Cegah terjadinya rush, kuota BBM DIY diperketat
Jum'at, 14 September 2012 - 08:00 WIB
Cegah terjadinya rush, kuota BBM DIY diperketat
A
A
A
Sindonews.com - Kebijakan pembatasan distribusi premium di DIY diberlakukan setengah-setengah. Secara prinsip jumlah yang didistribusikan dibatasi sebanyak 36.000 kilo liter untuk September 2012.
Namun demikian, pengendalian secara ketat distribisui baru dilakukan jika kuota tersebut sudah menipis. Hal tersebut mempertimbangkan pencegahan terjadinya rush akibat pembelian dalam jumlah besar oleh masyarakat.
Punic buying dimungkinkan terjadi ketika jumlah distribusi langsung diperketat. "Sulit kalau langsung ditekan dari rata-rata 42.000 (kilo liter) langsung ditekan jadi 36.000 (kilo liter). Nanti akan terjadi tidak ada premium di masyarakat," tandas Sales Area Manajer PT Pertamina Yogyakarta Ruslan Marbun di Yogyakarta, Kamis (13/9/2012).
Kebijakan tersebut menurut Marbun, memberikan dampak positif tidak adanya gejolak yang berarti di DIY meski distribusi mulai mendapatkan kontrol secara penuh. Dan hal tersebut disebutkannya, terlihat terjadi di DIY yang mulai memberlakukan kuota distribusi bulanan dan harian bagi 90 SPBU semenjak 1 September lalu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Permukiman, Energi Sumberdaya Mineral (PUP ESDM) Rani Sjamsinarsi menilai, belum adanya lonjakan konsumsi BBM bersubsidi karena masih ada premium distribusi Agustus yang baru terserap September. Dari data yang dilaporkan kepadanya, saat ini baru sekitar 1/4 dari 36.000 kilo liter kuota September yang sudah terdistribusi melalui SPBU.
Sementara secara prinsip, proses pengawasan distribusi dari SPBU ke masyarakat diakui sulit untuk diawasi. "Kita bisa kontrol itu yang dari Pertamina ke SPBU. Sementara untuk evaluasinya bersama Pertamina bisanya satu bulan sekali itupun tidak penuh," tandasnya.
Ditambahkannya, proses evaluasi pengetatan distribusi premium belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Namun demikian evaluasi akan tetap dilakukan setiap bulan untuk memantau secara langsung kondisi distribusi premium agar sisa stok yang ada dapat dikonsumsi masyarakat hingga akhir tahun mendatang.
DIY di 2012 ini mendapatkan kuota 462.408 kilo liter premium. Hingga akhir Agustus sudah 71 persen dari kuota atau 329.351 kilo liter sudah terserap. Konsumsi tertinggi sepanjang 2012 terjadi pada Agustus lalu dengan kegiatan mudik lebaran dengan jumlah konsumsi mencapai 46.000 kilo liter.
Mempertimbangkan sisa kuota yang dimiliki saat ini hanya 133 kilo liter, Pemprov DIY mengeluarkan kebijakan mulai September distribusi premium diperketat. Kuota untuk September hanya mencapai 36.000 kilo liter atau 11 persen lebih rendah dari konsumsi rata-rata premium di DIY.
Namun demikian, pengendalian secara ketat distribisui baru dilakukan jika kuota tersebut sudah menipis. Hal tersebut mempertimbangkan pencegahan terjadinya rush akibat pembelian dalam jumlah besar oleh masyarakat.
Punic buying dimungkinkan terjadi ketika jumlah distribusi langsung diperketat. "Sulit kalau langsung ditekan dari rata-rata 42.000 (kilo liter) langsung ditekan jadi 36.000 (kilo liter). Nanti akan terjadi tidak ada premium di masyarakat," tandas Sales Area Manajer PT Pertamina Yogyakarta Ruslan Marbun di Yogyakarta, Kamis (13/9/2012).
Kebijakan tersebut menurut Marbun, memberikan dampak positif tidak adanya gejolak yang berarti di DIY meski distribusi mulai mendapatkan kontrol secara penuh. Dan hal tersebut disebutkannya, terlihat terjadi di DIY yang mulai memberlakukan kuota distribusi bulanan dan harian bagi 90 SPBU semenjak 1 September lalu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Permukiman, Energi Sumberdaya Mineral (PUP ESDM) Rani Sjamsinarsi menilai, belum adanya lonjakan konsumsi BBM bersubsidi karena masih ada premium distribusi Agustus yang baru terserap September. Dari data yang dilaporkan kepadanya, saat ini baru sekitar 1/4 dari 36.000 kilo liter kuota September yang sudah terdistribusi melalui SPBU.
Sementara secara prinsip, proses pengawasan distribusi dari SPBU ke masyarakat diakui sulit untuk diawasi. "Kita bisa kontrol itu yang dari Pertamina ke SPBU. Sementara untuk evaluasinya bersama Pertamina bisanya satu bulan sekali itupun tidak penuh," tandasnya.
Ditambahkannya, proses evaluasi pengetatan distribusi premium belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Namun demikian evaluasi akan tetap dilakukan setiap bulan untuk memantau secara langsung kondisi distribusi premium agar sisa stok yang ada dapat dikonsumsi masyarakat hingga akhir tahun mendatang.
DIY di 2012 ini mendapatkan kuota 462.408 kilo liter premium. Hingga akhir Agustus sudah 71 persen dari kuota atau 329.351 kilo liter sudah terserap. Konsumsi tertinggi sepanjang 2012 terjadi pada Agustus lalu dengan kegiatan mudik lebaran dengan jumlah konsumsi mencapai 46.000 kilo liter.
Mempertimbangkan sisa kuota yang dimiliki saat ini hanya 133 kilo liter, Pemprov DIY mengeluarkan kebijakan mulai September distribusi premium diperketat. Kuota untuk September hanya mencapai 36.000 kilo liter atau 11 persen lebih rendah dari konsumsi rata-rata premium di DIY.
(gpr)
Lihat Juga :