Pengendalian BBM subsidi pengaruhi kinerja birokrasi

Selasa, 11 September 2012 - 18:29 WIB
Pengendalian BBM subsidi...
Pengendalian BBM subsidi pengaruhi kinerja birokrasi
A A A
Sindonews.com - Kebijakan pemerintah yang melarang kendaraan dinas mengkonsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubdisi mulai berdampak pada tingkat pelayanan birokasi kepada masyarakat.

Berdasarkan pengamatan Sub Tim Analisis Sosial Pengendalian BBM Subsidi Kementerian ESDM, pascapemberlakuan kebijakan pelarangan kendaraan plat merah atau mobil dinas BUMN hingga BUMD, mengonsumsi BBM bersubsidi, per 1 Agustus, kini dampaknya dirasakan aparat birokrat di bawah.

Menurut Fathnan Harun dari Tim Analisis Sosial Pengendalian BBM, dari beberapa daerah di Indonesia yang dimintakan tanggapannya menunjukkan bahwa, kebijakan tersebut sangat berpengaruh terhadap aktivitas pelayanan birokrasi.

"Secara umum pengendalian BBM subdisi ini telah berjalan cukup baik, aparat birokrat mulai melaksanakan kebijakan tersebut meskipun ada kendala misalnhya karena ini harus merubah kultur," kata Fathnan yang juga Asisten Deputi Koordinasi Informasi Publik dan Kehumasan Kementerian Polkam, di Kuta, Selasa (11/9/2012).

Tim telah mengunjungi beberapa daerah seperti Jogjakarta, Bandung, Semarang, Kupang, Sumatra Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali dan Sulawesi Tenggara, guna menjaring masukan dan aspirasi mereka terkait pengendalian BBM.

Intinya, mereka siap melaksanakannya, meskipun dengan beberapa konsekuensi seperti pengaruhnya terhadap aktivitas di lapangan. Di mata anggota tim, Paulus Wirutomo, perubahan budaya beralih ke non subsidi ini tidaklah mudah. Apalagi, yang terkena dampak pertama dari kebijakan ini adalah aparat birokrasi hingga ke tingkat bawah.

Sebab itu merupakan proses yang membutuhkan waktu untuk membuka kesadaran, yang sebelumnya menggunakan BBM murah beralih non subdisi yang memiliki disparitas cukup tinggi. Sejauh ini, kata dia memang hasilnya cukup menggembirakan, penggunaan Pertamax terjadi kenaikan di sejumlah daerah. Hanya saja, pemerintah harus membuka komunikasi dengan aparat di bawah dalam mengatasi persoalan yang dihadapi di bawah.

Sebut saja, soal pengendalian BBM bersubsidi untuk perkebunan di Jawa, mesti diperhatikan dengan baik, angan sampai justru merugikan petani atau masyarakat bawah. Sementara JB Kristiadi anggota tim lainnya, mempertanyakan apakah pembatasan BBM untuk aparat di bawah bisa berjalan efisen dan tidak menggannggu kelancaran pelayanan.

Dia mencontohkan, kebijakan yang datangnya secara mendadak itu harus mengubah bagaimana pejabat yang harus mengunjungi lokasi pelayanan di desa, kini bisa melaksanakannya karena tidak ada anggaran akibat pengendalian BBM subdisi.

"Kalau ditambah anggaranya akan menelan dana cukup besar karena harus menyediakan budget untuk 524 daerah otonom," imbuhnya.

Dia mempertanyakan, apakah pemanfaatan Pertmax yang digunakan untuk aparata, tersebut sampai ke sasaran dan punya tingkat efiiseni yang sinifikan.

"Karena kenaikan BBM, harus dibayar atau ditomboki APBD, apakah ini cukup efisen," tandas peneliti CSIS.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat UGM: BBM Subsidi...
Pengamat UGM: BBM Subsidi Salah Sasaran Bebani APBN Rp90 Triliun
Pembatasan Pembelian...
Pembatasan Pembelian Pertalite, Anggota DPR : Jangan Sampai Rugikan Rakyat
Pembatasan BBM Subsidi...
Pembatasan BBM Subsidi lewat MyPertamina
Wanti-wanti Soal Pembatasan...
Wanti-wanti Soal Pembatasan BBM Bersubsidi, Legislator Beri Catatan Ini
Setelah Harganya Naik,...
Setelah Harganya Naik, Konsumsi BBM Subsidi Bakal Segera Dibatasi
Subsidi BBM Jadi Beban...
Subsidi BBM Jadi Beban APBN, Legislator: Harus Cari Cara Tepat Sasaran
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
5 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
6 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
8 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
9 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
10 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
12 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Potong Pajak Pembelian BBM 5%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved