Mereka hanya merasa kurang waktu. Terus terang saat ini kami mendekat ke mereka," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :