Skema bisnis lelang WK migas tak menarik
Rabu, 05 September 2012 - 14:20 WIB
Skema bisnis lelang WK migas tak menarik
A
A
A
Sindonews.com - Direktur ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto menilai proses pelelangan Wilayah Kerja (WK) Minyak dan Gas Bumi (Migas) memiliki skema bisnis yang tidak menarik. Harusnya, proses pelelangan terjadi secara business to business (b to b), bukannya government to business (g to b) seperti yang terjadi sekarang.
"Makanya jika ada pelelangan wk migas itu jangan g to b harusnya b to b sehingga dengan data yang mentah bisa ditawarkan skema bisnis yang lebih menarik dari skema yang pemerintah tawarkan," ujar dia kepada wartawan, Rabu (5/9/2012).
Dampaknya, lanjut Priagung, pemerintah yang anggarannya sedikit hanya menyediakan data yang mentah dan tidak lengkap. Sehingga, data yang cenderung tidak diperbaharui pun tidak laku.
"Makanya pemerintah hanya melalui data yang mentah dan skema bagi hasil jadi kurang efisiensi. kemudian pemenangnya juga kan kita tidak tahu track record-nya kayak gimana. yang harus diwaspadai nanti WK tersebut malah tidak dikerjakan, dan dijual ke perusahaan lain," tambahnya.
Pada proses pelelangan tahap I 2012 tercatat dari lima WK Migas yang ditawarkan, hanya ada satu yang diminati. Adalah East songkang yang berada di offshore Natuna Timur tersebut, dimenangkan oleh PT Equator Energy.
"Walaupun laku satu juga jangan terlalu berharap banyak untuk meningkatkan produksi, ngerinya itu malah perusahaan tidak melakukan kegiatan eksplorasi," pungkasnya.
"Makanya jika ada pelelangan wk migas itu jangan g to b harusnya b to b sehingga dengan data yang mentah bisa ditawarkan skema bisnis yang lebih menarik dari skema yang pemerintah tawarkan," ujar dia kepada wartawan, Rabu (5/9/2012).
Dampaknya, lanjut Priagung, pemerintah yang anggarannya sedikit hanya menyediakan data yang mentah dan tidak lengkap. Sehingga, data yang cenderung tidak diperbaharui pun tidak laku.
"Makanya pemerintah hanya melalui data yang mentah dan skema bagi hasil jadi kurang efisiensi. kemudian pemenangnya juga kan kita tidak tahu track record-nya kayak gimana. yang harus diwaspadai nanti WK tersebut malah tidak dikerjakan, dan dijual ke perusahaan lain," tambahnya.
Pada proses pelelangan tahap I 2012 tercatat dari lima WK Migas yang ditawarkan, hanya ada satu yang diminati. Adalah East songkang yang berada di offshore Natuna Timur tersebut, dimenangkan oleh PT Equator Energy.
"Walaupun laku satu juga jangan terlalu berharap banyak untuk meningkatkan produksi, ngerinya itu malah perusahaan tidak melakukan kegiatan eksplorasi," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :