Garuda serap 90,4% dana IPO
Senin, 08 Oktober 2012 - 10:43 WIB
Garuda serap 90,4% dana IPO
A
A
A
Sindonews.com - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) hingga kuartal III tahun ini telah menyerap dana hasil penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) sebesar Rp2,88 triliun. Angka tersebut sekitar 90,43 persen dari dana bersih, yang diperoleh perusahaan penerbangan pelat merah tersebut pada saat IPO senilai Rp3,187 triliun.
Direktur Keuangan Garuda Indonesia Handrito Hardjono mengatakan, realisasi penggunaan dana IPO perseroan per akhir September 2012 yang digunakan untuk pengembangan armada sebesar Rp2,55 triliun. "Realisasi untuk belanja modal senilai Rp331,69 miliar," kata dia dalam laporannya di keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/10/2012).
Adapun, realisasi penggunaan dana IPO utuk pengembangan armada, yang telah digunakan untuk pre delivery payment (PDP) sebesar Rp2,079 triliun, security deposit & biaya lain terkait pengembangan armada senilai Rp470,06 miliar. Sedangkan, belanja modal (capital expenditure/capex) baru digunakan untuk induk usaha senilai Rp331,689 miliar.
Berdasarkan prospektus perusahaan, dana hasil IPO yang dialokasikan untuk pengembangan armada sekitar 80 persen atau sebesar Rp2,55 triliun, terdiri atas PDP senilai Rp2,08 triliun serta security deposit dan biaya lain terkait pengembangan armada senilai Rp470,06 miliar.
Di samping itu, dana hasil IPO yang dialokasikan untuk belanja modal senilai Rp637,4 miliar. Rinciannya, belanja modal untuk perusahaan sebesar Rp461,18 miliar dan anak perusahaan senilai Rp176,2 miliar.
Dengan realisasi hingga kuartal III tahun ini sebesar Rp2,88 triliun, maka sisa dana hasil IPO saat ini Rp305,72 miliar. Sisa dana tersebut disimpan dalam bentuk deposito senilai Rp95,88 miliar dan giro sebesar Rp209,84 miliar.
Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar sebelumnya menyatakan, akan mempercepat penggunaan dana hasil IPO untuk penambahan jumlah unit armada dari sebelumnya hingga 2014 menjadi tahun ini. Adapun, jumlah pesanan pesawat yang ditambah menjadi 97 unit dari sebelumnya 36 unit.
Sementara, dengan program pengembangan armada baru, maka perseroan hingga 2015 akan mengoperasikan sebanyak 194 pesawat terdiri atas 24 unit A330, 9 unit B777, 85 unit B737-800NG, 50 unit A320 untuk Citilink, 25 pesawat sub 100 dan tiga pesawat cargo.
Direktur Keuangan Garuda Indonesia Handrito Hardjono mengatakan, realisasi penggunaan dana IPO perseroan per akhir September 2012 yang digunakan untuk pengembangan armada sebesar Rp2,55 triliun. "Realisasi untuk belanja modal senilai Rp331,69 miliar," kata dia dalam laporannya di keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/10/2012).
Adapun, realisasi penggunaan dana IPO utuk pengembangan armada, yang telah digunakan untuk pre delivery payment (PDP) sebesar Rp2,079 triliun, security deposit & biaya lain terkait pengembangan armada senilai Rp470,06 miliar. Sedangkan, belanja modal (capital expenditure/capex) baru digunakan untuk induk usaha senilai Rp331,689 miliar.
Berdasarkan prospektus perusahaan, dana hasil IPO yang dialokasikan untuk pengembangan armada sekitar 80 persen atau sebesar Rp2,55 triliun, terdiri atas PDP senilai Rp2,08 triliun serta security deposit dan biaya lain terkait pengembangan armada senilai Rp470,06 miliar.
Di samping itu, dana hasil IPO yang dialokasikan untuk belanja modal senilai Rp637,4 miliar. Rinciannya, belanja modal untuk perusahaan sebesar Rp461,18 miliar dan anak perusahaan senilai Rp176,2 miliar.
Dengan realisasi hingga kuartal III tahun ini sebesar Rp2,88 triliun, maka sisa dana hasil IPO saat ini Rp305,72 miliar. Sisa dana tersebut disimpan dalam bentuk deposito senilai Rp95,88 miliar dan giro sebesar Rp209,84 miliar.
Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar sebelumnya menyatakan, akan mempercepat penggunaan dana hasil IPO untuk penambahan jumlah unit armada dari sebelumnya hingga 2014 menjadi tahun ini. Adapun, jumlah pesanan pesawat yang ditambah menjadi 97 unit dari sebelumnya 36 unit.
Sementara, dengan program pengembangan armada baru, maka perseroan hingga 2015 akan mengoperasikan sebanyak 194 pesawat terdiri atas 24 unit A330, 9 unit B777, 85 unit B737-800NG, 50 unit A320 untuk Citilink, 25 pesawat sub 100 dan tiga pesawat cargo.
(rna)
Lihat Juga :