IHSG tertahan aksi profit taking
Selasa, 11 September 2012 - 08:20 WIB
IHSG tertahan aksi profit taking
A
A
A
Sindonews.com - Pada perdagangan hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan berada pada support 4.126-4.136 dan resistance 4.186-4.196.
IHSG kembali terlihat membentuk pola seperti spinning. Posisi candle berada di antara middle dan upper bollinger bands. MACD mencoba bergerak naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali berusaha melanjutkan bergerak naik mendekati area oversold.
"Dari candle yang terbentuk, IHSG memperlihatkan kembali pergerakan positifnya meskipun sedikit tertahan karena dibayang-bayangi adanya aksi profit taking. Meskipun IHSG masih ada sedikit ruang untuk kembali naik namun, waspadai aksi profit taking yang dapat merubah haluan dari IHSG tersebut," ungkap analis Indosurya Asset Management, Reza Priyambada, Selasa (11/9/2012).
Adapun saham-saham yang dapat dicermati a.l : MAPI, UNTR, BBNI, BBRI, TLKM, CTRP, & MYOR.
Sampai dengan saat ini, bursa saham Eropa bergerak variatif karena merespon pelemahan data di China dan Jepang. Di pasar saham AS kemungkinan juga akan bergerak variatif karena merespon hal tersebut.
Tidak banyaknya data yang dirilis akan membuat bursa saham AS bisa saja terpeleset ke zona negatif. Bila hal ini terjadi maka akan berimbas negatif pada pergerakan bursa saham Asia nantinya, termasuk IHSG.
IHSG kembali terlihat membentuk pola seperti spinning. Posisi candle berada di antara middle dan upper bollinger bands. MACD mencoba bergerak naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali berusaha melanjutkan bergerak naik mendekati area oversold.
"Dari candle yang terbentuk, IHSG memperlihatkan kembali pergerakan positifnya meskipun sedikit tertahan karena dibayang-bayangi adanya aksi profit taking. Meskipun IHSG masih ada sedikit ruang untuk kembali naik namun, waspadai aksi profit taking yang dapat merubah haluan dari IHSG tersebut," ungkap analis Indosurya Asset Management, Reza Priyambada, Selasa (11/9/2012).
Adapun saham-saham yang dapat dicermati a.l : MAPI, UNTR, BBNI, BBRI, TLKM, CTRP, & MYOR.
Sampai dengan saat ini, bursa saham Eropa bergerak variatif karena merespon pelemahan data di China dan Jepang. Di pasar saham AS kemungkinan juga akan bergerak variatif karena merespon hal tersebut.
Tidak banyaknya data yang dirilis akan membuat bursa saham AS bisa saja terpeleset ke zona negatif. Bila hal ini terjadi maka akan berimbas negatif pada pergerakan bursa saham Asia nantinya, termasuk IHSG.
(gpr)
Lihat Juga :