Tertekan, IHSG berakhir di level 4.236
Senin, 01 Oktober 2012 - 16:15 WIB
Tertekan, IHSG berakhir di level 4.236
A
A
A
Sindonews.com - Sektor tambang sekali lagi jadi biang melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG pada penutupan perdagangan hari ini melemah hingga 26 poin ke level 4.236.
Menurut pengamat pasar modal PT Panin Sekuritas, Porwoko Sartono, data-data ekonomi Amerika disinyalir sebagai pengaruh utama. Pelemahan indeks, lebih dipengaruhi oleh data-data ekonomi baik dari dalam maupun luar AS yang buruk.
"Data yang menunjukan aktivitas bisnis di Amerika pada bulan September mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam 3 tahun terakhir," imbuhnya.
Selain itu, dari dalam negeri sindiri, kendati data inflasi diumumkan masih tergolong rendah, namun rupanya masih gagal mendongkrak IHSG secara umum.
"Kami juga melihat rendahnya angka inflasi serta data perdagangan yang surplus untuk pertama kali dalam 3 bulan terakhir gagal mengangkat indeks," tutupnya.
IHSG, pada akhir perdagangan Senin (1/10/2012) turun 26,27 poin atau 0,62 persen ke 4.236,29. LQ45 turun 5,77 poin atau 0,79 persen ke 725,99.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp3,99 triliun dengan volume sebanyak 3,4 miliar lembar saham. Sebanuak 148 saham melemah, 102 saham menguat, dan 102 saham stagnan.
Sektor pendukung indeks saham mayoritas masih melemah. Sektor tambang turun sampai 34,58 poin atau 1,7 persen, sektor keuangan turun 5,4 poin atau 5,4 poin atau 0,99 persen dan sektor agri naik 5,77 poin atau 0,26 persen.
Saham-saham yang bergerak melemah (top losers) antara lain PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun Rp1.100 ke Rp12.100, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp900 ke Rp41.250 dan PT Semen Gresik Tbk (SMGR) turun Rp400 ke Rp14.050.
Sementara saham yang bergerak menguat (top gainers) naik antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2.450 ke Rp48.900, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp500 ke Rp16.700 dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) naik Rp275 ke Rp4.425.
Indeks Asia bergerak dua arah. Nikkei turun 73,65 poin atau 0,83 persen ke 8.796,5, Straits Times turun 4,38 poin atau 0,14 persen ke 3.055,19, dan Kospi naik 7,51 poin atau 0,38 persen ke 1.996,21.
Menurut pengamat pasar modal PT Panin Sekuritas, Porwoko Sartono, data-data ekonomi Amerika disinyalir sebagai pengaruh utama. Pelemahan indeks, lebih dipengaruhi oleh data-data ekonomi baik dari dalam maupun luar AS yang buruk.
"Data yang menunjukan aktivitas bisnis di Amerika pada bulan September mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam 3 tahun terakhir," imbuhnya.
Selain itu, dari dalam negeri sindiri, kendati data inflasi diumumkan masih tergolong rendah, namun rupanya masih gagal mendongkrak IHSG secara umum.
"Kami juga melihat rendahnya angka inflasi serta data perdagangan yang surplus untuk pertama kali dalam 3 bulan terakhir gagal mengangkat indeks," tutupnya.
IHSG, pada akhir perdagangan Senin (1/10/2012) turun 26,27 poin atau 0,62 persen ke 4.236,29. LQ45 turun 5,77 poin atau 0,79 persen ke 725,99.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp3,99 triliun dengan volume sebanyak 3,4 miliar lembar saham. Sebanuak 148 saham melemah, 102 saham menguat, dan 102 saham stagnan.
Sektor pendukung indeks saham mayoritas masih melemah. Sektor tambang turun sampai 34,58 poin atau 1,7 persen, sektor keuangan turun 5,4 poin atau 5,4 poin atau 0,99 persen dan sektor agri naik 5,77 poin atau 0,26 persen.
Saham-saham yang bergerak melemah (top losers) antara lain PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun Rp1.100 ke Rp12.100, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp900 ke Rp41.250 dan PT Semen Gresik Tbk (SMGR) turun Rp400 ke Rp14.050.
Sementara saham yang bergerak menguat (top gainers) naik antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2.450 ke Rp48.900, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp500 ke Rp16.700 dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) naik Rp275 ke Rp4.425.
Indeks Asia bergerak dua arah. Nikkei turun 73,65 poin atau 0,83 persen ke 8.796,5, Straits Times turun 4,38 poin atau 0,14 persen ke 3.055,19, dan Kospi naik 7,51 poin atau 0,38 persen ke 1.996,21.
(gpr)
Lihat Juga :