Bantu pembangunan daerah, PIP siapkan Rp1,2 T
Senin, 24 September 2012 - 20:03 WIB
Bantu pembangunan daerah, PIP siapkan Rp1,2 T
A
A
A
Sindonews.com - Tahun 2012 Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menyiapkan alokasi dana investasi sebesar Rp1,2 triliun sedangkan tahun depan akan diusulkan sebesar Rp2,8 triliun.
Kepala Sub devisi Pengembangan Instrumen dan Pengendalian II PIP Erdian Dharmaputra menyebut hingga September 2012 pihaknya telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp736,5 Milliar. Sementara hingga akhir tahun, diproyeksikan mampu menyalurkan hingga Rp1 triliun.
Kata Erdian, selama tahun 2012 sebanyak 28 proposal yang masuk dari pemerintah daerah (Pemda) dan total proposal tersebut sebagian besar diterima namun masih dengan catatan. "Mayoritas proyek yang diajukan dalam proposal tersebut berupa pembangunan rumah sakit, jalan dan pasar," kata Erdian di sela-sela acara Investment Gathering dan Workshop Pinjaman Daerah 2012, di Surabaya, Senin (24/9/2012).
Dia mengaku, pihaknya sangat selektif dalam untuk memilih setiap proyek yang diajukan oleh pemda agar jangan sampai proyek yang diajukan bernuansa politis. Minimal proposal proyek yang diajukan harus masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan terdapat studi kelayakan proyek.
"Untuk tenaga konsultan sudah kami siapkan sendiri. Sekarang sudah ada sekira sembilan konsultan. Terserah nanti pemda memilih yang mana," terangnya.
Erdian pun merinci sejumlah investasi yang dilakukan PIP, antara lain pembangunan rumah sakit, misalnya di Pemprov Sulawesi sebesar Rp190 miliar di Pemkot Surakarta Rp40,5 miliar, di Pemkab Mukomuko Rp53,6 miliar dan di Pemkab Karangasem, Bali Rp46 miliar. Sedangkan untuk investasi pasar terdapat di Pemkab Lombok Timur Rp34 miliar, Pemkab Karangasem Rp49,8 miliar dan Pemkot Medan Rp77 miliar. Investasi jalan, yakni di Pemkot Bandar Lampung senilai Rp96 miliar. PIP juga berinvestasi dalam proyek PT INKA.
"Nilai investasi yang digelontorkan ke perusahaan kereta api pelat merah tersebut mencapai Rp118 miliar," jelas dia.
Dana pinjaman yang bisa disalurkan ke Pemda maksimal 75 persen dari penerimaan umum daerah. Penerimaan umum ini di antaranya berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Penyertaan Modal dan Dana Alokasi Umum (DAU). Kemudian defisit APBD-nya maksimal enam persen.
"Beberapa bidang proyek yang dibiayai PIP diantaranya ketenagalistrikan, minyak dan gas (migas), transportasi, telekomunikasi, rumah sakit, terminal dan air bersih. Ada juga bidang lain seperti pengembangan teknologi ramah lingkungan," tandasnya.
Kepala Sub devisi Pengembangan Instrumen dan Pengendalian II PIP Erdian Dharmaputra menyebut hingga September 2012 pihaknya telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp736,5 Milliar. Sementara hingga akhir tahun, diproyeksikan mampu menyalurkan hingga Rp1 triliun.
Kata Erdian, selama tahun 2012 sebanyak 28 proposal yang masuk dari pemerintah daerah (Pemda) dan total proposal tersebut sebagian besar diterima namun masih dengan catatan. "Mayoritas proyek yang diajukan dalam proposal tersebut berupa pembangunan rumah sakit, jalan dan pasar," kata Erdian di sela-sela acara Investment Gathering dan Workshop Pinjaman Daerah 2012, di Surabaya, Senin (24/9/2012).
Dia mengaku, pihaknya sangat selektif dalam untuk memilih setiap proyek yang diajukan oleh pemda agar jangan sampai proyek yang diajukan bernuansa politis. Minimal proposal proyek yang diajukan harus masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan terdapat studi kelayakan proyek.
"Untuk tenaga konsultan sudah kami siapkan sendiri. Sekarang sudah ada sekira sembilan konsultan. Terserah nanti pemda memilih yang mana," terangnya.
Erdian pun merinci sejumlah investasi yang dilakukan PIP, antara lain pembangunan rumah sakit, misalnya di Pemprov Sulawesi sebesar Rp190 miliar di Pemkot Surakarta Rp40,5 miliar, di Pemkab Mukomuko Rp53,6 miliar dan di Pemkab Karangasem, Bali Rp46 miliar. Sedangkan untuk investasi pasar terdapat di Pemkab Lombok Timur Rp34 miliar, Pemkab Karangasem Rp49,8 miliar dan Pemkot Medan Rp77 miliar. Investasi jalan, yakni di Pemkot Bandar Lampung senilai Rp96 miliar. PIP juga berinvestasi dalam proyek PT INKA.
"Nilai investasi yang digelontorkan ke perusahaan kereta api pelat merah tersebut mencapai Rp118 miliar," jelas dia.
Dana pinjaman yang bisa disalurkan ke Pemda maksimal 75 persen dari penerimaan umum daerah. Penerimaan umum ini di antaranya berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Penyertaan Modal dan Dana Alokasi Umum (DAU). Kemudian defisit APBD-nya maksimal enam persen.
"Beberapa bidang proyek yang dibiayai PIP diantaranya ketenagalistrikan, minyak dan gas (migas), transportasi, telekomunikasi, rumah sakit, terminal dan air bersih. Ada juga bidang lain seperti pengembangan teknologi ramah lingkungan," tandasnya.
(gpr)
Lihat Juga :