Batik Gebleg Renteng membumi di Kulonprogo

Minggu, 07 Oktober 2012 - 12:25 WIB
Batik Gebleg Renteng...
Batik Gebleg Renteng membumi di Kulonprogo
A A A
Sindonews.com - Batik Gebleg Renteng yang menjadi motif batik khas Kabupaten Kulonprogo telah membumi. Batik dengan gambar Gebleg yang merupakan makanan khas di Bumi Menoreh sebutan Kulonprogo ini, telah dipakai di berbagai instansi dan lembaga pendidikan, maupun komunitas masyarakat umum.

Saat ini batik Gebleg Renteng, banyak diproduksi oleh para perajin lokal. Seiring ditetapkannya batik Gebleg Renteng sebagai motif batik khas, mereka kebanjiran order. Bahkan setiap sekolah atau instansi memesan untuk dijadikan pakaian seragam resmi.

“Sejak ditetapkan sebagai batik khas Kulonprogo, order cukup banyak,” jelas perajin batik Sinar Abadi Batik, Puryanto, akhir pekan kemarin.

Menurutnya, event pameran Manunggal Fair, sebagai rangkaian peringatan hari jadi ikut mendongkrak penjualan. Dimana pemerintah menjadikan Gebleg Renteng sebagai maskot. Pada pameran inilah, ditampilkan beberapa kain batik bercorak Gebleg Renteng yang diproduksi perajin lokal. “Setiap hari bisa jual hingga 50 lembar,” jelas Puryanto.

Harga batik yang dijual ini, harganya bervariasi, tergantung bahan dan desain yang ada. Harga berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp300 ribu untuk batik tulis. Sedangkan untuk batik printing atau cap yang banyak dipakai untuk pelajar SD hanya dijual Rp25 ribu per meternya. “Order masuk ke asosiasi, dan dibagi ke perajin,” tamahnya.

Ketua Asosiasi batik Kulonprogo, Umbuk Haryanto mengatakan mayoritas pembeli dari kalangan pegawai di Kulonprogo. Motif batik Gebleg Renteng ini menjadi bagian yang tidak dipisahkan dari para pegawai. Mereka menjadikan batik ini sebagai seragam dan untuk pakaian pribadi. “Batik ini cukup elegan dan bisa dipakai di berbagai suasana,” Jelasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
UMKM Diharapkan Naik...
UMKM Diharapkan Naik Kelas dengan Memanfaatkan Aplikasi Lokal
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
UU Ciptaker Beri Kemudahan,...
UU Ciptaker Beri Kemudahan, Pemberdayaan dan Perlindungan bagi Pelaku UMKM
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun...
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun SRC Kembangkan Aplikasi untuk UMKM
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
51 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
1 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
1 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved