BPH Migas: Biar masyarakat yang menilai nasionalisme kita

Minggu, 07 Oktober 2012 - 11:14 WIB
BPH Migas: Biar masyarakat...
BPH Migas: Biar masyarakat yang menilai nasionalisme kita
A A A
Sindonews.com - Wakil Ketua Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Fahmi H Matori, mempertanyakan sikap anggota Komisi VII, Dito Ganindito yang menganggap dirinya adalah seseorang yang tidak berjiwa nasional.

Tudingan tersebut dilontarkan terkait tindakan salah satu Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) itu berencana memasukkan Shell dan Badan Usaha Nasional kedalam tender penyaluran BBM bersubsidi.

Ketua Lembaga Perekonomian PBNU itu pun menganggap, tudingan tersebut sangat tidak berdasar dan sangat kontradiktif dengan kehidupan sosial yang selama ini telah dijalaninya.

Menurut Fahmi, penilaian soal nasionalisme seseorang tidak ditentukan oleh pernyataan seseorang, meski itu anggota DPR RI. Masyarakatlah yang menjadi penilai yang pas soal itu dengan melihat track record dan kinerja selama ini.

"Biarkan umat yang menilai, nasionalis mana saya sama pak Dito itu, jelas-jelas kami ini ngurusin 80 juta Nahdliyin dan 24 Ribu pesantren," kata Fahmi saat ditemui di gedung PBNU, Jakarta, Sabtu (6/10/2012).

Menurut Ketua Ikatan Sarjana NU itu, pihaknya akan tetap melaksanakan tender sesuai dengan ketentuan yang ada untuk menghindari monopoli pada penyaluran BBM khusus ini.

Lagipula, kata dia, BBM bersubsidi yang akan ditenderkan kurang dari 0,5 persen dari jumlah total kuota BBM bersubsidi yang akan disalurkan pada tahun 2013 nanti.

“Dengan tender ini, BPH Migas bisa mendorong kualitas pelayanan SPBU kepada publik. Itu karena dibuka untuk yang lain, Pertamina juga akhirnya meningkatkan pelayanan. Buktinya program "Pasti Pas", muncul," jelasnya.

Tak hanya itu, Fahmi juga mengatakan, dengan membuat langkah ini, akan dapat memperbanyak perusahaan nasional dan koperasi ikut berperan dalam distribusi BBM bersubsidi kedepannya.

"Tujuan utamanya adalah bagaimana umat dapat menikmati subsidi dengan merata. Tidak dimonopoli Pertamina yang kurang bisa memeratakan cakupan wilayah distribusi di beberapa daerah di luar pulau Jawa. Dunia ini sangat menderita, bukan oleh kekejaman orang jahat, melainkan karena diamnya orang-orang baik," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPH Migas Pastikan Pemberian...
BPH Migas Pastikan Pemberian Subsidi BBM Tepat Sasaran, Ini Strateginya
BPH Migas Harap Kuota...
BPH Migas Harap Kuota BBM Subsidi Cukup Hingga Akhir Tahun
80% Subsidi Pertalite...
80% Subsidi Pertalite Disedot Kalangan Mampu, BPH Migas Sarankan Distribusi Tertutup
BPH Migas: Pembatasan...
BPH Migas: Pembatasan BBM Subsidi Masih Tunggu Perpres
Beli BBM Pertalite Dibatasi...
Beli BBM Pertalite Dibatasi lewat MyPertamina, Ini Rencana Aturan Mainnya
Cegah Kuota BBM Subsidi...
Cegah Kuota BBM Subsidi Jebol, BPH Migas Perketat Pengawasan
Berita Terkini
Koperasi Boleh Kelola...
Koperasi Boleh Kelola Tambang, Menkop Ferry: Sebaiknya Bukan Kopdes Merah Putih
5 menit yang lalu
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan SPBU di Medan Beroperasi Normal
1 jam yang lalu
Kopdes Merah Putih di...
Kopdes Merah Putih di Melawai Baru Cuan Rp78 Ribu dalam 6 Bulan, Menkop Ferry Buka Suara
1 jam yang lalu
Jasa Marga Perkuat Penciptaan...
Jasa Marga Perkuat Penciptaan Nilai Berkelanjutan, Selaras Arah Transformasi Danantara
2 jam yang lalu
IHSG Berakhir Menghijau...
IHSG Berakhir Menghijau di 6.041, Transaksi Tembus Rp11,3 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved