Ekspor DIY turun, pemerintah harus bersikap

Senin, 10 September 2012 - 13:11 WIB
Ekspor DIY turun, pemerintah...
Ekspor DIY turun, pemerintah harus bersikap
A A A
Sindonews.com - Nilai ekspor DIY cenderung mengalami penurunan, sebagai dampak krisis ekonomi di Amerika dan Eropa. Hal ini membuat komoditas ekspor seperti kerajinan dan tekstil, tidak bisa tumbuh. Sedangkan produk impor dengan harga murah justru membanjiri pasar.

“Nilai ekspor kita cenderung turun, karena kedua Negara itu menjadi pangsa ekspor kerajinan dan tekstil,” jelas Ketua Kamar Dagang dan Industri (kadin) DIY Nur Achmad Affandi, Senin (10/9/2012).

Menurutnya, kondisi ini harus segera disikapi oleh pemerintah. Salah satunya dengan membantu membuka pangsa pasar baru, baik di Asia ataupun di pasar local. Sebab para perajin yang ada merupakan pelaku UMKM, yang tidak banyak memiliki jaringan pasar.

Salah satu alternative yang bisa dilakukan pemerintah adalah memfasilitasi pameran di dalam negeri. Tentu saja dengan membidik daerah dengan potensi daerahnya tidak sama. Sehingga pasar tekstil dan kerajinan bisa diminati pasar. Selain itu juga kemudahan dalam mendapatkan dana penguatan modal. “Pameran local seperti Asmindo harus didukung pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPP Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Ambar Tjahjono, melihat pemerintah lambat dalam mensikapi kondisi yang ada. Terbukti, krisis yang terjadi di eropa,tidak membuat pemerintah mengalihkan jadwal pameran. Mereka tetap menggelar pameran di Jerman dan Spanyol yang juga mengalami krisis ekonomi. “Kalau seperti itu kan muspro (Tidak berguna),”tutur Ambar.

Saat ini banyak penjual di Negara eropa justru mengincar Indonesia sebagai pasar produk mereka. Tidak sedikit barang asli Indonesia di daur ulang untuk ditawarkan kembali. Hal ini harus disikapi dengan jeli, agar tidak banyak produk luar membanjiri pasar local.

Asmindo berharap, pemerintah menggelar pameran di dalam negeri dengan mengundang buyer dari luar. Model pameran di luar negeri harus dirubah dan tidak perlu dilanjutkan. Apalagi pada awal 2013, akan ada Internasional Furniture and Craft Fair Indonesia (IFFINA). “Pameran dan penetrasi pasar harus digarap serius, jangan menyerahkan kepada EO (event Organiser),” ujarnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
12 menit yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
1 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
10 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
10 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
10 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved