IHSG terkoreksi sentimen negatif global
Rabu, 10 Oktober 2012 - 17:05 WIB
IHSG terkoreksi sentimen negatif global
A
A
A
Sindonews.com - Terkoreksi indeks harga saham gabungan (IHSG) di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan sore ini menyusul sentimen negatif dari penurunan prospek ekonomi global oleh International Monetary Fund (IMF).
Analis PT Panin Sekuritas Purwoko sartono mengatakan, selain penurunan outlook global oleh IMF, juga antisipasi perkiraan laporan keuangan korporasi kuartal III tahun.
"Laporan keuangan korporasi kuartal III tahun ini diperkirakan menurun untuk pertama kalinya sejak 2009 memberikan dorongan negatif," kata dia dalam rilisnya yang diterima Sindonews, Rabu (10/10/2012).
Lebih lanjut dia menjelaskan, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun ini hanya berada pada level 3,3 persen. Angka ini di bawah estimasi awal sebesar 3,5 persen dan merupakan yang terendah sejak resesi 2009.
Sementara, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia juga diprediksi menurun menjadi 3,6 persen dari prediksi awal di level 3,9 persen. Di samping itu, pertemuan Kanselir Jerman dengan Perdana Menteri Yunani yang gagal menghasilkan keputusan terkait kesepakatan tentang pemberian bantuan berikutnya kepada Yunani juga memberi imbas negatif terhadap kondisi global.
Hal ini juga memberi imbas negatif pada gerak bursa domestik pada penutupan perdagangans sesi II hari ini, dimana IHSG terkoreksi 0,24 poin atau 0,01 persen menjadi 4.280,01.
Sementara, Bursa kawasan regional ditutup cenderung terkoreksi. Indeks Nikkei 225 melemah 173,36 poin atau 1,98 persen menjadi 8.596,23; Indeks Straits Times turun 29,53 poin atau 0,9 persen menjadi 3.036,89 dan Indeks Hang Seng negatif 17,68 poin atau 0,08 persen menjadi 20.919,76. Sedangkan Indeks Komposit Shanghai berhasil naik 4,71 poin atau 0,22 persen menuju level 2.119,94.
Analis PT Panin Sekuritas Purwoko sartono mengatakan, selain penurunan outlook global oleh IMF, juga antisipasi perkiraan laporan keuangan korporasi kuartal III tahun.
"Laporan keuangan korporasi kuartal III tahun ini diperkirakan menurun untuk pertama kalinya sejak 2009 memberikan dorongan negatif," kata dia dalam rilisnya yang diterima Sindonews, Rabu (10/10/2012).
Lebih lanjut dia menjelaskan, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun ini hanya berada pada level 3,3 persen. Angka ini di bawah estimasi awal sebesar 3,5 persen dan merupakan yang terendah sejak resesi 2009.
Sementara, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia juga diprediksi menurun menjadi 3,6 persen dari prediksi awal di level 3,9 persen. Di samping itu, pertemuan Kanselir Jerman dengan Perdana Menteri Yunani yang gagal menghasilkan keputusan terkait kesepakatan tentang pemberian bantuan berikutnya kepada Yunani juga memberi imbas negatif terhadap kondisi global.
Hal ini juga memberi imbas negatif pada gerak bursa domestik pada penutupan perdagangans sesi II hari ini, dimana IHSG terkoreksi 0,24 poin atau 0,01 persen menjadi 4.280,01.
Sementara, Bursa kawasan regional ditutup cenderung terkoreksi. Indeks Nikkei 225 melemah 173,36 poin atau 1,98 persen menjadi 8.596,23; Indeks Straits Times turun 29,53 poin atau 0,9 persen menjadi 3.036,89 dan Indeks Hang Seng negatif 17,68 poin atau 0,08 persen menjadi 20.919,76. Sedangkan Indeks Komposit Shanghai berhasil naik 4,71 poin atau 0,22 persen menuju level 2.119,94.
(rna)
Lihat Juga :