Siap-siap, Jakarta terancam kekeringan Premium
Senin, 10 September 2012 - 15:29 WIB
Siap-siap, Jakarta terancam kekeringan Premium
A
A
A
Sindonews.com - Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi diprediksi tidak lama lagi akan kehabisan kuota. Bahkan untuk beberapa kota besar, seperti Jakarta akan mengalami kekeringan terlebih dahulu.
Rencananya, pemerintah memang akan mengajukan penambahan kuota sebesar 4 juta Kiloliter (KL) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Namun, hingga saat ini Rapat Kerja pembahasan masalah itu tak kunjung terselenggara.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini mengingatkan masyarakat yang berdomisili di kota besar, seperti Jakarta, bersiap menggunakan BBM nonbersubsidi. Itupun jika benar penambahan kuota tidak disetujui DPR. Jakarta, sebelumnya memang disebutkan akan kehabisan kuota bulan depan.
"Jakarta paling boros konsumsi BBM bersubsidi, ya Jakarta yang kena duluan. Jakarta harus siap gunakan BBM nonsubsidi, habis beli yang ada. Sebelum kuota ditambah," kata Rudi di Gedung DPR RI, Jakarta , Senin (10/9/2012).
Rudi mengaku, pihaknya telah melayangkan surat ke komisi VII DPR RI untuk pembahasan ini. Tetapi hingga sekarang DPR belum juga menetapkan agendanya.
"Dua hingga tiga bulan tidak mencukupi. Kita sudah mengirimkan surat resmi kepada DPR, namun belum ada balasan dari DPR," tambah Rudi.
Pemerintah belum memiliki rencana lain jika pengajuan tambahan kuota BBM bersubdisi sebesar 4 juta KL tidak disetujui oleh DPR. "Kita belum ada rencana resmi kalau tidak disetujui tambahan kuota tersebut," pungkasnya.
Rencananya, pemerintah memang akan mengajukan penambahan kuota sebesar 4 juta Kiloliter (KL) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Namun, hingga saat ini Rapat Kerja pembahasan masalah itu tak kunjung terselenggara.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini mengingatkan masyarakat yang berdomisili di kota besar, seperti Jakarta, bersiap menggunakan BBM nonbersubsidi. Itupun jika benar penambahan kuota tidak disetujui DPR. Jakarta, sebelumnya memang disebutkan akan kehabisan kuota bulan depan.
"Jakarta paling boros konsumsi BBM bersubsidi, ya Jakarta yang kena duluan. Jakarta harus siap gunakan BBM nonsubsidi, habis beli yang ada. Sebelum kuota ditambah," kata Rudi di Gedung DPR RI, Jakarta , Senin (10/9/2012).
Rudi mengaku, pihaknya telah melayangkan surat ke komisi VII DPR RI untuk pembahasan ini. Tetapi hingga sekarang DPR belum juga menetapkan agendanya.
"Dua hingga tiga bulan tidak mencukupi. Kita sudah mengirimkan surat resmi kepada DPR, namun belum ada balasan dari DPR," tambah Rudi.
Pemerintah belum memiliki rencana lain jika pengajuan tambahan kuota BBM bersubdisi sebesar 4 juta KL tidak disetujui oleh DPR. "Kita belum ada rencana resmi kalau tidak disetujui tambahan kuota tersebut," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :