Produksi minyak mentah lapangan sukowati menurun
Selasa, 25 September 2012 - 20:01 WIB
Produksi minyak mentah lapangan sukowati menurun
A
A
A
Sindonews.com - Produksi minyak mentah lapangan Sukowati Bojonegoro yang dibor oleh Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB-PPEJ) terus menurun. Saat ini produksi minyak mentah di sumur Pad A dan Pad B Lapangan Sukowati hanya mencapai 36 ribu barel per hari.
Field Admint Superintendant JOB-PPEJ, Hananto Aji, mengatakan, pada tahun 2011 lalu produksi minyak mentah lapangan Sukowati masih mencapai 44 ribu barel per hari. “Sekarang produksi lapangan Sukowati 36 ribu barel per hari. Sehingga, ada penurunan produksi delapan ribu barel per hari dari tahun lalu,” ujarnya, Selasa (25/9/2012).
Ia mengatakan, pengeboran di sumur Pad A dan Pad B saat ini hanya menghasilkan minyak mentah 1.500 barel per hari. Sedangkan sumur yang lain lebih banyak menghasilkan air daripada minyak mentah.
Saat ini, kata Hananto, ada tiga sumur yang ditutup karena sudah tidak produksi. Sedangkan, sumur yang masih produksi sebanyak 16 sumur. Total sumur pad A dan Pad B lapangan Sukowati 19 sumur.
Sumur yang ditutup, lanjut Hananto, di antaranya sumur 1, 3, dan 9 di lapangan Sukowati. Sedangkan, di lapangan Mudi di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, masih memproduksi minyak mentah sekitar 1.800 barel per hari.
Menurut Hananto, turunnya produksi minyak mentah itu dipengaruhi terlambatnya waktu pengeboran yang dimulai pada Agustus 2012. Selain itu, belum adanya penambahan lokasi baru karena lokasi yang direncanakan belum dinyatakan sebagai daerah industri minyak dan gas bumi (migas).
Pihak JOB-PPEJ, kata Hananto, hingga kini belum menemukan cadangan sumur baru. Padahal, jumlah produksi minyak mentah di sumur lama terus menurun. Tetapi, kata dia, sudah ada titik lokasi baru yang diperkirakan mengandung minyak yakni di sekitar Kelurahan Ngrowo, Kecamatan Kota Bojonegoro dan Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, di dekat Sungai Bengawan Solo.
Sementara itu, Pertamina Energi dan Produksi (EP) Cepu saat ini juga mengebor sumur Tiung Biru A, B, dan C di Desa Kali Sumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro. Tetapi, di sumur Tiung Biru itu diperkirakan lebih banyak kandungan gasnya ketimbang kandungan minyak mentah.
“Kami masih melakukan eksplorasi di sumur Tiung Biru itu,” ujar Public Relation, Security and General Service Tiung Biru, Pertamina EP Cepu, Yudhi Madjid.
Pertamina EP Cepu sebelumnya menyampaikan potensi minyak di sumur Tiung Biru sekitar 2.546 barel per hari. Sedangkan, potensi gasnya mencapai 2,75 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Sesuai rencana, Pertamina EP Cepu akan memproduksi sumur TBR sebesar 201 barel per hari.
Field Admint Superintendant JOB-PPEJ, Hananto Aji, mengatakan, pada tahun 2011 lalu produksi minyak mentah lapangan Sukowati masih mencapai 44 ribu barel per hari. “Sekarang produksi lapangan Sukowati 36 ribu barel per hari. Sehingga, ada penurunan produksi delapan ribu barel per hari dari tahun lalu,” ujarnya, Selasa (25/9/2012).
Ia mengatakan, pengeboran di sumur Pad A dan Pad B saat ini hanya menghasilkan minyak mentah 1.500 barel per hari. Sedangkan sumur yang lain lebih banyak menghasilkan air daripada minyak mentah.
Saat ini, kata Hananto, ada tiga sumur yang ditutup karena sudah tidak produksi. Sedangkan, sumur yang masih produksi sebanyak 16 sumur. Total sumur pad A dan Pad B lapangan Sukowati 19 sumur.
Sumur yang ditutup, lanjut Hananto, di antaranya sumur 1, 3, dan 9 di lapangan Sukowati. Sedangkan, di lapangan Mudi di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, masih memproduksi minyak mentah sekitar 1.800 barel per hari.
Menurut Hananto, turunnya produksi minyak mentah itu dipengaruhi terlambatnya waktu pengeboran yang dimulai pada Agustus 2012. Selain itu, belum adanya penambahan lokasi baru karena lokasi yang direncanakan belum dinyatakan sebagai daerah industri minyak dan gas bumi (migas).
Pihak JOB-PPEJ, kata Hananto, hingga kini belum menemukan cadangan sumur baru. Padahal, jumlah produksi minyak mentah di sumur lama terus menurun. Tetapi, kata dia, sudah ada titik lokasi baru yang diperkirakan mengandung minyak yakni di sekitar Kelurahan Ngrowo, Kecamatan Kota Bojonegoro dan Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, di dekat Sungai Bengawan Solo.
Sementara itu, Pertamina Energi dan Produksi (EP) Cepu saat ini juga mengebor sumur Tiung Biru A, B, dan C di Desa Kali Sumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro. Tetapi, di sumur Tiung Biru itu diperkirakan lebih banyak kandungan gasnya ketimbang kandungan minyak mentah.
“Kami masih melakukan eksplorasi di sumur Tiung Biru itu,” ujar Public Relation, Security and General Service Tiung Biru, Pertamina EP Cepu, Yudhi Madjid.
Pertamina EP Cepu sebelumnya menyampaikan potensi minyak di sumur Tiung Biru sekitar 2.546 barel per hari. Sedangkan, potensi gasnya mencapai 2,75 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Sesuai rencana, Pertamina EP Cepu akan memproduksi sumur TBR sebesar 201 barel per hari.
(gpr)
Lihat Juga :