Jajaki bisnis kargo, Merpati gandeng Pos
Rabu, 12 September 2012 - 18:11 WIB
Jajaki bisnis kargo, Merpati gandeng Pos
A
A
A
Sindonews.com - PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) akan memasuki bisnis kargo dengan PT Pos Indonesia pada akhir tahun 2012. Ini juga sudah ditandai dengan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Pos Indonesia pada pertengahan Agustus 2012 lalu.
"Ada dua, pertama kita kerja sama untuk pengadaan pesawat cargo dengan Pos," kata Executive Vice President Commercial Merpati Nusantara Airlines, Sutan Banuara di Plasa Mandiri, Jakarta, Rabu (12/9/2012).
Sutan menjelaskan, Pos dalam hal ini melakukan pengadaan pesawat jenis Boeing 737. Sementara, Merpati akan bertindak pada pengoperasian. Ditargetkan, November mendatang pesawat tersebut akan dapat beroperasi.
Sedangkan untuk rute, lanjutnya, akan disesuaikan dengan kebutuhan Pos. Namun dapat dimungkinkan merata hingga ke kecamatan-kecamatan di Indonesia, karena sesuai dengan jaringan Pos yang sudah ada. "Kalau kita kan operatornya, ya tergantung POS mau kemana saja," jelasnya.
Menurutnya, potensi bisnis kargo sangat besar. Dia mencontohkan dalam satu hari perputaran bisnis kargo di Soekarno-Hatta mencapai 150 ton. Sedangkan saat ini kontribusi bisnis kargo Merpati baru 8 persen.
Selain bisnis kargo, Merpati dan Pos Indonesia juga berencana kerja sama dalam penjualan tiket. Dengan menggandeng Pos Indonesia, penjualan tiket Merpati akan menjangkau seluruh pelosok kecamatan di Indonesia.
"Itu kemungkinan tahun depan baru berjalan karena sekarang sedang mensinkronisasi sistem ticketing pesawat Merpati dengan sistem PT Pos Indonesia," pungkasnya.
"Ada dua, pertama kita kerja sama untuk pengadaan pesawat cargo dengan Pos," kata Executive Vice President Commercial Merpati Nusantara Airlines, Sutan Banuara di Plasa Mandiri, Jakarta, Rabu (12/9/2012).
Sutan menjelaskan, Pos dalam hal ini melakukan pengadaan pesawat jenis Boeing 737. Sementara, Merpati akan bertindak pada pengoperasian. Ditargetkan, November mendatang pesawat tersebut akan dapat beroperasi.
Sedangkan untuk rute, lanjutnya, akan disesuaikan dengan kebutuhan Pos. Namun dapat dimungkinkan merata hingga ke kecamatan-kecamatan di Indonesia, karena sesuai dengan jaringan Pos yang sudah ada. "Kalau kita kan operatornya, ya tergantung POS mau kemana saja," jelasnya.
Menurutnya, potensi bisnis kargo sangat besar. Dia mencontohkan dalam satu hari perputaran bisnis kargo di Soekarno-Hatta mencapai 150 ton. Sedangkan saat ini kontribusi bisnis kargo Merpati baru 8 persen.
Selain bisnis kargo, Merpati dan Pos Indonesia juga berencana kerja sama dalam penjualan tiket. Dengan menggandeng Pos Indonesia, penjualan tiket Merpati akan menjangkau seluruh pelosok kecamatan di Indonesia.
"Itu kemungkinan tahun depan baru berjalan karena sekarang sedang mensinkronisasi sistem ticketing pesawat Merpati dengan sistem PT Pos Indonesia," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :