Pemerintah kembangkan lima pelabuhan kapal pesiar pada 2013
Selasa, 02 Oktober 2012 - 18:06 WIB
Pemerintah kembangkan lima pelabuhan kapal pesiar pada 2013
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah berencana mengembangkan sejumlah pelabuhan agar mampu menampung kapal pesiar. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pengembangan wisata kapal pesiar.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu mengatakan pada 2013 menargetkan pembangunan lima pelabuhan yang dapat menampung kapal berukuran 320 meter. Kelima pelabuhan tersebut terdapat di Sabang, Belawan, Jakarta, Surabaya, dan Benoa. “Pembangunan pelabuhan kapal pesiar ditarget selesai 2013 bila pengerukan selesai sesuai rencana,” ungkap Mari saat mempromosikan wisata kapal pesiar (Cruise) Indonesia di Shanghai, China, akhir pekan kemarin.
Tiga pelabuhan tambahan lainnya ditargetkan rampung akhir 2014, yakni di Semarang, Probolinggo, dan Celukan Bawang. Khusus di Celukan Bawang diharapkan mampu menampung kapal pesiar bobot besar untuk merapat di Lombok, Tanah Ampo, dan Komodo. Untuk mewujudkan ambisi menjadi destinasi kapal pesiar berkelas dunia, Mari menekankan pengembangan aktivitas wisata, infrastruktur, standard pelabuhan, pelestarian budaya, serta memberdayakan masyarakat lokal.
Dia menjelaskan, pada 2012 jumlah penumpang kapal pesiar ke Indonesia mencapai 114.000 penumpang dengan jumlah cruise calls sebanyak 214 calls yang tersebar di Nusa Tenggara (23%), Papua (16%), Bali (15%), Sumatera (15%), Jawa (13%), Sulawesi (7%), Kalimantan (6%), dan Maluku (5%). Mari optimis pengembangan wisata kapal pesiar memiliki prospek yang cerah karena pesatnya pertumbuhan kelas menengah di Asia dan Australia sebagai pasar utama wisata cruise Indonesia.
Dengan gambaran tersebut, dia menargetkan pertumbuhan jumlah penumpang kapal pesiar mencapai 160.000 penumpang dan cruise calls sebanyak 300 calls di 2013. Jumlah tersebut meningkat 40% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Itu dapat dilihat dari tingginya permintaan akan kapal pesiar ke Indonesia dengan perencanaan pertumbuhan jumlah penumpang kapal pesiar mencapai 160.000 penumpang,” paparnya.
Menurut dia, setidaknya ada sejumlah strategi dan koordinasi antar kementerian sebagai bentuk keseriusan dalam pengembangan wisata kapal pesiar. Di antaranya strategi pemasaran, pengembangan fasilitas kapal pesiar, pengembangan destinasi wisata, serta pembentukan kelompok kerja khusus pengembangan wisata kapal pesiar yang melibatkan seluruh sektor dan pemangku kepentingan. “Starategi pengembangan wisata kapal pesiar melibatkan stake holder terkait,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Menparekraf memanfaatkan momentum konvensi untuk berkonsolidasi dengan Country Manager Visit Indonesia Tourism Officer China (VITO) Ms. Janet Huang bersama para pengelola biro perjalanan yang berbasis di Shanghai. Bahkan, Menparekraf melakukan konsolidasi dengan perwakilan maskapai Garuda Indonesia di China. Hal itu dilakukan untuk terus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan China sebagai salah satu target utama pariwisata di Tanah Air.
General Manager PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo III Cabang Benoa Iwan Sabatini mengatakan, Indonesia berpeluang mendatangkan kapal pesiar dari kegiatan "3rd All Seatrade Asia Cruise" di Shanghai, China, yang berlangsung pada akhir September kemarin. Event tersebut diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Tanah Air. “Delegasi kita juga dapat mengukur negara-negara lain yang lebih maju dalam mengelola potensi dari kunjungan kapal pesiar tersebut," kata Iwan.
Menurut dia, bisnis di sektor wisata kapal pesiar diyakini mampu menghasilkan manfaat yang besar, baik penyerapan sumber daya manusia, logistik, kuliner dan pencitraan bagi negara yang dikunjungi kapal pesiar. Karena itu, dia berjanji akan terus memacu dan melengkapi kebutuhan pelayanan kapal pesiar di Pelabuhan Benoa sesuai standar. "Kita belum punya terminal kapal pesiar modern seperti negara-negara lain, sambil mengarah kesana kami akan ciptakan dengan bentuk keunikan,” ucapnya.
Iwan menjelaskan, pada 2013 cruise traffic in Indonesia diprediksi mencapai 300 kapal pesiar dengan jumlah penumpang mencapai 160.000, sehingga mengalami kenaikan 40% ketimbang tahun ini. Dia menyebutkan, ada tiga kapal berukuran besar yang akan masuk ke Indonesia, diantaranya Celebraty Solstice, Radiance of the Seas, dan Diamond Princess. “Ada tiga kapal ukuran besar yg akan masuk Indonesia, yaitu Celebraty Solstice, Radiance of the Seas, dan Diamond Princess," imbuhnya.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu mengatakan pada 2013 menargetkan pembangunan lima pelabuhan yang dapat menampung kapal berukuran 320 meter. Kelima pelabuhan tersebut terdapat di Sabang, Belawan, Jakarta, Surabaya, dan Benoa. “Pembangunan pelabuhan kapal pesiar ditarget selesai 2013 bila pengerukan selesai sesuai rencana,” ungkap Mari saat mempromosikan wisata kapal pesiar (Cruise) Indonesia di Shanghai, China, akhir pekan kemarin.
Tiga pelabuhan tambahan lainnya ditargetkan rampung akhir 2014, yakni di Semarang, Probolinggo, dan Celukan Bawang. Khusus di Celukan Bawang diharapkan mampu menampung kapal pesiar bobot besar untuk merapat di Lombok, Tanah Ampo, dan Komodo. Untuk mewujudkan ambisi menjadi destinasi kapal pesiar berkelas dunia, Mari menekankan pengembangan aktivitas wisata, infrastruktur, standard pelabuhan, pelestarian budaya, serta memberdayakan masyarakat lokal.
Dia menjelaskan, pada 2012 jumlah penumpang kapal pesiar ke Indonesia mencapai 114.000 penumpang dengan jumlah cruise calls sebanyak 214 calls yang tersebar di Nusa Tenggara (23%), Papua (16%), Bali (15%), Sumatera (15%), Jawa (13%), Sulawesi (7%), Kalimantan (6%), dan Maluku (5%). Mari optimis pengembangan wisata kapal pesiar memiliki prospek yang cerah karena pesatnya pertumbuhan kelas menengah di Asia dan Australia sebagai pasar utama wisata cruise Indonesia.
Dengan gambaran tersebut, dia menargetkan pertumbuhan jumlah penumpang kapal pesiar mencapai 160.000 penumpang dan cruise calls sebanyak 300 calls di 2013. Jumlah tersebut meningkat 40% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Itu dapat dilihat dari tingginya permintaan akan kapal pesiar ke Indonesia dengan perencanaan pertumbuhan jumlah penumpang kapal pesiar mencapai 160.000 penumpang,” paparnya.
Menurut dia, setidaknya ada sejumlah strategi dan koordinasi antar kementerian sebagai bentuk keseriusan dalam pengembangan wisata kapal pesiar. Di antaranya strategi pemasaran, pengembangan fasilitas kapal pesiar, pengembangan destinasi wisata, serta pembentukan kelompok kerja khusus pengembangan wisata kapal pesiar yang melibatkan seluruh sektor dan pemangku kepentingan. “Starategi pengembangan wisata kapal pesiar melibatkan stake holder terkait,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Menparekraf memanfaatkan momentum konvensi untuk berkonsolidasi dengan Country Manager Visit Indonesia Tourism Officer China (VITO) Ms. Janet Huang bersama para pengelola biro perjalanan yang berbasis di Shanghai. Bahkan, Menparekraf melakukan konsolidasi dengan perwakilan maskapai Garuda Indonesia di China. Hal itu dilakukan untuk terus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan China sebagai salah satu target utama pariwisata di Tanah Air.
General Manager PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo III Cabang Benoa Iwan Sabatini mengatakan, Indonesia berpeluang mendatangkan kapal pesiar dari kegiatan "3rd All Seatrade Asia Cruise" di Shanghai, China, yang berlangsung pada akhir September kemarin. Event tersebut diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Tanah Air. “Delegasi kita juga dapat mengukur negara-negara lain yang lebih maju dalam mengelola potensi dari kunjungan kapal pesiar tersebut," kata Iwan.
Menurut dia, bisnis di sektor wisata kapal pesiar diyakini mampu menghasilkan manfaat yang besar, baik penyerapan sumber daya manusia, logistik, kuliner dan pencitraan bagi negara yang dikunjungi kapal pesiar. Karena itu, dia berjanji akan terus memacu dan melengkapi kebutuhan pelayanan kapal pesiar di Pelabuhan Benoa sesuai standar. "Kita belum punya terminal kapal pesiar modern seperti negara-negara lain, sambil mengarah kesana kami akan ciptakan dengan bentuk keunikan,” ucapnya.
Iwan menjelaskan, pada 2013 cruise traffic in Indonesia diprediksi mencapai 300 kapal pesiar dengan jumlah penumpang mencapai 160.000, sehingga mengalami kenaikan 40% ketimbang tahun ini. Dia menyebutkan, ada tiga kapal berukuran besar yang akan masuk ke Indonesia, diantaranya Celebraty Solstice, Radiance of the Seas, dan Diamond Princess. “Ada tiga kapal ukuran besar yg akan masuk Indonesia, yaitu Celebraty Solstice, Radiance of the Seas, dan Diamond Princess," imbuhnya.
(gpr)
Lihat Juga :