Asing berpotensi kelola Blok Mahakam lagi

Rabu, 10 Oktober 2012 - 19:27 WIB
Asing berpotensi kelola...
Asing berpotensi kelola Blok Mahakam lagi
A A A
Sindonews.com - Indonesian Resources Studies (IRESS) menilai perpanjangan kontak blok Mahakam tidak bebas dari intervensi pihak asing. Meski begitu besar kemungkinan blok tersebut akan kembali dikelola oleh Total dan Inpex.

Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara menjelaskan kontrak kerjasama (KKS) blok Mahakam ditandatangani oleh Pemerintah dengan Total E&P Indonesia. Kontrak itu dilakukan selama 30 tahun hingga 31 Maret 1997 yang kemudian diperpanjang dan akan berakhir pada 31 Maret 2017.

"Hingga saat ini apakah pemerintah akan memperpanjang kontrak atau menyerahkan kepada Badan Usaha Milik Negara," kata Marwan, dalam diskusi publik dan penyampaian Petisi Blok Mahakam untuk Rakyat, di Gedung MPR, Jakarta, Rabu (10/10/2012).

Marwan menjelaskan, sesuai Pasal 28 PP ayat 9 No 35/2004, Pertamina dapat mengajukan permohonan untuk mengelola blok habis masa kontrak.

"Sedangkan pasal 28 ayat 10 PP No 35/2004 menyatakan Menteri ESDM dapat menyetujui dapat menyetujui atau menolak permohonan Pertamina tersebut sepanjang saham Pertamina 100 persen masih dimiliki oleh negara," ungkap Marwan.

Menurut Marwan, keputusan perpanjangan kontrak tidak bebas dari intervensi asing dan oknum penguasa. Namun besar kemungkinan kontrak blok tersebut akan ke Bali diperpanjang oleh Total dan Inpex.

"Dengan perubahan adanya partisipasi saham oleh Pemerintah dan Daerah tetapi Total (Total Indonesie) akan tetap menjadi operator," tutup Marwan.

Sebelumnya, Pertamina telah menyatakan kesanggupannya menjadi operator di Blok Mahakam jika Total dan Inpex selesai masa kontrak.

Meskipun begitu, pemerintah menyebut bahwa hal ini akan diselesaikan secara business to business. Indonesian Resources Studies (IRESS) menilai perpanjangan kontak blok Mahakam tidak bebas dari intervensi pihak asing. Meski begitu besar kemungkinan blok tersebut akan kembali dikelola oleh Total dan Inpex.

Sebelumnya, Pertamina telah menyatakan kesanggupannya menjadi operator di Blok Mahakam jika Total dan Inpex selesai masa kontrak. Meskipun begitu, pemerintah menyebut bahwa hal ini akan diselesaikan secara business to business.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
SKK Migas Tanda Tangani...
SKK Migas Tanda Tangani Kerja Sama Wilayah Kerja Amanah dan Melati
ConocoPhillips Hengkang...
ConocoPhillips Hengkang dari Blok Corridor, Pilih Investasi di Australia
301 Blok Migas Tak Kunjung...
301 Blok Migas Tak Kunjung Beroperasi, Bahlil Ultimatum Siap Cabut Kontrak
Rampungkan Proyek KLD,...
Rampungkan Proyek KLD, PHE ONWJ Berkontribusi 16 MMSCFD
Siap-siap! Kontrak Hulu...
Siap-siap! Kontrak Hulu Migas Bakal Direvisi
SKK Migas Sesuaikan...
SKK Migas Sesuaikan Pelaporan NGL, Lifting Minyak Berpotensi Tambah 11.693 BPH
Berita Terkini
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
14 menit yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
38 menit yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
54 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
1 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
1 jam yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
1 jam yang lalu
Infografis
Bina Siswa Nakal di...
Bina Siswa Nakal di Barak Militer, Maarif Institut: Berpotensi Merusak Sistem Pendidikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved