Pertumbuhan aset dana pensiun lampaui PDB
Kamis, 11 Oktober 2012 - 11:28 WIB
Pertumbuhan aset dana pensiun lampaui PDB
A
A
A
Sindonews.com - Data Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) mencatat bahwa dana pensiun merupakan salah satu sektor manajemen risiko yang paling cepat berkembang di Indonesia.
Dalam satu dasawarsa terakhir tingkat pertumbuhan rata-rata dana pensiun sebesar 15 persen per tahun. Berdasarkan data ADPI, total aset dana pensiun di Indonesia mampu mencapai Rp150 trilliun.
"Aset yang dikelola tumbuh dua kali lipat dalam lima tahun terakhir, melebihi tingkat pertumbuhan PDB di Indonesia," ujar Regional Head Pension Fund Service Citi Asia Pasific, Vanessa Wang di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (11/10/2012).
Sementara itu, sektor dana pensiun yang paling cepat berkembang adalah Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yang tumbuh sebesar 20 persen per tahun.
Vanessa menilai, secara umum alokasi investasi dana pensiun di Indonesia bersifat konservatif dibandingkan dengan negara lainnya. Ini cenderung memiliki persentase yang lebuh tinggi dalam produk deposito berjangka dan instrumen pendapatan tetap.
Menurutnya, lebih dari 50 persen dana tersebut diinvestasikan pada instrumen pendapatan tetap. Kemudian 20 persen saham, 18 persen pasar uang dan deposito. "Sisanya tersebar di reksadana, aset seperti tanah dan bangunan serta investasi langsung," ucapnya.
Dia menambahkan, penerapan manajemen resiko yang bijak harus memperhatikan diversifikasi aset investasi, perlindungan terhadap penurunan pasar, transparansi dalam proses investasi dan peningkatan analisa kinerja investasi.
"Ada sistem pelaporan, ini harus dilengakapi dengan perangkat pengelolaan kinerja investasi untuk monitoring dan evaluasi portfolio investasi dana pensiun," pungkasnya.
Dalam satu dasawarsa terakhir tingkat pertumbuhan rata-rata dana pensiun sebesar 15 persen per tahun. Berdasarkan data ADPI, total aset dana pensiun di Indonesia mampu mencapai Rp150 trilliun.
"Aset yang dikelola tumbuh dua kali lipat dalam lima tahun terakhir, melebihi tingkat pertumbuhan PDB di Indonesia," ujar Regional Head Pension Fund Service Citi Asia Pasific, Vanessa Wang di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (11/10/2012).
Sementara itu, sektor dana pensiun yang paling cepat berkembang adalah Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yang tumbuh sebesar 20 persen per tahun.
Vanessa menilai, secara umum alokasi investasi dana pensiun di Indonesia bersifat konservatif dibandingkan dengan negara lainnya. Ini cenderung memiliki persentase yang lebuh tinggi dalam produk deposito berjangka dan instrumen pendapatan tetap.
Menurutnya, lebih dari 50 persen dana tersebut diinvestasikan pada instrumen pendapatan tetap. Kemudian 20 persen saham, 18 persen pasar uang dan deposito. "Sisanya tersebar di reksadana, aset seperti tanah dan bangunan serta investasi langsung," ucapnya.
Dia menambahkan, penerapan manajemen resiko yang bijak harus memperhatikan diversifikasi aset investasi, perlindungan terhadap penurunan pasar, transparansi dalam proses investasi dan peningkatan analisa kinerja investasi.
"Ada sistem pelaporan, ini harus dilengakapi dengan perangkat pengelolaan kinerja investasi untuk monitoring dan evaluasi portfolio investasi dana pensiun," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :